Bobibos Siap Produksi di Timor Leste Didukung Pemerintah Daerah, di Indonesia Masih Tersandung Regulasi

Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bobibos Siap Produksi di Timor Leste Didukung Pemerintah Daerah, di Indonesia Masih Tersandung Regulasi

i

Bobibos Siap Produksi di Timor Leste Didukung Pemerintah Daerah, di Indonesia Masih Tersandung Regulasi

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Inovasi biofuel berbahan dasar jerami atau Bobibos kembali menjadi sorotan.

Setelah viral di Indonesia karena klaim ramah lingkungan dan efisiensi tinggi.

Kini publik dihebohkan dengan kabar bahwa produk ini justru akan diproduksi massal di Timor Leste, bukan di Indonesia tempat teknologi ini dikembangkan.

Bobibos yang digagas oleh Tim Bobibos dan akademisi dalam negeri sebenarnya dirancang sebagai solusi bahan bakar alternatif yang lebih terjangkau dan rendah emisi.

Namun perjalanan mengkomersialkan produk ini di Indonesia tidak semulus yang dibayangkan.

Di tengah antusiasme masyarakat, muncul kenyataan bahwa regulasi di Indonesia belum siap memberikan ruang bagi inovasi berbasis jerami.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum menetapkan jerami sebagai sumber bioenergi resmi.

Tanpa payung peraturan ini, Bobibos tidak dapat diproduksi dan didistribusikan secara legal di Indonesia.

Uji teknis dan sertifikasi masih berlangsung sehingga proses perizinan berjalan lambat. Hal inilah yang membuat Bobibos mencari peluang di luar negeri.

Baca Juga :  Dikritik Seskab Teddy, Gerakan Rakyat Tetap Desak Pemerintah Tetapkan Status Bencana Nasional Sumatera

Meskipun Indonesia masih mempertimbangkan tindakan administratif, kejutan datang dari negara tetangga untuk pabrik dan gudang produksi.

Tak berhenti sampai disitu, Bobibos juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan mitra lokal di Timor Leste.

“Produksi pertama rencananya akan diresmikan langsung oleh Perdana Menteri Timor Leste dan dihadiri oleh Presiden Timor Leste. Ini bukti keseriusan mereka,”

kata Mulyadi, pelatih bobibos, dikutip cornersatu.id dari republika.co.id 27/12/2025

Perjanjian ini mencakup pembangunan fasilitas produksi dan rencana distribusi biofuel untuk kebutuhan energi dalam negeri.

Bahkan disebutkan bahwa Perdana Menteri dan Presiden Timor Leste akan hadir pada peresmian produksi pertama sebagai bentuk dukungan politik penuh.

Kecepatan respons Timor Leste mengejutkan banyak orang di Indonesia.

Apalagi, produksi massal Bobibos di Tanah Air ditargetkan bisa dimulai pada 2026.

Baca Juga :  KSAD Maruli meminta media tidak membeberkan kekurangan pemerintah dalam penanganan bencana Sumatera

Dengan kata lain, inovasi yang lahir di Indonesia justru akan “lahir” secara industri di negara tetangga.

Fenomena ini menimbulkan pertanyaan publik.

Bagaimana inovasi anak bangsa bisa mendapat panggung besar di luar negeri, sedangkan di dalam negeri masih menunggu kepastian regulasi?

Padahal, jika diproduksi di Indonesia, Bobibos berpotensi menciptakan lapangan kerja baru, menghidupkan kembali ekosistem bioenergi, dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Di sisi lain, Bobibos menyatakan siap kembali berproduksi di Indonesia jika pemerintah segera merumuskan aturan yang jelas.

Mereka menegaskan, tujuan utamanya tetap mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat Indonesia.

Namun, Timor Leste dinilai perlu mengambil langkah agar teknologi tidak berhenti sebatas ide saja.

BRIN juga menunjukkan minat untuk menguji lebih lanjut formula Bobibos untuk memastikan standar keamanan dan kualitasnya.

Namun sekali lagi, tahapan penelitian dan sertifikasi memerlukan waktu.

Sementara itu, langkah cepat yang dilakukan Timor Leste menunjukkan bahwa negara ini melihat peluang besar dalam biofuel jerami.

Baca Juga :  BMKG memperkirakan musim kemarau di Banggai masih panjang

Dukungan pemerintah pada tingkat tertinggi merupakan sinyal kuat bahwa mereka siap menjadi pusat produksi energi berbasis jerami di wilayah tersebut.

Dalam situasi ini, publik menyoroti kesenjangan kecepatan antara negara pembuat inovasi dan negara pengguna.

Bobibos adalah contoh nyata bagaimana teknologi lokal dapat berkembang pesat di luar negeri jika peraturan dalam negeri bergerak terlalu lambat.

Kini perhatian tertuju pada pemerintah Indonesia.

Akankah Indonesia mengikuti langkah Timor Leste dan memberikan ruang bagi Bobibos untuk berkembang di tanahnya sendiri?

Baca Juga:

Skema Gaji Tunggal ASN Ditargetkan Berlaku 2026, Simak Penjelasan Lengkapnya

Ataukah inovasi ini akan terus maju di negara lain sementara Indonesia hanya menjadi penonton?***

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru