BANDASAPULUAH.COM – Sebanyak 50 siswa tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan mengikuti Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Kepahlawanan dan Legenda Rakyat” tersebut menjadi ajang pengembangan literasi sekaligus pelestarian budaya lokal melalui kemampuan bertutur para peserta.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan Adril Yesmen dalam laporannya menyampaikan, lomba tersebut diikuti oleh 50 peserta dari berbagai SD/MI se-Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan ini didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik dari Perpustakaan Nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Adril Yesmen, pelaksanaan lomba merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dengan pemerintah pusat dalam mendukung visi dan misi prioritas Bupati Pesisir Selatan, khususnya melalui Program Nagari Pandai.
Ia menjelaskan, Program Nagari Pandai dirancang dengan pendekatan berbasis komunitas yang menjadikan nagari sebagai pusat aktivitas pembelajaran.
Program tersebut tidak hanya menyasar anak usia sekolah, tetapi juga menjangkau masyarakat umum, tokoh masyarakat, lembaga adat, hingga kelompok usia dewasa yang ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan budaya literasi sejak dini sekaligus memperkuat kecintaan generasi muda terhadap cerita rakyat dan nilai-nilai budaya daerah,” ujarnya.
Lomba Bertutur secara resmi dibuka oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, N. Riswandi.
Dalam sambutannya, Riswandi mengatakan, Lomba Bertutur merupakan sarana yang efektif untuk meningkatkan minat baca, kemampuan literasi, serta rasa percaya diri peserta didik.

Menurutnya, melalui pengisahan cerita bertema kepahlawanan dan legenda rakyat, para siswa dapat memahami berbagai nilai positif yang terkandung di dalamnya, seperti keteladanan, keberanian, semangat perjuangan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya belajar membaca dan memahami cerita, tetapi juga mampu menyampaikan kembali isi cerita dengan baik. Ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter sekaligus meningkatkan kemampuan literasi mereka,” kata Riswandi.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar budaya membaca dan bertutur semakin berkembang di kalangan generasi muda Kabupaten Pesisir Selatan.
Dengan mengangkat kisah-kisah kepahlawanan dan legenda rakyat, lomba tersebut juga diharapkan mampu memperkenalkan serta melestarikan warisan budaya daerah kepada generasi muda, sehingga nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.






