Legislator Nasdem Desak Menteri Kehutanan Cabut Izin Perusahaan Nakal Pemicu Banjir Sumut

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Legislator Nasdem Desak Menteri Kehutanan Cabut Izin Perusahaan Nakal Pemicu Banjir di Sumut

i

Legislator Nasdem Desak Menteri Kehutanan Cabut Izin Perusahaan Nakal Pemicu Banjir di Sumut

BANDASAPULUAH.COM -Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni didesak mengambil langkah tegas dalam menangani permasalahan perusakan hutan yang ditengarai memperparah bencana di Sumatera.

Contoh 300x600

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Arif Rahman menegaskan permasalahan ini tidak bisa disederhanakan hanya dengan data teknis atau angka administratif belaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang meninggal 800 orang. Masih banyak yang belum ditemukan. Masih banyak yang terdampak. Harus ada ketegasan dari kita semua, terutama Menteri Kehutanan sebagai pemangku langsung yang menangani permasalahan hutan, tegas Arif kepada wartawan, Sabtu 6 Desember 2025.

Baca Juga :  Banjir Merendam 15 Lingkungan di Jaktim akibat Sungai Ciliwung Meluap, Ketinggiannya Capai 80 Cm

Arif menilai solusi yang disampaikan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni kepada publik terlalu teknokratis dan tidak menyentuh substansi permasalahan.

“Menurut saya, ini bukan solusi. Ini bicara angka-angka macam-macam, karena kalau kita lihat kejadian yang terjadi, ini bicara soal kemanusiaan,” tegas legislator Nasdem itu.

Baca Juga :  Israel melanggar gencatan senjata di Gaza karena alasan yang 'dibuat-buat', kata presiden Turki – BANDASAPULUAH.COM

Arif juga menyoroti terbatasnya hutan produksi di kawasan pegunungan yang dinilainya turut berperan memperparah dampak bencana. Ia juga mendesak pencabutan izin pengelolaan yang bermasalah.

Ⓒ Hak cipta foto diatas dikembalikan kepada pemilik foto

Saya berharap ada ketegasan dari Menteri Kehutanan agar hutan produksi terbatas, khususnya di pegunungan, dicabut begitu saja. Karena dampaknya sudah terlihat, sangat terlihat, ujarnya.

Selain menuntut tindakan tegas, Arif meminta pemerintah benar-benar mencari solusi jangka panjang agar bencana serupa tidak terulang kembali. Ia menolak narasi yang menyalahkan faktor alam saja.

Baca Juga :  Kisah Soedjono Hoemardani, Dukun Jenderal, Menteri Mistik, dan Penasihat Spiritual Soeharto

“Kalau terulang lagi, kasihan sekali. Yang dituduh iklim dituduh curah hujan. Padahal iklim dan curah hujan tidak ada yang salah, tapi kita yang menyalahkannya,” tutupnya.

Agensi Digital JetMedia

Contoh 300250

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru