Jejak Orang Tionghoa di Batang Kapas dan Painan

Sabtu, 25 April 2026 - 15:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keberadaan pria Tionghoa ini menunjukkan bahwa Painan juga menjadi salah satu tempat tinggal komunitas Tionghoa pada masa itu. Lebih jauh lagi, jika mengacu pada kebiasaan orang Tionghoa yang cenderung hidup berkelompok dalam suatu wilayah, dapat diasumsikan bahwa terdapat sejumlah orang Tionghoa lain yang menetap di Pasar Painan.

Kehidupan mereka kemungkinan besar berkisar pada aktivitas perdagangan seperti orang-orang Tionghoa di beberapa daerah di Pesisir Selatan, mengingat peran penting yang biasanya dimainkan oleh komunitas Tionghoa di berbagai daerah Sumatra Barat pada masa itu.

Sementara itu, berdasarkan keputusan Gubernur Sumatra Westkus tahun 1884 yang disampaikan tadi, wilayah untuk orang Tionghoa di Painan, ibu kota Afdeeling Painan, dibatasi oleh jalan sepanjang pantai laut di sebelah barat dan selatan, sawah milik orang Melayu Si Begen di sebelah selatan dan timur, serta pekarangan orang Melayu dan jalan militer menuju Batangkapas di sebelah timur dan utara, sementara di sebelah barat dan timur terdapat kebun kelapa milik orang bernama Radja Kabaw.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jejak keberadaan orang Tionghoa di Pesisir Selatan juga tercatat dalam peristiwa banjir bandang hebat yang melanda daerah tersebut pada penghujung tahun 1915. Banjir ini terjadi pada tanggal 27-28 Desember 1915, sebagaimana dilaporkan oleh Controleur B.A. Bruins.

Surat kabar De Sumatra Post edisi 31 Desember 1915 juga memuat kabar duka akibat banjir bandang yang disebabkan oleh meluapnya Batang Salido.

Dalam surat kabar itu, disebutkan bahwa seorang Tionghoa dan enam perempuan pribumi terbawa arus deras. Dari jumlah tersebut, tubuh seorang Tionghoa dan satu perempuan pribumi ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, sementara empat orang lainnya tidak pernah ditemukan jejaknya.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ke Rumah Pewaris dan Makam Pewaris Sultan Tarusan.
Jejak Keindahan Pesisir Selatan dalam Catatan Penjelajah Asing
Perburuan Zaini Zen Gagal, Lumpo Dibombardir Belanda
Kala Surantih, Amping Parak dan Kambang Melawan Belanda Tahun 1745
Sultan Indra Azhir Osman Seuntai Salam Sinopsis Kesultanan Indrapura
Selayang Pandang Cimpu
Pertalian Darah Pesisir Selatan dengan Kesultanan Brunei Darussalam
Gejolak PRRI di Surantih: Kayu Aro Jadi Lautan Api

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 15:05 WIB

Jejak Orang Tionghoa di Batang Kapas dan Painan

Selasa, 7 Oktober 2025 - 07:25 WIB

Ke Rumah Pewaris dan Makam Pewaris Sultan Tarusan.

Senin, 14 April 2025 - 16:43 WIB

Jejak Keindahan Pesisir Selatan dalam Catatan Penjelajah Asing

Minggu, 23 Maret 2025 - 22:12 WIB

Perburuan Zaini Zen Gagal, Lumpo Dibombardir Belanda

Jumat, 21 Maret 2025 - 15:17 WIB

Kala Surantih, Amping Parak dan Kambang Melawan Belanda Tahun 1745

Berita Terbaru