BMKG memperkirakan musim kemarau di Banggai masih panjang

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BMKG memperkirakan musim kemarau di Banggai masih panjang

i

BMKG memperkirakan musim kemarau di Banggai masih panjang

BANDASAPULUAH.COM –

BANGGAI RAYA – Musim kemarau di Kabupaten Banggai diperkirakan masih akan berlangsung cukup lama. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian besar wilayah Banggai baru memasuki musim hujan pada tahun 2027.

Prediksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi virtual antara Pemkab Banggai dan BMKG Provinsi Sulawesi Tengah melalui agenda Siaran Pers Prediksi Musim Hujan 2026/2027, Rabu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, turut serta dalam pertemuan tersebut mewakili Bupati Banggai.

Dalam paparan BMKG, awal musim hujan di Kabupaten Banggai secara umum diperkirakan baru terjadi pada Dasarian III yakni Maret 2027. Sedangkan puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Juli 2027.

Baca Juga :  Dorongan Baru yang Menakjubkan untuk Melindungi 99% Kehidupan yang Tak Terlihat

Namun tidak semua wilayah Banggai memiliki pola yang sama. Toili Barat diperkirakan menjadi salah satu wilayah yang akan memasuki musim hujan lebih awal, yakni sekitar bulan Desember 2026.

BMKG juga menjelaskan, hujan yang turun di sejumlah wilayah di Banggai bagian selatan, termasuk Kecamatan Moilong, belum bisa dijadikan pertanda dimulainya musim hujan secara umum.

Fenomena ini lebih dipengaruhi oleh pemanasan lokal dan kondisi geografis wilayah pesisir dan pegunungan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Pemkab Banggai mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah menghadapi kondisi kemarau, khususnya terkait ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Rifai Mahiwa menyampaikan pesan Bupati Banggai agar masyarakat ikut menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

Baca Juga :  IAEA menandai kerusakan pada perisai pelindung pembangkit listrik tenaga nuklir Chornobyl Ukraina | Berita perang Rusia-Ukraina

“Bupati mengimbau dan berpesan kepada warga untuk tidak membakar hutan atau membuang sampah sembarangan. Saat ini hembusan angin cukup kencang sehingga sangat berpeluang memicu kebakaran besar,” ujarnya usai mengikuti rapat melalui Zoom.

Ditegaskannya, masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan melakukan pembakaran sembarangan, apalagi saat kondisi lingkungan masih kering dan angin cukup kencang.

Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan. “Siapapun yang sengaja melakukan pembakaran akan ditindak tegas,” tegasnya.

Selain ancaman kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan, Pemkab Banggai juga mulai mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi basah saat memasuki masa peralihan musim.

Baca Juga :  Dinamisme dan Progresivitas, Filosofi di Balik Logo bandasapuluah.com

Banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem menjadi sejumlah ancaman yang juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

BPBD bersama lintas sektor terus memperkuat koordinasi dan pemantauan kondisi daerah sebagai bagian dari upaya mitigasi untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Dengan perkiraan musim hujan yang masih cukup jauh, kewaspadaan terhadap kondisi lingkungan menjadi penting. Pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak hanya menunggu datangnya hujan, namun melakukan langkah pencegahan sejak dini. **/Amrillah

Baca berita lainnya di Google Berita


Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Raih 61 Medali di IMSO ke-23 Tahun 2026
Polemik Buku Islam ala Prabowo: Agama, Identitas Politik, dan Persepsi Publik
Turis Indonesia di Taman Nara Jepang Menjadi Viral, Diduga Memberi Makan Plastik ke Rusa
Evaluasi Kematangan SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN
Perkuat Karakter Al-Quran, Musriadi Dorong Implementasi Kurikulum Berbasis Diniyah
Harga Emas Antam di Pekanbaru Kembali Naik, Ini Harga Terbarunya
Percepat Informasi Bencana, Bupati Deli Serdang Terima Perangkat WRS dari BMKG – Sumut
BMKG Resmikan HF Radar Array Ujong Batee Aceh, Perkuat Observasi Maritim dan Mitigasi Bencana Pesisir

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Indonesia Raih 61 Medali di IMSO ke-23 Tahun 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Polemik Buku Islam ala Prabowo: Agama, Identitas Politik, dan Persepsi Publik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Turis Indonesia di Taman Nara Jepang Menjadi Viral, Diduga Memberi Makan Plastik ke Rusa

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Evaluasi Kematangan SPIP 2026, Kantah Kabupaten Tangerang Terima Kunjungan BPKP dan Biro OrtalaMR Kementerian ATR/BPN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:39 WIB

BMKG memperkirakan musim kemarau di Banggai masih panjang

Berita Terbaru

Tim Indonesia yang tampil di ajang International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 tahun 2026.(MI/HO)

Nasional

Indonesia Raih 61 Medali di IMSO ke-23 Tahun 2026

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:42 WIB

BMKG memperkirakan musim kemarau di Banggai masih panjang

Nasional

BMKG memperkirakan musim kemarau di Banggai masih panjang

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:39 WIB