Diskusi Budaya Menjadi Ruang Menjaga Harmoni dan Melestarikan Kebudayaan Melayu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi Budaya Menjadi Ruang Menjaga Harmoni dan Melestarikan Kebudayaan Melayu

i

Diskusi Budaya Menjadi Ruang Menjaga Harmoni dan Melestarikan Kebudayaan Melayu

BANDASAPULUAH.COM –

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. DISKOMINFO BATAM / RUMAWI PR

Diskominfo Batam – Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengajak masyarakat menjaga persatuan, menjaga keberagaman, dan melestarikan budaya Melayu sebagai identitas daerah. Ajakan itu ia sampaikan saat menghadiri Diskusi Budaya bertajuk “Merajut Ukhuwah, Menjaga Harmoni Keberagaman dengan Memadukan Seni dan Budaya Melayu” di Lapangan Olah Raga Vitka, Tiban, Sabtu (10/10/2026) malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini melibatkan Lembaga Adat Melayu (LAM) dari enam kecamatan, yakni Sekupang, Belakang Padang, Batu Aji, Sagulung, Lubuk Baja, dan Batu Ampar. Selain sebagai ajang berkumpul, Sembang Budaya juga memberikan ruang untuk memperkenalkan tradisi Melayu, menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda, dan mempererat hubungan antar masyarakat.

Dalam sambutannya, Amsakar menekankan bahwa adat istiadat dan budaya merupakan bagian penting dari identitas suatu masyarakat. Menurutnya, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam menjaga warisan budaya dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Baca Juga :  LANGSUNG: Pasukan Israel terus melakukan pembongkaran dan penghancuran di sekitar Kota Gaza | Berita Gaza

“Ini adalah upaya kami untuk mendefinisikan identitas negara secara jelas,” kata Amsakar.

Dijelaskannya, seni dan budaya Melayu mengandung nilai-nilai yang relevan dalam kehidupan bermasyarakat, seperti sopan santun, saling menghormati, dan mengutamakan musyawarah. Nilai-nilai tersebut menjadi modal sosial untuk mempererat persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang mewarnai kehidupan masyarakat Batam.

Amsakar juga mengingatkan, pelestarian budaya memerlukan keterlibatan semua pihak. Dengan demikian, tradisi Melayu tidak hanya menjadi bagian dari sejarah saja, namun tetap dikenal, dipahami dan diamalkan oleh generasi muda.

“Kebudayaan Melayu harus terus kita jaga dan lestarikan. Jangan sampai generasi muda hanya mengetahui budaya dari cerita saja, tapi juga harus memahami, mencintai dan turut serta mewariskannya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti Sembang Budaya ini dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap warisan tradisional daerah sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap identitas budaya Batam. Pertemuan lintas komunitas melalui kegiatan seni dan budaya juga dinilai penting untuk membangun komunikasi dan mempererat persaudaraan.

Baca Juga :  Beasiswa untuk 1.000 Santri 2024 Dibuka, Ini Syarat dan Ketentuannya

“Perbedaan bukan menjadi alasan kita untuk terpecah belah, namun justru menjadi kekuatan untuk saling mengenal, menghargai dan membangun Batam bersama,” tambah Amsakar.

Menurutnya, keberagaman perlu diperlakukan sebagai kekuatan sosial yang mendukung pembangunan daerah. Sikap saling menghargai dan semangat gotong royong merupakan bagian penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, dan harmonis.

Sementara itu, Ketua LAM Provinsi Kepri, Kota Batam, HE H. Raja Muhammad Amin menegaskan, persatuan merupakan landasan penting untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang aman, tenteram, dan sejahtera.

Ia mengajak lembaga adat, organisasi masyarakat (ormas), dan asosiasi untuk memperkuat komunikasi dan membangun kerja sama yang berkelanjutan. Menurutnya, keberagaman suku dan budaya yang ada di Batam merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.

“Batam bukan sekedar desaku atau desa kita, tapi Batam adalah desa kita bersama,” kata Raja Amin.

Ia menilai semangat kebersamaan sejalan dengan cita-cita menjadikan Batam sebagai Kota Dunia Sipil. Untuk mewujudkan hal tersebut, seluruh elemen masyarakat perlu mengedepankan persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan tanpa memandang latar belakang.

Baca Juga :  Pemimpin kudeta di Guinea-Bissau melantik presiden dan Embalo tiba di berita Senegal

Selain menampilkan seni dan budaya, Sembang Budaya juga diramaikan dengan bazar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bazar ini menjadi peluang bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produknya sekaligus menjangkau lebih banyak konsumen.

Kehadiran bazar tersebut melengkapi kegiatan yang tidak hanya fokus pada pelestarian budaya, namun juga membuka ruang promosi usaha masyarakat. Dengan cara ini, kegiatan budaya dapat membantu mendukung kegiatan ekonomi lokal.

Melalui Diskusi Budaya diharapkan menjaga adat istiadat, mempererat tali persaudaraan dan mendukung UMKM dapat berjalan beriringan. Kebudayaan Melayu diharapkan terus hidup dalam keseharian masyarakat dan menjadi bagian penting dalam membangun Batam yang harmonis, berbudaya dan sejahtera. (Humas Diskominfo Batam/Yogi Septiyan)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa M5.7 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami
Asah Berpikir Kritis, Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Kelas IPS Sumber Sejarah bagi Narapidana – Wartanesia.com
Liang Wenfeng, Jenius Matematika Jadi Bos AI Tiongkok Senilai Rp 715 T
Apakah mahasiswa pendidikan yang mengejar gelar master di luar negeri harus mengembalikan biaya sekolah?
Bangga Membatik, Melestarikan Warisan Budaya Indonesia – Panduan Acara
Siswa SKB Purwakarta Paket C Belajar Sosiologi dan Matematika di Gunung Hejo
Menjelajahi Komplek Candi Penataran Blitar, peninggalan sejarah lintas kerajaan
Peserta TKA Menjalani Latihan Bersih Sebelum Ujian Utama

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gempa M5.7 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Diskusi Budaya Menjadi Ruang Menjaga Harmoni dan Melestarikan Kebudayaan Melayu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Asah Berpikir Kritis, Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Kelas IPS Sumber Sejarah bagi Narapidana – Wartanesia.com

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Liang Wenfeng, Jenius Matematika Jadi Bos AI Tiongkok Senilai Rp 715 T

Minggu, 11 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Apakah mahasiswa pendidikan yang mengejar gelar master di luar negeri harus mengembalikan biaya sekolah?

Berita Terbaru