BANDASAPULUAH.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memprioritaskan keselamatan siswa dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Selain memastikan kesiapan teknis, pemerintah juga menyiapkan penyesuaian jadwal bagi sekolah yang menghadapi kendala akibat bencana. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan sekaligus memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk mengikuti asesmen.
Kemendikdasmen Petakan Kesiapan Sekolah
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menegaskan pentingnya memperhatikan kondisi setiap sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Keselamatan dan kesehatan siswa, guru, dan seluruh tim pelaksana menjadi prioritas utama kami,” kata Toni.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam media briefing persiapan TKA SMA/MA/SMK sederajat 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Untuk memastikan kesiapan sekolah, dinas pendidikan provinsi berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Kedua pihak memetakan kondisi keselamatan, kesehatan, akses, dan kesiapan sekolah.
Selanjutnya, hasil pemetaan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah pelaksanaan TKA. Sekolah yang belum aman dapat menunda keikutsertaan dari jadwal utama.
Pemerintah kemudian menyesuaikan jadwal atau memberikan dukungan sesuai kebutuhan setiap sekolah. Dengan demikian, siswa tetap memiliki kesempatan mengikuti asesmen tanpa mengabaikan keselamatan.
TKA Berlangsung dalam Dua Gelombang
Kemendikdasmen menjadwalkan TKA reguler bagi peserta pendidikan formal dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.
Sementara itu, gelombang kedua berlangsung pada 2–5 November 2026.
Selain kedua jadwal tersebut, pemerintah menyediakan jadwal lanjutan bagi peserta yang menghadapi kendala teknis, sakit, atau kondisi tertentu.
Untuk keperluan tindak lanjut, sekolah harus mencatat setiap kendala dalam laporan kejadian. Selanjutnya, sekolah berkoordinasi dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.
Melalui mekanisme tersebut, pemerintah dapat menindaklanjuti kondisi peserta sesuai ketentuan yang berlaku.
Jutaan Peserta Ikuti Persiapan TKA
Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan pentingnya gladi bersih sebelum pelaksanaan utama. Kegiatan tersebut berlangsung pada 5–18 Oktober 2026.
Melalui gladi bersih, sekolah menguji kesiapan peralatan, jaringan, dan sistem asesmen. Selain itu, petugas dan peserta mempelajari prosedur pelaksanaan untuk mengurangi kendala teknis.
Kemendikdasmen mencatat 3.864.195 peserta telah mendaftar dari total 4.213.114 calon peserta. Jumlah tersebut mencapai 91,72 persen.
Berdasarkan jenjang pendidikan, tingkat partisipasi pendaftaran siswa SMA mencapai 95,68 persen. Sementara itu, MA mencatat 95,64 persen dan SMK mencapai 93,10 persen.
Tingginya partisipasi tersebut menuntut kesiapan teknis dan pengawasan yang memadai. Karena itu, pemerintah terus memperhatikan kelancaran sistem serta ketertiban pelaksanaan.
Siswa Diminta Jujur dan Percaya Diri
Selain mempersiapkan aspek teknis, Toni mengimbau siswa menjaga kondisi fisik dan mental. Ia menyarankan siswa belajar secukupnya, beristirahat dengan baik, dan memahami petunjuk pelaksanaan.
Di sisi lain, orang tua dan guru perlu memberikan dukungan agar siswa merasa tenang. Dengan dukungan tersebut, siswa dapat mengikuti asesmen secara optimal tanpa tekanan berlebihan.
Toni juga mengingatkan peserta untuk menerapkan tagline TKA 2026, yaitu “Jujur dan Bahagia”. Menurutnya, kejujuran berarti berusaha maksimal, sedangkan kebahagiaan mencerminkan ketenangan dan kepercayaan diri.
Pada akhirnya, Kemendikdasmen menargetkan pelaksanaan TKA 2026 berjalan tertib, aman, dan berintegritas. Pemerintah juga berupaya menjaga kesempatan yang adil bagi seluruh peserta, termasuk siswa di wilayah terdampak bencana.








Komentar