Silaturrahim MDN-G Perkuat Konsolidasi Diaspora Minang di Berbagai Negara

Senin, 25 Mei 2026 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDASAPULUAH.COM — Semangat memperkuat jejaring perantau Minang lintas negara mewarnai kegiatan Silaturrahim Minang Diaspora Network Global (MDN-G) yang digelar di Auditorium Lt 12 Universitas YARSI, Jakarta Pusat, Sabtu, (23/5/2026).

Kegiatan bertajuk “Mufakat Ranah dan Rantau: Membangun Nagari-Menguatkan Jati Diri” itu menjadi ruang konsolidasi diaspora Minang dari berbagai negara sekaligus ajang apresiasi terhadap tokoh-tokoh yang berkontribusi bagi masyarakat Minangkabau.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam kesempatan itu menilai budaya Minangkabau memiliki karakter kuat dan mampu menjadi representasi budaya Indonesia di tingkat global melalui para perantau Minang di berbagai negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Fadli, budaya Minangkabau memiliki ekspresi yang beragam mulai dari seni, sastra hingga kuliner sehingga menjadi kekuatan penting memperkenalkan Indonesia di dunia internasional.

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia saat memberikan sambutan

“Budaya Minangkabau ini adalah budaya yang sangat kuat, kokoh, berakar dan ekspresi budayanya dalam berbagai macam bentuk. Itu sangat luar biasa beragamnya,” kata Fadli.

Ia menyebut para perantau Minang di berbagai negara telah menjadi duta budaya Indonesia melalui aktivitas sosial, budaya dan ekonomi yang mereka bangun di mancanegara.

Fadli juga menyambut baik langkah MDN-G yang mendorong sastrawan senior Taufiq Ismail sebagai kandidat penerima Nobel Sastra. Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya positif memperkenalkan karya sastra Indonesia ke tingkat dunia.

Sementara itu, Presiden MDN-G Fasli Jalal mengatakan pihaknya mulai mendorong pengusulan Taufiq Ismail sebagai calon penerima Nobel Sastra karena hingga kini Indonesia belum memiliki peraih penghargaan tersebut.

“Kita akan mengusulkan Pak Taufiq Ismail untuk menjadi peraih hadiah Nobel bidang sastra. Karena orang Indonesia belum satu pun yang punya, kebetulan ada orang Minang,” kata Fasli.

Baca Juga :  Maizar Rahman Soroti Strategi Energi Baru untuk Kemakmuran Sumbar di Forum Diaspora Minang Sedunia
Presiden Minang Diaspora Network Global Prof Fasli Jalal

Rektor Universitas YARSI itu menyebut gerakan dukungan terhadap pengusulan Nobel Sastra tersebut akan digerakkan hingga tingkat internasional selama beberapa bulan ke depan.

Menurut Fasli, budaya merantau masyarakat Minang saat ini juga harus diperluas hingga tingkat global, tidak hanya di kota-kota besar Indonesia tetapi juga pusat-pusat pertumbuhan dunia.

Selain itu, ia menilai perantau Minang di berbagai negara tetap memiliki kepedulian terhadap budaya dan kampung halaman, termasuk melalui pendidikan, bantuan sosial dan kegiatan kemanusiaan.

Direktur Eksekutif MDN-G Burmalis Ilyas mengatakan organisasi diaspora tersebut lahir pada 2017 dan terus berkembang melalui konsolidasi komunitas Minang di berbagai negara.

Burmalis menceritakan, dirinya sebagai Direktur Eksekutif MDN-G telah berkunjung ke lebih dari 50 kota besar dunia yang memiliki komunitas orang Minang.

Direktur Eksekutif Minang Diaspora Network Global Burmalis Ilyas

“Sekitar 50 kota besar di dunia ini terdapat orang Minang di sana. Seperti New York, Los Angeles, Doha, Dubai, Melbourne, Texas, Roma, Milan, Amsterdam, Utrecht, Paris, London, Tokyo, Seoul, Bangkok, Kuala Lumpur, Singapura, Kairo, Riyadh dan lain sebagainya,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, kata Burmalis, ada komunitas Minang yang telah membentuk organisasi dan ada pula yang belum memiliki wadah resmi.

“Yang belum ini kita usahakan sekecil apa pun populasinya membentuk semacam paguyuban Minang,” ujarnya.

