BANDASAPULUAH.COM – Kabar baik datang bagi masyarakat Kampung Ngalau Gadang, Nagari Limau Gadang, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara.
Jembatan yang putus akibat bencana banjir dan longsor pada akhir 2025 lalu dipastikan mulai dibangun kembali bulan depan.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim saat meninjau langsung lokasi jembatan pada Sabtu (30/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut mendampingi dalam kunjungan itu Kepala Baznas Pesisir Selatan Yose Leonardo, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Fahresi Eka Siska, Camat Bayang, Camat Bayang Utara, pemerintah nagari bersama Bamus, niniak mamak, serta tokoh masyarakat setempat.
Di lokasi, Risnaldi melihat langsung kondisi jembatan penghubung antara Limau-Limau dengan Ngalau Gadang yang terban dan terputus saat bencana banjir dan longsor melanda wilayah tersebut beberapa bulan lalu.
“Kami berada di lokasi jembatan antara Limau-Limau dengan Ngalau Gadang. Inilah jembatan yang saat banjir dan longsor kemarin terban dan terputus. Insya Allah bulan depan pekerjaan ini akan kita mulai,” ujar Risnaldi.
Saat ini masyarakat setempat masih mengandalkan jembatan darurat yang terbuat dari kayu untuk melintas. Jembatan sederhana itu digunakan warga untuk aktivitas sehari-hari, mulai dari pergi ke kebun, hingga akses anak-anak menuju sekolah.
Risnaldi menyebut pembangunan jembatan tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena merupakan akses vital bagi masyarakat setempat.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, kata dia, berkomitmen mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana agar aktivitas warga kembali normal.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUTR Pesisir Selatan Fahresi Eka Siska mengatakan pekerjaan fisik direncanakan dimulai pertengahan bulan depan.
“Seperti yang disampaikan Pak Wakil Bupati tadi, insya Allah pertengahan bulan depan kita akan segera memulai pekerjaan,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Pesisir Selatan dengan anggaran lebih dari Rp2 miliar.
“Perlu kami sampaikan kepada masyarakat, sumber anggarannya berasal dari APBD Kabupaten Pesisir Selatan. Nilainya lebih dari Rp2 miliar,” ujar Fahresi.
Ia juga meminta masyarakat mendukung proses pembangunan hingga selesai. Menurutnya, pekerjaan yang dimulai bulan depan akan melalui sejumlah tahapan teknis sehingga membutuhkan waktu sampai benar-benar bisa dimanfaatkan kembali.
“Jadi dimulai bukan berarti langsung selesai. Kepada masyarakat kami mohon bersabar dan mohon dukungannya demi suksesnya pekerjaan jembatan Ngalau Gadang ini sampai selesai dan nantinya bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” tambahnya.






