Sejak Lama Mundur Jadi Pengacara Dr Tifa dalam Kasus Ijazah Jokowi, Ini Sosok Ahmad Khozinudin

Minggu, 23 November 2025 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejak Lama Mundur Jadi Pengacara Dr Tifa dalam Kasus Ijazah Jokowi, Ini Sosok Ahmad Khozinudin

i

Sejak Lama Mundur Jadi Pengacara Dr Tifa dalam Kasus Ijazah Jokowi, Ini Sosok Ahmad Khozinudin

– Tersangka kasus sertifikat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dokter Tifa, akhirnya mengungkap Ahmad Khozinudin bukan lagi pengacaranya.

Dokter Tifa awalnya membantah tudingan dirinya dan Rismon Sianipar telah mencabut kewenangannya atas Ahmad Khozinudin dalam menangani kasus ijazah Jokowi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui cuitan di media sosial X (Twitter), Dokter Tifa menjelaskan sebenarnya kronologis kejadian antara dirinya dan Ahmad Khozinudin.

Berikut penjelasan Dokter Tifa.

1. Saya mengapresiasi perhatian media terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Namun perlu saya luruskan informasi yang beredar saat ini: istilah “pencabutan surat kuasa” kurang tepat digunakan dalam konteks saya, karena kurang lebih lima bulan yang lalu, Sdr. Ahmad Khozinudin dkk secara sepihak mencabut bantuannya sebagai kuasa hukum saya.

Dengan demikian, secara faktual dan administratif, saya tidak lagi menjadi klien Tim pada masa pemeriksaan saat ini.

2. Sejak berakhirnya pendampingan, saya didampingi penuh oleh Tim Pembela Penegak Hukum (PPK) yang dikoordinasikan oleh Bapak Abdullah Alkatiri dan Dr. M. Taufiq. Mereka mendampingi saya sepanjang proses, termasuk pemeriksaan tanggal 13 November 2025 dan kewajiban pelaporan yang saya laksanakan hingga saat ini.

Dengan dukungan tim ini, saya melangkah maju dengan tenang, profesional, dan fokus pada substansi akademik yang menjadi tanggung jawab saya sejak awal.

3. Saya terus menjaga hubungan baik dengan semua pihak yang telah membantu dalam perjalanan ini, termasuk Bapak Ahmad Khozinudin dkk. Tidak ada konflik atau masalah pribadi.

Baca Juga :  Ahman Nurdin Sampaikan Terima Kasih atas Kepemimpinan Zulhendri Chaniago dan Pengurus DPP PKPS Masa Bakti 2019–2024

Namun, saya juga wajib memastikan informasi publik tetap akurat, karena saya tidak ingin ada orang yang terseret ke dalam narasi yang tidak sesuai kenyataan.

Perjuangan ini sejak awal adalah perjuangan untuk kebenaran dan keadilan, bukan untuk menimbulkan kesalahpahaman baru.

Siapakah Ahmad Khozinudin?

Ahmad Khozinudin dikenal sebagai advokat yang kerap menangani kasus-kasus kontroversial.

Namanya mencuat pada tahun 2024 saat menjadi pengacara 20 pihak yang menggugat PIK 2 dalam kasus pagar laut.

Gugatan tersebut menetapkan delapan pihak sebagai tergugat.

Mereka antara lain Aguan sebagai Tergugat I, CEO Salim Group Anthony Salim sebagai Tergugat II, PT Pantai Indah Kapuk II Tbk sebagai Tergugat III, dan PT Kukuh Mandiri Lestari sebagai Terdakwa IV.

Nama Presiden Joko Widodo juga tercantum sebagai Terdakwa V. Disusul Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai Tergugat VI, Ketua Apdesi Surta Wijaya sebagai Tergugat VII, dan Maskota HJS—mantan Ketua Apdesi—sebagai Terdakwa VIII.

Dalam gugatannya, Ahmad Khozinudin meminta proyek PIK 2 dihentikan.

Selain itu, mereka menuntut ganti rugi senilai Rp612 triliun.

Tak hanya itu, Ahmad Khozinudin juga tergabung dalam tim pengacara Bambang Tri Mulyono.

Pria asal Blora ini dikenal sering menantang ijazah Presiden Joko Widodo.

Pada tahun 2022, Ahmad kembali mendampingi Bambang Tri dalam kasus dugaan ujaran kebencian.

Dalam dunia hukum dan opini publik, ia kerap menyebut dirinya sebagai penulis politik.

Melalui akun Instagramnya @ahmadkhozinudin_channel, ia kerap mengkritik berbagai isu.

Baca Juga :  Rapper bor Kay Flock tidak bisa menjadi bos geng karena 'cacat intelektual': pengacara

Meski begitu, akhir-akhir ini akun tersebut terkesan jarang aktif.

Selain kasus-kasus besar yang pernah ditanganinya, Ahmad Khozinudin juga pernah menjabat sebagai Ketua Koalisi Advokat Persaudaraan dan Umat (KPAU).

Pernah menuduh Jokowi

Ahmad Khozinudin pernah menuding Jokowi sebagai ‘orang besar’ di balik tidak dieksekusinya Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet), Silfester Matutina.

Ahmad Khozinudin mengatakan, alasan Silfester hingga saat ini belum dieksekusi karena ada faktor politik dan ada “orang besar” di belakang Silfester.

Ahmad pun menuding ada peran Jokowi di balik semua itu.

Apalagi, Silfester sebelumnya dinilai dekat dengan Jokowi karena ia mengajukan diri untuk mencalonkan Jokowi sebagai Ketua Umum Solmet. Kemudian pada tahun 2019, Jokowi juga masih menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

“Kalau nyambung secara politik karena kakak Silfester Matutina adalah relawan Jokowi melalui Solmet Solidaritas Merah Putih dan tahun 2019 posisi Jokowi adalah presiden, maka secara politik Jokowi adalah orang besar dan patut kita curigai bahwa Jokowi adalah orang besar di balik tidak dieksekusinya Silfester Matutina,” kata Ahmad, YouTube Official iNews, Jumat (15/8/2025).

Namun pernyataan Ahmad kemudian dibantah Andi karena menurutnya tidak ada korelasinya.

Apalagi, saat ini Jokowi sudah tidak punya kekuasaan apa pun karena sudah lengser.

“Jadi betul semua yang berhubungan dengan Pak Jokowi itu seksi sekali. Bagaimana bisa dikatakan ada orang besar Pak Jokowi? Dia sudah tidak berkuasa lagi kan, korelasinya di mana?” ujarnya, dikutip dari YouTube Official iNews, Jumat.

Baca Juga :  Bahkan Anjing Kecil Seperti Chihuahua Membawa DNA Serigala

Andi lantas mengatakan, jika kubu Roy Suryo ingin mengetahui siapa sosok di balik Silfester seperti yang mereka sebutkan, sebaiknya tanyakan langsung ke Kejaksaan Agung.

Jadi, jangan terus-menerus mengatakan dan mengklaim bahwa Jokowi adalah “orang besar” di balik Silfester, tanpa bukti apa pun.

“Sebenarnya paling enak, paling mudah, tanya saja ke Kejaksaan. Tanya saja langsung ke Kejaksaan lho, kita bisa cari tahu siapa orang (orang besar) itu. Jangan bilang di belakangmu itu ada Jokowi.”

Andi juga mengatakan, kubu Roy Suryo hanya terus berusaha mencari celah atas kesalahan yang dilakukan Jokowi.

“Jokowi juga bilang kalau Jokowi salah, jangan seperti itu. Khozinudin dari dulu jadi teladan, mencari celah untuk masuk ke sana,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam acara Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Selasa (12/8/2025), Khozinudin menyebut Silfester mendapat perlindungan karena kedekatannya dengan Jokowi.

Presiden saat itu, Joko Widodo (orang besar itu), karena kita tahu relasinya, Silfester Matutina adalah Ketua Solmet (Solidaritas Merah Putih) yang mendukung kakak Joko Widodo mati-matian, kata Khozinudin.

Ia menambahkan, kedekatan hubungan ini menyebabkan terjadinya bias hukum.

Dan saudara-saudara Joko Widodo melanggar hukum, apalagi Silfester Matutina, karena anaknya mendaftar jadi wakil presiden yang belum genap 40 tahun. Ubah saja undang-undang di Mahkamah Konstitusi, tegasnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia