Amdatara Sumbar-Bengkulu Dorong Industri AMDK Berkualitas, Dukung Penerapan SNI Wajib

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDASAPULUAH.COM – Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Sumbar-Bengkulu berkomitmen mewujudkan industri air minum dalam kemasan (AMDK) yang berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Salah satunya dengan patuh pada pemberlakuan SNI wajib sebagaimana Permenperin Nomor 62 Tahun 2024.

“Aturan SNI wajib ini akan berimplikasi positif terhadap iklim bisnis. Kebijakan ini mampu menciptakan persaingan pasar yang lebih sehat dan membatasi peredaran produk-produk di bawah standar,” kata Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Amdatara Sumatera Barat-Bengkulu, di Bengkulu minggu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Karyanto juga membari catatan bahwa kebijakan ini akan berdampak pada pelaku usaha skala kecil dan menengah.

Ia berpendapat, pelaku usaha di daerah masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kapasitas teknis dan sumber daya.

Dikatakan, perusahaan skala menengah dan besar secara umum telah mengacu pada standar SNI dan sistem mutu yang ketat. Sehingga, sambungnya, perusahaan skala menengah dan besar relatif siap menghadapi implementasi regulasi tersebut.

“Sehingga diperlukan masa transisi yang memadai serta dukungan konkret dari pemerintah agar tidak terjadi disrupsi terhadap keberlangsungan usaha dan stabilitas pasokan di pasar,” katanya.

Musda perdana yang dihelat DPD Amdatara itu menekankan sinergi antar pelaku usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung perkembangan industri AMDK yang sehat, kompetitif, dan bertanggung jawab.

Amdatara meyakini bahwa industri AMDK memiliki peran strategis dalam mendukung akses masyarakat terhadap air minum yang aman dan higienis. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem industri yang sehat dan berkelanjutan.

“Amdatara hadir sebagai wadah kolaborasi bagi pelaku industri AMDK untuk terus meningkatkan standar mutu, memperkuat daya saing, serta berkontribusi dalam penyediaan air minum yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” katanya.

Ketua DPD Amdatara Sumbar-Bengkulu, Azra’i mengungkapkan industri AMDK saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari isu keberlanjutan sumber daya air, maraknya produk ilegal, hingga tuntutan penerapan ekonomi sirkular. Selain itu, ketidakpastian ekonomi global dan krisis geopolitik turut berdampak pada kenaikan harga energi, bahan baku produksi, serta gangguan rantai pasok industri.

“Pelaku usaha dituntut untuk terus beradaptasi melalui efisiensi, inovasi, dan kemampuan membaca perkembangan pasar agar tetap mampu bertahan dan bersaing,” katanya.

Azra’i melanjutkan, sebabnya Amdatara terus mendorong berbagai program strategis, termasuk penguatan kepatuhan terhadap standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI), penerapan ekonomi sirkular melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR), serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan

Terlebih ia menilai wilayah Sumatera Barat dan Bengkulu memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri AMDK nasional.

Karena itu, soliditas organisasi di tingkat daerah menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian daerah.

Perwakilan BPOM Bengkulu Denton Simamora dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu Desman Simamora mengapresiasi keberadaan Amdatara. Mereka menilai Amdatara sebagai wadah yang dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam menjaga mutu, keamanan produk, serta perlindungan konsumen.

“Kehadiran AMDATARA diharapkan dapat memperkuat koordinasi, pengawasan, dan kepatuhan terhadap regulasi perlindungan konsumen, sekaligus mendorong terciptanya industri AMDK yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat serta daerah,” kata Desman Simamora.

Musda Sumbar-Bengkulu dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah produk yang telah bergabung, diantaranya DTR atau Darussalam Tegal Rejo, Hidayah dari Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu, Bio Ite Sui dari Rejang Lebong, serta Hanun dari Kepahiang, serta Aqua dan MAS.

Amdatara sendiri memiliki 60 anggota yang memproduksi produk-produk AMDK terkemuka. Asosiasi juga memiliki delapan DPD di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hendrajoni Jemput Investasi Energi Surya, Pessel Ajukan PLTS 50 MW ke Pemerintah Pusat
Di Peringatan HJK Ke-78, Bank Nagari Serahkan Dividen Rp10,4 Miliar untuk Pemkab Pessel
Iel Fauzi Anwar Ajak Masyarakat Pessel Manfaatkan Peluang Bisnis Online
Resmi Diluncurkan Sekda Mawardi Roska, Kuliner Tepian Lawik jadi Motor Penggerak UMKM
TPPD Pessel Targetkan Kemiskinan Turun di Bawah 4 Persen Lewat 5 Program Unggulan
Mengenal GEBUQ, Gerakan IKM Qatar yang Mempererat Solidaritas dan Membangun Kampung Halaman
Produk Eskayvie Resmi Hadir di Sumbar, Buka Peluang Bisnis Kesehatan untuk Anak Muda
Lengkap dan Berkualitas, Toko Cat Jotun Dokter Alam Jadi Andalan Warga Painan
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:32 WIB

Amdatara Sumbar-Bengkulu Dorong Industri AMDK Berkualitas, Dukung Penerapan SNI Wajib

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:50 WIB

Hendrajoni Jemput Investasi Energi Surya, Pessel Ajukan PLTS 50 MW ke Pemerintah Pusat

Rabu, 15 April 2026 - 16:32 WIB

Di Peringatan HJK Ke-78, Bank Nagari Serahkan Dividen Rp10,4 Miliar untuk Pemkab Pessel

Minggu, 6 Juli 2025 - 22:15 WIB

Iel Fauzi Anwar Ajak Masyarakat Pessel Manfaatkan Peluang Bisnis Online

Minggu, 11 Mei 2025 - 19:34 WIB

Resmi Diluncurkan Sekda Mawardi Roska, Kuliner Tepian Lawik jadi Motor Penggerak UMKM

Berita Terbaru