Gempa M5.7 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa M5.7 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

i

Gempa M5.7 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

BANDASAPULUAH.COM –

Ilustrasi foto getaran gempa yang terekam di seismograf. – istock

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harianjogja.com, SUKABUMI—Gempa tektonik berkekuatan 5,7 SR mengguncang wilayah barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (11/10/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami.

Berdasarkan data resmi BMKG di Jakarta, gempa terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Hasil analisis menunjukkan episentrum gempa berada di laut, sekitar 193 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi.

BMKG mencatat gempa tergolong dangkal dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut. Berdasarkan hasil pemodelan, guncangan tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di sepanjang pantai selatan Jawa Barat.

Baca Juga :  Lima orang ditangkap karena rencana menyerang pasar Natal Jerman

Meski tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat di kawasan pesisir Sukabumi dan sekitarnya diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diimbau mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan setelah guncangan utama.

BMKG Imbau Warga Cek Kondisi Bangunan

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi bangunan tempat tinggal pasca gempa. Penghuni diharapkan memeriksa integritas struktural rumah mereka sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

Pemeriksaan ini menjadi salah satu langkah yang perlu diperhatikan masyarakat setelah mengalami syok. Selain itu, warga diminta mencermati perkembangan informasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa berkekuatan 5,7 SR tersebut.

Baca Juga :  Foto Andrew berbaring di pangkuan Sandringham dalam file Epstein baru

Mitigasi bencana gempa bumi sangat penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang serius.

Langkah-langkah mitigasi ini terbagi dalam tahapan sebelum bencana terjadi, seperti identifikasi jalur evakuasi, pembangunan struktur bangunan tahan gempa, dan pengamanan furnitur berat di dalam ruangan agar tidak mudah roboh. Selain itu, masyarakat juga perlu rutin mengikuti simulasi penyelamatan diri untuk membangun kesiapan mental dan fisik dalam menghadapi situasi darurat setiap saat.

Apabila terjadi gempa secara tiba-tiba, langkah mitigasi yang harus dilakukan adalah tetap tenang dan segera melindungi diri dengan berlindung di bawah meja kokoh atau menjauhi kaca dan benda gantung.

Baca Juga :  Dua pemuda tewas terkena peluru pendudukan di Hebron karena diduga melakukan serangan serudukan

Jika Anda beraktivitas di luar ruangan, segera cari tempat terbuka yang jauh dari tiang listrik, pepohonan, atau gedung tinggi. Setelah guncangan mereda, evakuasi diri secara tertib ke tempat berkumpul yang aman dengan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

Simak berita dan artikel lainnya di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami tersedia di Epaper Harian Jogja.

Sumber: Antara

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

XVI Provinsi Sumbar Resmi Dimulai, Kabupaten Solok Menjadi Tuan Rumah Cabor Karate
Ada “Si TAKA” sebagai Maskot Provinsi Kalimantan Timur VII, Ini Artinya
Diskusi Budaya Menjadi Ruang Menjaga Harmoni dan Melestarikan Kebudayaan Melayu
Asah Berpikir Kritis, Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Kelas IPS Sumber Sejarah bagi Narapidana – Wartanesia.com
Liang Wenfeng, Jenius Matematika Jadi Bos AI Tiongkok Senilai Rp 715 T
Apakah mahasiswa pendidikan yang mengejar gelar master di luar negeri harus mengembalikan biaya sekolah?
Bangga Membatik, Melestarikan Warisan Budaya Indonesia – Panduan Acara
Siswa SKB Purwakarta Paket C Belajar Sosiologi dan Matematika di Gunung Hejo

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:50 WIB

XVI Provinsi Sumbar Resmi Dimulai, Kabupaten Solok Menjadi Tuan Rumah Cabor Karate

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Ada “Si TAKA” sebagai Maskot Provinsi Kalimantan Timur VII, Ini Artinya

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gempa M5.7 Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Diskusi Budaya Menjadi Ruang Menjaga Harmoni dan Melestarikan Kebudayaan Melayu

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Asah Berpikir Kritis, Lapas Narkotika Karang Intan Gelar Kelas IPS Sumber Sejarah bagi Narapidana – Wartanesia.com

Berita Terbaru