BANDASAPULUAH.COM – Kepedulian terhadap korban banjir dan longsor di Sumatera Barat terus mengalir.
Bertajuk “Bersama Danone AQUA untuk Santri Ponpes Haroqatul Qur’an”, Danone Indonesia melalui PT Tirta Investama menggelar buka bersama sekaligus penyaluran santunan kemanusiaan di Pondok Pesantren Haroqatul Qur’an, Kota Padang, Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Danone Indonesia, Firman Kusuma selaku Senior Manager Public Affairs & Sustainability dan Sares Namara, Manager Public Affairs & Sustainability.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir jajaran manajemen Pabrik AQUA Solok, yakni Deden Somantri (Senior Plant Manager PT Tirta Investama Solok), Azra’i (SR & CSR Manager), serta Sales Manager PT AWR Gempardi dan GM PT TDR Dendi bersama tamu undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, AQUA tidak hanya menyalurkan air mineral untuk para santri, tetapi juga memberikan paket bantuan sembako bagi guru dan santri yang terdampak banjir.
Selain itu, perusahaan turut menyerahkan bantuan dana sebesar Rp20 juta untuk mendukung operasional dan pemulihan Pondok Pesantren Haroqatul Qur’an pascabencana.
Dalam sambutannya, Senior Plant Manager PT Tirta Investama Solok, Deden Somantri, menyampaikan solidaritas penuh kepada para santri dan pengajar yang terdampak bencana.
“Kami menyampaikan solidaritas penuh kepada seluruh santri dan pengajar Pesantren Haroqatul Qur’an selama masa sulit akibat bencana ini. Perhatian kami tertuju kepada seluruh keluarga yang terdampak banjir dan longsor,” ujarnya.
Ia menegaskan, misi perusahaan untuk menyediakan kesehatan melalui produk yang sehat dan bernutrisi menjadi semakin mendesak dalam situasi darurat.
Kata dia, AQUA telah menyalurkan air mineral dan bantuan kemanusiaan lainnya guna memastikan kebutuhan hidrasi yang aman dan layak bagi para santri.
Menurut Deden, bantuan tersebut terwujud melalui kolaborasi erat bersama Serikat Ekonomi Pesantren (SEP), yang selama tiga tahun terakhir menjadi mitra strategis dalam program pengembangan pesantren.
“Kunjungan hari ini bukanlah akhir, melainkan awal dari komitmen dukungan berkelanjutan hingga proses pemulihan sepenuhnya tercapai. Kami siap mendengarkan masukan dan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk mengeksplorasi langkah tambahan yang diperlukan,” tegasnya.
Pimpinan Pondok Pesantren Haroqatul Qur’an, Syukur Usman, tak kuasa menyembunyikan rasa haru.
Ia menyampaikan terima kasih mendalam atas kehadiran dan kepedulian yang diberikan.
“Kami berterima kasih, ribuan terima kasih kami ucapkan kepada Danone, AQUA dan Sinergi Ekonomi Pesantren. Hari ini kami belajar pelajaran luar biasa,” ungkapnya.
Menurutnya, musibah menjadi ruang pembelajaran tentang makna kemanusiaan. Ia menekankan bahwa yang paling dibutuhkan bukan sekadar materi, melainkan silaturahmi dan kepedulian antarsesama.
“Uang bisa kita cari, harta bisa kita dapatkan. Tetapi silaturahmi tak bisa dibeli dengan uang. Hari ini Danone, AQUA dan SEP telah mengajarkan kepada kami tentang memanusiakan manusia,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua SEP Ahmad Tazakka Bonanza menjelaskan bahwa organisasinya berfokus mendampingi pesantren membangun kemandirian ekonomi. Saat ini, SEP telah hadir di enam provinsi, dengan Sumatera Barat menjadi provinsi keenam.
“Kami membersamai pondok pesantren untuk membangun kemandirian ekonomi. Keberlanjutan lembaga dakwah dan pendidikan sangat ditentukan oleh kekuatan ekonominya,” jelasnya.
Ia berharap, silaturahmi yang terjalin tidak berhenti pada momentum buka bersama, melainkan berkembang menjadi kolaborasi konkret dalam memperkuat ekonomi Pondok Pesantren Haroqatul Qur’an agar mandiri dan tidak bergantung pada pihak lain.
“Semoga dengan silaturahmi yang mulia ini, kita bisa merumuskan program bersama. Bukan hanya hari ini buka bersama, tetapi bersama-sama dalam perjalanan panjang ke depan,” pungkasnya.






