Longsor Tewaskan Empat Nyawa Satu Keluarga di Tapanuli Tengah, Banjir Bandang Juga Ancam Sibolga

Rabu, 26 November 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Longsor Tewaskan Empat Nyawa Satu Keluarga di Tapanuli Tengah, Banjir Bandang Juga Ancam Sibolga

i

Longsor Tewaskan Empat Nyawa Satu Keluarga di Tapanuli Tengah, Banjir Bandang Juga Ancam Sibolga

BANDASAPULUAH.COM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga selama dua hari terakhir memicu banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah titik.

Di Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, empat warga satu keluarga ditemukan tewas setelah rumahnya tertimbun material longsor, Selasa (25/11/2025) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Peristiwa itu terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi turun tanpa henti sejak Senin malam.

Kontur perbukitan di sekitar desa yang labil membuat pergerakan tanah mudah terjadi.

Baca Juga :  Mungkinkah penangkapan lokal PM Israel di New York dimungkinkan secara hukum berdasarkan hukum internasional? – Pemantau Timur Tengah

Pada dini hari, tebing di belakang rumah keluarga tersebut ambruk sehingga membawa lumpur, batu, dan potongan kayu menimpa bangunan yang berada tepat di bawahnya.

Warga yang mendengar suara gemuruh berusaha mendekat, namun kondisi gelap dan hujan deras menghambat upaya penyelamatan.

Rekaman yang beredar warga memperlihatkan detik-detik material longsor kembali bergerak, menyoroti kondisi kawasan yang belum stabil.

Petugas gabungan dari BPBD, polisi, dan masyarakat kemudian melakukan evakuasi jika cuaca memungkinkan.

Keempat korban ditemukan tak jauh dari lokasi rumahnya.

Baca Juga :  Miliarder Jared Isaacman Dikukuhkan sebagai Kepala NASA

Selain longsor, banjir bandang juga melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.

Meluapnya air dari hulu menyebabkan sejumlah pemukiman warga terendam, sedangkan akses jalan di sejumlah titik terputus akibat tumpukan lumpur dan kayu.

Warga yang berada di bantaran sungai diminta mengungsi sementara untuk menghindari kemungkinan banjir susulan.

Polisi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lereng bukit dan aliran sungai untuk tetap waspada.

Curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan sehingga potensi pergerakan tanah dan banjir bandang masih bisa terjadi.

Baca Juga :  Warga membutuhkan bahan pangan, Erick Thohir bahkan berencana mengirimkan peralatan olahraga untuk korban banjir

Pihak berwenang juga meminta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah seperti retakan baru, pepohonan mulai miring, atau suara gemuruh yang berasal dari perbukitan.

Upaya pembersihan material longsor dan pendataan kerusakan terus dilakukan tim gabungan.

Pemerintah daerah menyatakan akan memastikan terpenuhinya kebutuhan darurat warga terdampak, termasuk hunian sementara bagi keluarga yang rumahnya berada di zona rawan longsor.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru