BANDASAPULUAH.COM – Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 35 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan di Aula Dinas Pendidikan, Rabu (29/4/2026).
Pelantikan ini ditegaskan sebagai langkah strategis untuk mempercepat realisasi visi pembangunan daerah menuju Pesisir Selatan yang maju, tumbuh, dan berkelanjutan.
Sebanyak 35 pejabat yang dilantik terdiri dari 2 orang Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 26 orang Pejabat Administrator, dan 7 orang Pejabat Pengawas. Termasuk, delapan camat juga turut dilantik untuk memperkuat kepemimpinan di tingkat wilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Hendrajoni menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian jabatan struktural, melainkan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Pelantikan ini memiliki makna yang sangat penting, tidak hanya sebagai pengisian jabatan, tetapi juga sebagai wujud nyata komitmen dalam memastikan setiap posisi diisi oleh ASN yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengangkatan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang dipercayakan kepada Syamwil, yang sebelumnya menjabat Camat Basa Ampek Balai Tapan, merupakan hasil dari proses seleksi melalui manajemen talenta yang objektif, transparan, dan berbasis kompetensi.
Selain itu, jabatan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan kini diemban oleh Hellen Hasmeita Sari, yang diharapkan mampu memberikan telaahan strategis dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif.
Hendrajoni menyebutkan, Kabupaten Pesisir Selatan menjadi daerah pertama di Sumatera Barat yang menerapkan pengisian jabatan tinggi pratama melalui manajemen talenta. Hal ini menjadi langkah progresif dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan adaptif terhadap tantangan pembangunan.
“Ini adalah capaian sekaligus tanggung jawab besar untuk terus menjaga kualitas dan konsistensi implementasinya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa percepatan realisasi visi Pesisir Selatan yang maju sangat bergantung pada kinerja seluruh aparatur pemerintahan, mulai dari pimpinan hingga jajaran terbawah.
Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja keras dan keikhlasan dalam menjalankan tugas.
“Kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut adalah kerja keras dan keikhlasan, serta kebersamaan dalam bergerak menuju tujuan yang sama,” tegasnya.

Hendrajoni juga mengingatkan, setiap jabatan yang diemban bukan semata-mata karena kehendak manusia, melainkan merupakan amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Oleh sebab itu, setiap pejabat diminta untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi tinggi.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan agar para pejabat tidak membawa perasaan pribadi dalam menyikapi kebijakan.
“Jangan sakit hati kepada saya, apa yang disakitkan ke saya? Saya juga menjalankan amanah,” ujarnya.
Ia menegaskan, dalam sisa masa jabatannya sekitar empat tahun ke depan, dirinya ingin fokus memberikan yang terbaik bagi Pesisir Selatan tanpa kepentingan pribadi.
Menurutnya, yang terpenting adalah meninggalkan jejak pembangunan (legacy) yang berarti bagi masyarakat.
“Pada akhirnya, yang kita kejar adalah apa yang bisa kita perbuat selama menjabat, karena kita semua akan kembali kepada Sang Pencipta,” ucapnya.
Kepada para pejabat administrator dan pengawas, Hendrajoni menegaskan, mereka merupakan ujung tombak pelaksanaan program di perangkat daerah. Mereka dituntut untuk bekerja profesional, akuntabel, responsif, serta mampu membangun koordinasi dan kolaborasi yang baik.
Sementara itu, kepada para camat yang baru dilantik, ia memberikan penekanan khusus agar bersikap tegas dan berani dalam menjalankan tugas, terutama dalam menjaga kebersihan dan ketertiban wilayah.
Adapun delapan camat yang dilantik yakni Yohendro Nasti sebagai Camat Bayang, Abadi Jaya sebagai Camat IV Jurai, Hutria Keffen sebagai Camat Batang Kapas, Novri sebagai Camat Lengayang. Kemudian, Okta Kurnia Azhar sebagai Camat Ranah Pesisir, Legiandru sebagai Camat Airpura, Yolli Aang Sofria sebagai Camat Pancung Soal, dan Syafrianto sebagai Camat Silaut.
Ia menegaskan, camat memiliki peran strategis sebagai pimpinan wilayah yang membawahi wali nagari.
“Saya tidak mau tahu, nagari itu harus bersih. Pasar-pasar juga harus bersih,” tegasnya.
Menurutnya, indikator keberhasilan seorang camat dapat dilihat dari kondisi wilayahnya. Jika kecamatan bersih dan tertata dengan baik, maka hal tersebut mencerminkan kinerja yang optimal.
Di akhir sambutannya, Hendrajoni mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam menjalankan tugas.
Ia optimistis, dengan kerja sama yang solid dan komitmen yang kuat, visi Pesisir Selatan yang maju, tumbuh, dan berkelanjutan dapat segera terwujud.






