BANDASAPULUAH.COM –
BANGGAI RAYA – Musim kemarau di Kabupaten Banggai diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Banggai baru memasuki musim hujan pada tahun 2027.
Prediksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi virtual antara Pemkab Banggai dan BMKG Provinsi Sulawesi Tengah melalui agenda Siaran Pers Prediksi Musim Hujan 2026/2027, Rabu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, turut serta dalam pertemuan tersebut mewakili Bupati Banggai.
Dalam paparan BMKG, awal musim hujan di Kabupaten Banggai secara umum diperkirakan baru terjadi pada Dasarian III yakni Maret 2027. Sedangkan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Juli 2027.
Namun tidak semua wilayah Banggai memiliki pola yang sama. Toili Barat diperkirakan menjadi salah satu wilayah yang akan memasuki musim hujan lebih awal, yakni sekitar bulan Desember 2026.
BMKG juga menjelaskan, hujan yang turun di sejumlah wilayah di Banggai bagian selatan, termasuk Kecamatan Moilong, belum bisa dijadikan pertanda dimulainya musim hujan secara umum.
Fenomena ini lebih dipengaruhi oleh pemanasan lokal dan kondisi geografis wilayah pesisir dan pegunungan.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Pemkab Banggai mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah menghadapi kondisi kemarau, khususnya terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Rifai Mahiwa menyampaikan pesan Bupati Banggai agar masyarakat ikut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.
“Bupati mengimbau dan berpesan kepada warga untuk tidak membakar hutan atau membuang sampah sembarangan. Saat ini hembusan angin cukup kencang sehingga sangat berpeluang memicu kebakaran besar,” ujarnya usai mengikuti rapat melalui Zoom.
Ditegaskannya, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan melakukan pembakaran sembarangan, apalagi saat kondisi lingkungan masih kering dan angin cukup kencang.
Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. “Siapapun yang sengaja melakukan pembakaran akan ditindak tegas,” tegasnya.
Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan, Pemkab Banggai juga mulai mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah saat memasuki masa peralihan musim.
Banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem menjadi sejumlah ancaman yang juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
BPBD bersama lintas sektor terus memperkuat koordinasi dan pemantauan kondisi daerah sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Dengan perkiraan musim hujan yang masih cukup jauh, kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan menjadi penting. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak hanya menunggu datangnya hujan, namun melakukan langkah pencegahan sejak dini. **/Amrillah
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






