BANDASAPULUAH.COM – Darwiadi, SH resmi dikukuhkan sebagai pemangku gelar sako adat Pangga Bumi dalam Kaum Suku Panai di Nagari Lakitan, Kabupaten Pesisir Selatan, Jumat (30/10/2026).
Pengukuhan tersebut berlangsung dalam sidang pleno Lembaga Adat Tertinggi (LAT) yang dipimpin Rajo Adat sekaligus Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lakitan, Suhardi St. Sang Sulaiman.
Selain Darwiadi sebagai penghulu Kaum Suku Panai, sidang pleno tersebut juga mengukuhkan Syahril sebagai pemangku sako syarak Khatib Pangga Bumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengukuhan Darwiadi merupakan tindak lanjut dari kebulatan Kaum Panai di bawah payung Panji Pangga Bumi di Nagari Kambang. Sebelumnya, Rajo Adat Nagari Kambang telah menyetujui membawa gelar sako adat Pangga Bumi dari Nagari Kambang ke Nagari Lakitan.
Persetujuan tersebut mempertimbangkan perkembangan wilayah nagari dan pertambahan jumlah anak kemenakan. Hal ini sesuai dengan ungkapan adat,
“nagari lah batambah laweh, kamanakan lah batambah banyak.”
Rajo Adat Nagari Kambang, Rahma Dianto Bagindo Sati, kemudian merekomendasikan Darwiadi kepada Rajo Adat Nagari Lakitan. Dalam surat rekomendasi tersebut, ia menjelaskan bahwa Darwiadi merupakan pewaris gelar sako adat Pangga Bumi di Nagari Kambang.
Darwiadi memiliki hubungan tali darah atau kekerabatan sebagai kemanakan yang dibawah daguak dengan pemangku gelar Pangga Bumi sebelumnya yang berasal dari Nagari Kambang.

Rekomendasi tersebut juga mengacu pada ungkapan adat, “Gajah tabang jo belalai, anggang tabang jo pauh dan gagak tabang jo itamnyo.” Ungkapan itu menyertai persetujuan pemindahan gelar sako adat Pangga Bumi dari nagari asalnya ke Nagari Lakitan.
Darwiadi Diminta Segera Melaksanakan Peran Penghulu
Sidang pengukuhan berlangsung dengan antusiasme anak kemenakan yang hadir dari Nagari Lakitan. Penghulu Pucuak Panai Tanjuang, Amrin Dt. Rajo Itam, juga mengantarkan langsung proses pengukuhan tersebut dari Nagari Kambang.
Dalam sambutannya, Suhardi St. Sang Sulaiman menyampaikan bahwa pengukuhan tersebut mengesahkan Darwiadi untuk menyandang gelar Pangga Bumi.
Ia meminta kaum segera melaksanakan peresmian atau malewakan gelar tersebut secara adat.
Suhardi juga berharap Darwiadi segera menyesuaikan diri dengan para penghulu lainnya di Nagari Lakitan. Dengan demikian, ia dapat menjalankan tanggung jawab dalam memimpin anak kemenakan dan menjaga kelestarian adat di nagari tersebut.
Sementara itu, Amrin Dt. Rajo Itam menyampaikan terima kasih kepada Rajo Adat atau Ketua KAN Kambang dan Rajo Adat atau Ketua KAN Lakitan. Ia mengapresiasi proses permohonan pengukuhan yang akhirnya terlaksana.
Amrin berharap Darwiadi dapat menjalankan amanah sebagai pemangku gelar Pangga Bumi dengan baik.
Ia juga menyampaikan ungkapan adat, “Manjapuik nan tingga dan mangumpuan nan taserak.”
Darwiadi Siap Menjalankan Amanah Adat
Usai pengukuhan, Darwiadi menyampaikan terima kasih kepada Rajo Adat sekaligus Ketua KAN Lakitan atas pengukuhan gelar Pangga Bumi tersebut.
Menurutnya, pengukuhan ini memberikan kepastian kepemimpinan bagi anak kemenakan Kaum Panai di Nagari Lakitan.
“Ini berarti ke depan tentu akan ada kepastian bagi anak kemenakan kami di Lakitan dipimpin oleh niniak mamak yang bisa dudak samo randah tagak samo tinggi dengan niniak mamak lain di Lakitan,” ujar Darwiadi.
Ia menegaskan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut dengan baik.
“Insyaallah kita akan jalankan amanah ini dengan baik,” katanya.
Darwiadi juga menyampaikan ungkapan adat, “Ayam ba induak, sarai ba rumpun.”
Pengukuhan tersebut turut dihadiri Wali Nagari Lakitan, Ramli, dan Wali Nagari Lakitan Utara, Aprizal Dt. Bgd. Kayo.








Komentar