Beda Pilihan Investor Otoritas Tambang Bikin Kekacauan di PBNU

Jumat, 28 November 2025 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beda Pilihan Investor Otoritas Tambang Bikin Kekacauan di PBNU

i

Beda Pilihan Investor Otoritas Tambang Bikin Kekacauan di PBNU

BANDASAPULUAH.COM -Kekacauan di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi perbincangan hangat. Tak hanya di kalangan Nahdliyin, ketegangan internal dan perselisihan di level elite PBNU juga menyita perhatian publik.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Ulil Absar Abdalla melalui podcast Gaspol mengungkap akar masalah perpecahan di tubuh PBNU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Menurut dia, perpecahan tersebut disebabkan oleh perbedaan pandangan antara Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Baca Juga :  Kapolda Babel Buka Pelatihan Operasi Tambang Menumbing 2025, Tekankan Pentingnya Kehadiran Polisi dalam Pelestarian Alam

Usut punya usut, perbedaan tersebut terkait dengan investor yang akan membantu pengurusan izin pertambangan yang diberikan pemerintah kepada PBNU.

Nah, perbedaan pandangan antara Gus Yahya dan Gus Ipul itulah yang membuat hubungan ini bermasalah, kata Gus Ulil seperti dikutip redaksi di Jakarta, Jumat 28 November 2025.

Gus Yahya disebut ingin mengganti investor sesuai keinginan pemerintah saat ini. Pasalnya, investor sebelumnya dianggap tidak memiliki posisi politik yang kuat.

Baca Juga :  Kejati Jatim Sita Rp 47 Miliar dan 400.000 Dolar AS Terkait Korupsi Pelabuhan Probolinggo

Meski demikian, Gus Ipul tetap ingin mempertahankan investor lama, karena sudah berhubungan sejak era kepemimpinan mantan Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi.

“Pada masa Pak Jokowi, ada investor tertentu yang ditunjuk untuk mengelola tambang ini. Kekuatan baru ini membutuhkan investor lain,” jelasnya.

Gus Yahya ingin investor yang mengelola konsesi pertambangan PBNU mendapat restu pemerintah.

Baca Juga :  Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Alasannya, PBNU sejalan dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan tidak berbeda pandangan.

“Tapi Gus Ipul punya prinsip lain, karena kita sudah sepakat dengan investor lama, kita gabung dengan investor lama dan kebetulan investor lama ini memang investor yang posisinya kurang bagus secara politik sekarang,” ujarnya.

Agensi Digital JetMedia

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru