BMKG Resmikan HF Radar Array Ujong Batee Aceh, Perkuat Observasi Maritim dan Mitigasi Bencana Pesisir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG Resmikan HF Radar Array Ujong Batee Aceh, Perkuat Observasi Maritim dan Mitigasi Bencana Pesisir - Siaran Pers

i

BMKG Resmikan HF Radar Array Ujong Batee Aceh, Perkuat Observasi Maritim dan Mitigasi Bencana Pesisir - Siaran Pers

BANDASAPULUAH.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meresmikan pengoperasian Radar Array Frekuensi Tinggi (HF) di Ujong Batee, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Kehadiran teknologi ini merupakan bagian dari upaya BMKG dalam memperkuat sistem observasi kelautan, meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi maritim, dan mendukung sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, pemasangan HF Radar Array di Ujong Batee melengkapi peralatan serupa yang telah dipasang di Lam Teungoh, Kabupaten Aceh Besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kombinasi kedua lokasi strategis tersebut memungkinkan BMKG memantau dinamika arus permukaan, gelombang, dan arah angin di perairan pantai utara Aceh secara lebih akurat dan terintegrasi.

“BMKG memasang HF Radar Array di Ujong Batee untuk memperkuat pemantauan dinamika lautan dengan jangkauan hingga 150 kilometer. Teknologi ini mampu memberikan informasi arus permukaan laut secara berkesinambungan dan mendukung pemantauan perubahan kondisi laut, termasuk sebagai sumber data pendukung dalam sistem deteksi dini tsunami. Informasi ini juga berguna untuk meningkatkan keselamatan pelayaran dan mendukung aktivitas masyarakat pesisir, khususnya nelayan,” kata Faisal di Aceh, Kamis (8/10).

Sejarah mencatat, Aceh sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi akibat aktivitas seismik dan dinamika atmosfer, seperti tsunami tahun 2004 dan Siklon Tropis Senyar. Oleh karena itu, BMKG menghadirkan HF Radar Array untuk memberikan informasi dan peringatan dini yang cepat, akurat dan berkualitas guna meminimalisir dampak bencana terhadap masyarakat.

Baca Juga :  Ilmuwan Menemukan Pola Glasial Mengejutkan yang Tersembunyi di Mars

Sistem HF Radar Array di Ujong Batee terkoneksi dengan pusat pengolahan data BMKG di Jakarta, dengan dukungan infrastruktur pengelolaan data yang dirancang untuk menjaga kelangsungan operasional sistem observasi dan memperoleh full backup dari pusat data BMKG di Bali yang dibangun dengan standar bangunan tahan gempa. Fasilitas di Ujong Batee ini merupakan bagian dari jaringan 10 lokasi HF Radar kerja sama Indonesia-Perancis.

Dengan beroperasinya alat modern tersebut, Provinsi Aceh kini didukung oleh dua teknologi radar utama milik BMKG, yakni Radar Cuaca C-Band dan HF Radar Array. Kehadiran teknologi canggih ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan efisiensi kegiatan penangkapan ikan, menjaga keselamatan pelayaran, dan memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi maritim.

Selain pengembangan infrastruktur observasi, BMKG terus meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami dan memanfaatkan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui program Sekolah Lapangan.

Program-program tersebut antara lain Sekolah Lapangan Cuaca Nelayan (SLCN) untuk meningkatkan pemahaman nelayan terhadap informasi cuaca laut, Sekolah Lapangan Iklim (SLI) untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor pertanian, dan Sekolah Lapangan Geofisika (SLG) untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman gempa bumi dan tsunami.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan di Provinsi Aceh, BMKG juga menyelenggarakan tiga Sekolah Lapangan terpadu untuk memperluas pemahaman masyarakat mengenai pemanfaatan informasi cuaca, iklim, dan mitigasi bencana.

Baca Juga :  Prabowo Punya Ribuan Hektar Lahan di Aceh, Tapi Tak Pernah Minta Maaf Soal Sawit

Wakil Duta Besar Perancis untuk Indonesia, Timor-Leste dan ASEAN, Fabrice Fize menjelaskan, peresmian HF Radar Array merupakan wujud nyata penguatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Perancis, khususnya dalam pengembangan teknologi observasi dan peningkatan ketahanan masyarakat terhadap risiko bencana.

Melalui sinergi ini, kedua belah pihak terus mengembangkan teknologi pemantauan dan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi dan dinamika iklim di wilayah pesisir Aceh. Proyek kolaborasi ini tidak hanya memperkuat kapasitas teknis pemantauan wilayah perairan, namun juga memperkuat kesiapan masyarakat dan pemerintah daerah dalam menghadapi risiko bencana secara lebih terukur.

“Kemitraan jangka panjang antara AFD dan BMKG mencerminkan semakin eratnya hubungan antara Perancis dan Indonesia, menyusul peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif oleh Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto di Paris pada 28 Mei 2026,” kata Fabrice Fize.

Country Director AFD untuk Indonesia, Sandrine Boucher, menegaskan kembali komitmen tersebut untuk mendukung mitigasi bencana dan melindungi masyarakat pesisir Aceh melalui kolaborasi teknologi radar maritim dengan BMKG.

Ia menambahkan, kerjasama ini merupakan contoh nyata kualitas hubungan kerjasama yang erat antara AFD dan BMKG. Ia optimis dapat melanjutkan dan memperluas dukungan untuk memperkuat ketahanan iklim dan keselamatan masyarakat pesisir di Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Baca Juga :  Tentara Israel mengatakan mereka membunuh warga Palestina saat berpatroli di wilayah Jenin

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Robby Irza mewakili Wakil Gubernur Aceh menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi maritim mengingat masyarakat Aceh memiliki keterikatan yang sangat kuat terhadap wilayah perairan. Nelayan bergantung pada laut untuk penghidupannya, masyarakat pesisir bergantung pada perekonomian kelautan, dan transportasi laut merupakan sarana vital yang menghubungkan wilayah kepulauan di Aceh.

Pemerintah Aceh menegaskan, keberadaan HF Radar Array bukan sekadar penghasil data teknis atau statistik, melainkan sarana penyelamatan nyawa dan penghidupan masyarakat. Data real-time mengenai arus dan gelombang secara langsung menentukan keputusan kapan nelayan harus melaut dan bagaimana kapal bernavigasi dengan aman.

BMKG menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, Deputi Bidang Meteorologi, Direktorat Meteorologi Maritim, dan tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG se-Aceh yang telah mendukung kelancaran proses perencanaan dan pengoperasian fasilitas ini.

BMKG mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga sekitar lokasi instalasi, untuk turut serta menjaga dan melindungi fasilitas Radar Array Ujong Batee HF. Partisipasi aktif masyarakat sangat penting agar alat pemantauan ini dapat beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi keselamatan kolektif.

 

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rapat KONI Tarakan Bahas Persiapan Porprov II Kaltara
Jelang MotoGP Mandalika 2026, Komdigi Siapkan Jaringan Internet untuk 200 Ribu Penonton
Lantik Tim Ahli Cagar Budaya, Ratu Dewa Minta Identitas Sejarah Palembang Dijaga
BULOG Lampaui Target Pengadaan Beras Nasional 2026, Realisasi Capai 4,11 Juta Ton
PWI Banten Kecam Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Serang, Minta Kasus Diusut Tuntas
Realisasi Anggaran Pendidikan Capai Rp 574,2 Triliun, Berikut Detail Penggunaannya
Mulai Tahun 2027, Kemendikbud Siapkan Dispensasi Bagi Guru Non-ASN
Data Jamsostek Bali Jangkau 652.858 Keluarga, Meutya Hafid: Digitalisasi Harus Permudah Masyarakat

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Rapat KONI Tarakan Bahas Persiapan Porprov II Kaltara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Jelang MotoGP Mandalika 2026, Komdigi Siapkan Jaringan Internet untuk 200 Ribu Penonton

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Lantik Tim Ahli Cagar Budaya, Ratu Dewa Minta Identitas Sejarah Palembang Dijaga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:49 WIB

PWI Banten Kecam Dugaan Penganiayaan Jurnalis di Serang, Minta Kasus Diusut Tuntas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Realisasi Anggaran Pendidikan Capai Rp 574,2 Triliun, Berikut Detail Penggunaannya

Berita Terbaru

Rapat KONI Tarakan Bahas Persiapan Porprov II Kaltara dan Persiapan Kaderisasi Pengurus – Metro Kaltara

Nasional

Rapat KONI Tarakan Bahas Persiapan Porprov II Kaltara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 10:21 WIB