BANDASAPULUAH.COM -Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim meninjau langsung tambak pembesaran lobster dan ikan kerapu di Kampung Sungai Bungin, Nagari Koto Nan Duo IV Koto Hilir, Kecamatan Batang Kapas, Selasa (3/11/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Risnaldi berdialog dengan pengelola tambak mengenai proses pembesaran, potensi produksi, serta nilai ekonomi hasil perikanan tersebut.
Dari hasil dialog, diketahui bahwa usaha pembesaran lobster memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan. Harga lobster saat ini mencapai Rp1,2 juta per kilogram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, salah satu sampel lobster yang diperlihatkan memiliki berat mencapai 1,8 kilogram. Sementara itu, masa pembesaran lobster tersebut membutuhkan waktu kurang lebih 15 bulan.
Melihat potensi tersebut, Risnaldi menilai usaha pembesaran lobster dan ikan kerapu dapat menjadi salah satu sektor unggulan untuk mendorong perekonomian masyarakat.
“Inilah salah satu yang nantinya akan kita jadikan unggulan, Pak Kadis, untuk sumber perekonomian Kabupaten Pesisir Selatan dalam bidang perikanan,” ujar Risnaldi.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor perikanan. Hal ini sejalan dengan kondisi daerah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor kelautan dan perikanan.
Selain itu, Pesisir Selatan memiliki garis pantai sepanjang kurang lebih 200 kilometer. Kondisi geografis tersebut menyimpan potensi besar untuk pengembangan berbagai usaha perikanan dan kelautan.
Karena itu, potensi tersebut perlu dikelola dan dikembangkan secara optimal. Dengan demikian, sektor perikanan tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Risnaldi juga melihat langsung kondisi tambak dan proses pembesaran komoditas perikanan tersebut.
Peninjauan tersebut turut didampingi Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Andi Syafrinal, Kepala Dinas Perkimtan LH Roli Buchari, serta Camat Batang Kapas.
Hadir pula Kabid Bina Marga Fahresi Eka Siska, Wali Nagari Mahardicka beserta jajaran, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat.








Komentar