Menurutnya, sejak awal MDN-G bergerak mengunjungi komunitas Minang di sejumlah kota besar dunia seperti Sydney, Melbourne, Malaysia dan Singapura guna memperkuat jaringan perantau Minang internasional.

Baca Juga :  SDF menyerang posisi tentara Suriah di pedesaan Raqqa dan bentrokan sengit pun terjadi

“Harapan kami orang Minang tidak hanya go nasional, tetapi juga go internasional, termasuk kuliner dan budayanya,” ujar Burmalis.

Ia mengatakan Malaysia menjadi salah satu basis komunitas Minang terbesar di luar negeri. MDN-G juga pernah menggelar pertemuan Minang sedunia di Melbourne pada 2018 dan kembali mengadakan pertemuan diaspora di Sumatera Barat beberapa tahun terakhir.

Burmalis menyebut dukungan Universitas YARSI menjadi faktor penting berkembangnya aktivitas diaspora Minang. Bahkan, YARSI disebutnya telah menjadi “rumah gadang” bagi berbagai organisasi Minang di Jakarta.

“YARSI ini bisa dikatakan rumah gadang orang Minang. Hampir semua organisasi Minang rapatnya di sini,” katanya.

Selain memperkuat jejaring komunitas, MDN-G juga aktif mempromosikan budaya Minang di luar negeri, termasuk keberadaan rumah makan Padang dan Surau Sydney di Australia.

Burmalis mengatakan pihaknya rutin mengunjungi rumah makan Minang di berbagai negara sebagai bentuk dukungan terhadap diplomasi budaya dan ekonomi masyarakat perantau.

“Kita bangga rumah makan Padang ada di berbagai negara dan berharap semakin banyak rumah makan Minang hadir di luar negeri,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Fasli Jalal, MDN-G juga aktif menggelar webinar internasional yang jumlahnya telah mencapai ratusan kegiatan, serta festival budaya di sejumlah negara di Eropa dan Australia.

Dalam bidang sosial kemanusiaan, MDN-G turut bergerak membantu masyarakat saat pandemi Covid-19 maupun bencana alam. Burmalis menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh Minang yang dinilai konsisten mendukung kegiatan sosial diaspora.

Ia menyebut pendiri Paragon Corp Nurhayati Subakat pernah memberikan dukungan sekitar Rp3 miliar saat masa pandemi Covid-19. Selain itu, Nurhayati Subakat setiap tahunnya menyumbangkan lebih kurang Rp700 juta untuk beasiswa.

Baca Juga :  Di Forum Pendidikan Minang Diaspora Sedunia, Firdaus Abdullah Soroti Krisis Identitas dan Warisan Budaya Minangkabau

Sementara itu, Yendra Fahmi dikenal sebagai pengusaha dan filantropis asal Minangkabau yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Pada September 2020, Yendra Fahmi menyumbangkan Rp3 miliar untuk pembelian properti yang kini menjadi Surau Sydney Australia (SSA). Bantuan tersebut diberikan kepada Komunitas Minang Saiyo di Australia untuk pembangunan fasilitas keagamaan bagi masyarakat perantau Minang di Negeri Kanguru.

Tak hanya itu, melalui MDN-G, Yendra Fahmi juga mengalokasikan Rp500 juta untuk Program Beasiswa Ulama Minang Diaspora guna mendukung mahasiswa Minang yang menuntut ilmu agama di berbagai negara Timur Tengah seperti Mesir, Arab Saudi, Yaman, Maroko, Tunisia dan Yordania.

Selain mendukung program pendidikan, Yendra Fahmi melalui MDN-G juga menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban kebakaran di Pasar Bawah, Pasar Baso, serta Pasar Kambang di Pesisir Selatan sebesar Rp600 juta.

Selain itu, Minang Diaspora Global Network memberikan Anugerah Pengabdian Kemanusiaan Minangkabau kepada Jurnalis Uddin, Nurhayati Subakat dan Yendra Fahmi atas dedikasi dan pengabdian mereka kepada masyarakat dan kemanusiaan.

 

Acara turut dihadiri oleh Mufidah Jusuf Kalla, Mahyeldi Ansharullah, Denny Abdi, sastrawan dan penyair legendaris Indonesia Taufiq Ismail, Efa Yonnedi, serta sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, budayawan dan diaspora Minangkabau dari berbagai negara.

 

MDN-G juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sponsor, donatur dan komunitas perantau yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan silaturrahim tersebut sehingga berjalan lancar dan meriah.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru