Pulihkan Gizi Pasca Bencana, PP Aisyiyah Beri Edukasi dan Bantuan untuk Masyarakat di Agam

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDASAPULUAH.COM – Dalam upaya memulihkan kondisi gizi masyarakat pasca bencana di Kabupaten Agam, Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah bersama Yayasan Abhipraya Insan Cendekia Indonesia (YAICI) menggelar edukasi gizi di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan ini menyasar ibu-ibu, khususnya yang memiliki balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya asupan gizi seimbang pasca bencana, sekaligus dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada mereka.

Wakil Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Chairunnisa, menyampaikan, program ini merupakan bagian dari upaya edukasi dan pemulihan pasca bencana yang dilaksanakan di tiga wilayah di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini kami lakukan di tiga provinsi, yakni di Langkat, Sumatera Utara, kemudian di Aceh Tamiang, Aceh, dan yang terakhir di Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Agam, Nagari Salareh Aia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada masa tanggap darurat, masyarakat banyak menerima bantuan berupa makanan instan yang bersifat sementara. Namun, kondisi tersebut tidak boleh berlanjut pada masa pemulihan karena berisiko terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak.

“Tadi kami bertanya kepada ibu-ibu korban bencana, mereka juga menerima yang namanya susu kental manis dan menganggap itu sebagai susu. Padahal itu sebenarnya bukan susu yang sesuai untuk kebutuhan gizi anak,” jelasnya.

Salah satu yang menjadi perhatian dalam pemulihan gizi masyarakat pasca bencana adalah kesalahan konsumsi kental manis sebagai minuman susu anak. Produk ini kerap menjadi alternatif bahan pangan yang diberikan sebagai donasi bencana.

Sebagaimana diketahui, kental manis mengandung sekitar 40–50 persen gula dari total komposisinya, sementara kandungan proteinnya hanya berkisar 7–10 persen. Komposisi ini menunjukkan bahwa kental manis tidak dirancang sebagai sumber gizi, sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Sekretaris Jenderal YAICI, Satria Yudhistira, mengatakan pihaknya bersama Majelis Kesehatan Aisyiyah telah lama fokus pada persoalan tersebut di tengah masyarakat.

“Kami melakukan penelitian, survei masyarakat, bekerja sama dengan universitas termasuk Universitas Muhammadiyah dan Aisyiyah. Tujuannya agar kita tahu kenapa kental manis masih dijadikan sebagai minuman susu untuk anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil kajian tersebut menjadi dasar dalam menyusun berbagai program edukasi, termasuk dalam situasi pasca bencana seperti saat ini.

“Dari sana kita menyusun program untuk edukasi ke masyarakat, salah satunya seperti saat ini, mendorong pemulihan gizi masyarakat pasca bencana. Karena di sini, anak-anak dan perempuan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap kesalahan pangan keluarga,” tambahnya.

Lebih lanjut, Chairunnisa menegaskan, pola konsumsi yang tidak tepat dapat menyebabkan kekurangan gizi dan berdampak pada tumbuh kembang anak, termasuk risiko stunting.

“Jika ini terus terjadi, anak-anak bisa mengalami kekurangan gizi. Pada anak di bawah dua tahun, kondisi ini dapat memicu stunting, yaitu pertumbuhan yang tidak sesuai dengan usianya,” terangnya.

Melalui kegiatan ini, Aisyiyah bersama YAICI berharap para ibu dapat memahami pentingnya gizi seimbang dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap ibu-ibu yang hadir hari ini tercerahkan, sehingga ke depan mampu menyediakan asupan gizi seimbang bagi keluarga, khususnya anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Palembayan, Endrisasman, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PP Aisyiyah dan YAICI terhadap masyarakat di wilayahnya.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Agam dan Kecamatan Palembayan mengucapkan terima kasih. Mudah-mudahan kegiatan ini membawa dampak positif, terutama bagi ibu-ibu dan anak-anak kami, baik dari sisi gizi maupun kondisi psikologis,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa trauma akibat bencana masih dirasakan oleh sebagian anak-anak hingga saat ini.

“Banyak anak-anak masih takut ketika hujan turun, bahkan ada yang tidak mau kembali melihat rumahnya. Ini menunjukkan trauma mereka masih sangat mendalam,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan edukasi dan trauma healing ini, diharapkan kondisi mental masyarakat, khususnya anak-anak, dapat berangsur pulih, seiring dengan meningkatnya pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang.

“Mudah-mudahan kegiatan ini membawa perubahan, baik secara mental maupun pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di Nagari Salareh Aia,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Buka Sosialisasi KTA Digital Pramuka, Risnaldi Targetkan Seluruh Anggota Miliki KTA
Buka P3AB Ampalu Cup II, Wabup Risnaldi Puji Semangat Pemuda Bangun Olahraga Nagari
Lewat Tanam Serentak, Wabup Risnaldi Dorong Peningkatan Produksi dan Kesejahteraan Petani
Dukung Program Nagari Pandai, Dispusker Pessel Gelar Lomba Bertutur
Bupati dan Wabup Pessel Sapa Jamaah Haji di Tanah Suci, Doakan Pulang Sehat dan Mabrur
Program Nagari Kanyang Diperkuat Lewat Tanam Serentak, Risnaldi Bidik Pessel Jadi Lumbung Pangan
Bupati Hendrajoni Buka Portas Cup I, 24 Tim dari 3 Provinsi Ambil Bagian
PMI Salurkan 500 Paket School KIT di Pessel, Risnaldi Dorong Anak-anak Makin Semangat Belajar

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 12:08 WIB

Buka Sosialisasi KTA Digital Pramuka, Risnaldi Targetkan Seluruh Anggota Miliki KTA

Sabtu, 6 Juni 2026 - 22:24 WIB

Buka P3AB Ampalu Cup II, Wabup Risnaldi Puji Semangat Pemuda Bangun Olahraga Nagari

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:47 WIB

Lewat Tanam Serentak, Wabup Risnaldi Dorong Peningkatan Produksi dan Kesejahteraan Petani

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:44 WIB

Bupati dan Wabup Pessel Sapa Jamaah Haji di Tanah Suci, Doakan Pulang Sehat dan Mabrur

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:28 WIB

Program Nagari Kanyang Diperkuat Lewat Tanam Serentak, Risnaldi Bidik Pessel Jadi Lumbung Pangan

Berita Terbaru