Jaga Keselamatan Siswa, Kemendikdasmen Sesuaikan Pelaksanaan TKA di Wilayah Bencana

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Siaran Pers: Kemendikbud Pastikan Kesiapan Penerapan TKA 2026, Termasuk di Daerah Terdampak Bencana

i

Siaran Pers: Kemendikbud Pastikan Kesiapan Penerapan TKA 2026, Termasuk di Daerah Terdampak Bencana

BANDASAPULUAH.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memprioritaskan keselamatan siswa dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.

Selain memastikan kesiapan teknis, pemerintah juga menyiapkan penyesuaian jadwal bagi sekolah yang menghadapi kendala akibat bencana. Langkah ini bertujuan menjaga keselamatan sekaligus memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk mengikuti asesmen.

Kemendikdasmen Petakan Kesiapan Sekolah

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, menegaskan pentingnya memperhatikan kondisi setiap sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Keselamatan dan kesehatan siswa, guru, dan seluruh tim pelaksana menjadi prioritas utama kami,” kata Toni.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam media briefing persiapan TKA SMA/MA/SMK sederajat 2026 di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Untuk memastikan kesiapan sekolah, dinas pendidikan provinsi berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Kedua pihak memetakan kondisi keselamatan, kesehatan, akses, dan kesiapan sekolah.

Baca Juga :  ‎Bhabinkamtibmas Polres Balaraja Terapkan Sambang dan DDS di Desa Binaan Wilayah Hukum Polresta Tangerang –

Selanjutnya, hasil pemetaan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah pelaksanaan TKA. Sekolah yang belum aman dapat menunda keikutsertaan dari jadwal utama.

Pemerintah kemudian menyesuaikan jadwal atau memberikan dukungan sesuai kebutuhan setiap sekolah. Dengan demikian, siswa tetap memiliki kesempatan mengikuti asesmen tanpa mengabaikan keselamatan.

TKA Berlangsung dalam Dua Gelombang

Kemendikdasmen menjadwalkan TKA reguler bagi peserta pendidikan formal dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 26–29 Oktober 2026.

Sementara itu, gelombang kedua berlangsung pada 2–5 November 2026.

Selain kedua jadwal tersebut, pemerintah menyediakan jadwal lanjutan bagi peserta yang menghadapi kendala teknis, sakit, atau kondisi tertentu.

Untuk keperluan tindak lanjut, sekolah harus mencatat setiap kendala dalam laporan kejadian. Selanjutnya, sekolah berkoordinasi dengan dinas pendidikan atau kantor wilayah Kementerian Agama.

Baca Juga :  Sosok Rospita Vici Paulyn Ketua Sidang Sengketa Dokumen Ijazah Jokowi di KIP

Melalui mekanisme tersebut, pemerintah dapat menindaklanjuti kondisi peserta sesuai ketentuan yang berlaku.

Jutaan Peserta Ikuti Persiapan TKA

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan pentingnya gladi bersih sebelum pelaksanaan utama. Kegiatan tersebut berlangsung pada 5–18 Oktober 2026.

Melalui gladi bersih, sekolah menguji kesiapan peralatan, jaringan, dan sistem asesmen. Selain itu, petugas dan peserta mempelajari prosedur pelaksanaan untuk mengurangi kendala teknis.

Kemendikdasmen mencatat 3.864.195 peserta telah mendaftar dari total 4.213.114 calon peserta. Jumlah tersebut mencapai 91,72 persen.

Berdasarkan jenjang pendidikan, tingkat partisipasi pendaftaran siswa SMA mencapai 95,68 persen. Sementara itu, MA mencatat 95,64 persen dan SMK mencapai 93,10 persen.

Tingginya partisipasi tersebut menuntut kesiapan teknis dan pengawasan yang memadai. Karena itu, pemerintah terus memperhatikan kelancaran sistem serta ketertiban pelaksanaan.

Baca Juga :  UE menginginkan 'kontrol penuh' atas pembicaraan online – pakar hukum — BANDASAPULUAH.COM

Siswa Diminta Jujur dan Percaya Diri

Selain mempersiapkan aspek teknis, Toni mengimbau siswa menjaga kondisi fisik dan mental. Ia menyarankan siswa belajar secukupnya, beristirahat dengan baik, dan memahami petunjuk pelaksanaan.

Di sisi lain, orang tua dan guru perlu memberikan dukungan agar siswa merasa tenang. Dengan dukungan tersebut, siswa dapat mengikuti asesmen secara optimal tanpa tekanan berlebihan.

Toni juga mengingatkan peserta untuk menerapkan tagline TKA 2026, yaitu “Jujur dan Bahagia”. Menurutnya, kejujuran berarti berusaha maksimal, sedangkan kebahagiaan mencerminkan ketenangan dan kepercayaan diri.

Pada akhirnya, Kemendikdasmen menargetkan pelaksanaan TKA 2026 berjalan tertib, aman, dan berintegritas. Pemerintah juga berupaya menjaga kesempatan yang adil bagi seluruh peserta, termasuk siswa di wilayah terdampak bencana.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia dan Australia Satukan Langkah Melindungi Anak dari Risiko Digital
Perkuat Kedaulatan Digital, Wamen Nezar Dorong Penguasaan Teknologi dari Hulu
Rang Punggasan Baralek Gadang di Karawang, Adat Minang Tetap Dijunjung di Tanah Rantau
Wasekjend DPP PKPS Ajak Warga Pesisir Selatan Jaga Persaudaraan dan Hindari Perpecahan
Pengawasan Lingkungan oleh Organisasi Masyarakat: Pilar Penting Menuju Pembangunan Berkelanjutan
Altusa 87 Gelar Temu Kangen, Perkuat Silaturahmi dan Jejaring Alumni
Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara
Jafri Syair Tutup Usia, Tokoh Pesisir Selatan yang Pernah Melatih SBY hingga Prabowo di Militer

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Indonesia dan Australia Satukan Langkah Melindungi Anak dari Risiko Digital

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Jaga Keselamatan Siswa, Kemendikdasmen Sesuaikan Pelaksanaan TKA di Wilayah Bencana

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Perkuat Kedaulatan Digital, Wamen Nezar Dorong Penguasaan Teknologi dari Hulu

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Rang Punggasan Baralek Gadang di Karawang, Adat Minang Tetap Dijunjung di Tanah Rantau

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:06 WIB

Wasekjend DPP PKPS Ajak Warga Pesisir Selatan Jaga Persaudaraan dan Hindari Perpecahan

Berita Terbaru