BANDASAPULUAH.COM – Laga panas tersaji pada babak perempat final Alta Cup IX tahun 2026 yang mempertemukan Halilintar FC Tanjung Pondok menghadapi Salitang FC.
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh drama itu, Halilintar FC akhirnya memastikan tiket ke semifinal usai menang 4-2 lewat adu penalti, setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 di waktu normal.
Pertandingan ini menjadi partai ulangan (rematch) bagi kedua tim yang sebelumnya pernah bertemu di partai puncak Open Turnamen Tebing Tinggi Cup I.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak peluit awal dibunyikan wasit Muhammad Alfarisi, kedua tim langsung menampilkan permainan terbuka dengan tempo tinggi.
Salitang FC yang diperkuat pemain-pemain asal Kota Padang serta sejumlah eks pemain Josal FC Pariaman tampil agresif dan berhasil unggul lebih dahulu. Namun, Halilintar FC yang diperkuat punggawa Tri Brata Rafflesia serta eks pemain PES Pessel seperti Ibadurrahman dan Windi M Fikri tidak tinggal diam.
Halilintar FC mampu bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 2-1 di babak pertama. Dua gol dicetak oleh gelandang andalan mereka, Farhan Riski, yang juga tercatat pernah memperkuat Persik Kuningan dan Persikasi Bekasi.
Gol pertama Farhan lahir melalui eksekusi penalti yang tenang dan terarah, sementara gol keduanya tercipta lewat sepakan keras yang menghujam pojok kanan gawang Salitang FC yang dikawal Rado.
Keunggulan 2-1 untuk Halilintar FC bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan semakin berjalan ketat. Jual beli serangan terus terjadi, dengan kedua tim saling menciptakan peluang berbahaya. Salitang FC yang tertinggal terus meningkatkan intensitas serangan dan akhirnya mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di penghujung babak kedua.
Skor imbang tersebut bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, memaksa pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam drama adu penalti, kiper Halilintar FC, Arya Kamandanu, tampil sebagai pahlawan. Ia sukses menggagalkan empat penendang Salitang FC, sekaligus menjadi faktor penentu kemenangan timnya.
Sementara dari kubu Halilintar FC, Farhan dan Rendi berhasil menjalankan tugas sebagai algojo dengan baik dan mencetak gol. Meski satu penendang, Lowis Gunsoles, gagal menuntaskan peluang, Halilintar FC tetap unggul dengan skor 4-2 dalam adu penalti.
Kemenangan ini memastikan Halilintar FC melangkah ke babak semifinal Alta Cup IX.
Pelatih Halilintar FC, Haviz Canna, mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan tersebut. Ia menilai pertandingan berlangsung sangat berimbang dan penuh tekanan, sehingga adu penalti menjadi penentu akhir.
“Alhamdulillah, sujud syukur kami berhasil mengkandaskan perlawanan sengit dari Salitang FC melalui drama adu penalti. Pertandingan sangat berimbang, kedua tim bermain sangat baik,” ujarnya.
Haviz juga menegaskan, timnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk menghadapi laga selanjutnya.
“Untuk anak-anak Halilintar FC, masih banyak PR dan bahan evaluasi ke depannya. Tetap rendah hati dan jangan lupa selalu bersyukur,” katanya.
Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus, tokoh masyarakat, serta masyarakat Tanjung Pondok, baik yang berada di kampung maupun di perantauan, atas dukungan dan doa yang terus mengalir untuk tim kebanggaan mereka.
“Terima kasih atas doa dan dukungan semua pihak. Basamo mangko manjadi,” tutup Haviz.






