BANDASAPULUAH.COM – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus memperkuat Program Nagari Kanyang sebagai salah satu upaya mewujudkan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut ditandai dengan pencanangan tanam padi sawah serentak yang dilakukan Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, di Kelompok Tani Padang Dama 2, Nagari Koto Baru, Kecamatan Bayang, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Andi Syafinal, perwakilan Dinas Pertanian, Camat Bayang Yohendro Nasti, Danramil Bayang, Wakapolsek Bayang, Kepala BPP Bayang, Wali Nagari, KTNA, Petani Milenial, Brigade Pangan, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Risnaldi mengatakan bahwa pencanangan tanam serentak merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Ia mengapresiasi Kelompok Tani Padang Dama 2 dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, gerakan tanam serentak diharapkan mampu meningkatkan produksi padi dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di Kecamatan Bayang.
“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan produksi padi dan menjadi sarana untuk mencapai kesejahteraan kelompok tani serta masyarakat di Kecamatan Bayang,” ujar Risnaldi.

Risnaldi mengakui bahwa sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim global. Curah hujan yang tinggi, banjir, hingga longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Pesisir Selatan dalam beberapa waktu terakhir telah memengaruhi aktivitas pertanian dan menimbulkan kerugian bagi petani.
Namun demikian, ia menyebut sektor pertanian Pesisir Selatan masih menunjukkan capaian yang membanggakan. Sepanjang tahun 2025, produksi padi Kabupaten Pesisir Selatan mencapai 174.986 ton dengan luas tanam 37.777,85 hektare. Sementara itu, luas baku sawah tercatat mencapai 22.782,47 hektare.
Dengan luas baku sawah tersebut, Pesisir Selatan masuk dalam tiga besar kabupaten dengan lahan sawah terluas di Sumatera Barat setelah Kabupaten Solok dan Kabupaten Agam.
“Potensi ini menjadi modal besar bagi Pesisir Selatan untuk terus meningkatkan produksi pangan. Kita memiliki peluang yang sangat besar untuk menjadi salah satu daerah penyangga pangan utama di Sumatera Barat,” katanya.
Menurut Risnaldi, berbagai program pemerintah pusat yang berorientasi pada ketahanan pangan memberikan peluang besar bagi Pesisir Selatan. Salah satunya melalui pembentukan Brigade Pangan yang bertujuan meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan pertanian.
Ia menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia periode 2024-2029 yang menitikberatkan pada kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, dan ekonomi.
Di tingkat daerah, komitmen itu diwujudkan melalui Program Pro Rakyat Nagari Kanyang yang menjadi bagian dari visi dan misi pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan.
“Program Nagari Kanyang merupakan salah satu strategi pemerintah daerah dalam memperkuat basis agrikultur. Melalui program ini, kita mendorong peningkatan produksi pangan dan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Risnaldi menegaskan bahwa tanam serentak merupakan salah satu strategi efektif untuk meningkatkan produksi padi. Selain meningkatkan indeks pertanaman, pola tanam yang dilakukan secara bersama-sama juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses budidaya.
Menurutnya, pencanangan tanam serentak bukan hanya kegiatan seremonial semata, tetapi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pertanian dan memastikan keberlanjutan pangan di masa mendatang.
“Kegiatan ini adalah langkah nyata untuk menjaga ketersediaan pangan dan memperkuat posisi Kabupaten Pesisir Selatan sebagai salah satu lumbung pangan yang dapat diandalkan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Risnaldi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersinergi dalam mendukung petani, terutama melalui pengawalan terhadap ketersediaan sarana dan prasarana produksi pertanian.
Ia berharap semangat kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, Brigade Pangan, dan seluruh elemen masyarakat dapat mempercepat terwujudnya swasembada pangan serta menjadikan Program Nagari Kanyang sebagai penggerak utama kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Pesisir Selatan.






