BANDASAPULUAH.COM – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengajak masyarakat berani melaporkan peredaran narkoba, termasuk jika melibatkan anggota kepolisian.
Ia menegaskan, penindakan harus berjalan tanpa pandang bulu. Karena itu, masyarakat tidak perlu ragu melaporkan dugaan peredaran narkoba maupun pihak yang melindungi pengedarnya.
Pesan tersebut disampaikan Suyudi saat memberikan khutbah setelah salat Dzuhur berjamaah di Masjid At-Tanwir, Rabu (28/10). Kegiatan itu berlangsung di sela-sela kunjungannya ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas dukungan membangun jaminan dan ketertiban sosial selama ini. Mari kita lanjutkan,” kata Suyudi.
Ajak Masyarakat Berani Melapor
Dalam khutbahnya, Suyudi mengapresiasi dukungan dan kerja sama Muhammadiyah dengan Polri. Kolaborasi tersebut terjalin mulai dari tingkat Mabes Polri, Polda, Polres, hingga Polsek.
Menurutnya, sinergi kepolisian, ulama, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Selain itu, ia menyoroti bahaya peredaran narkotika, obat-obatan terlarang, dan minuman beralkohol. Penyalahgunaan zat-zat tersebut dapat memicu berbagai tindak kejahatan.
Suyudi menyebut sejumlah kejahatan yang berkaitan dengan penyalahgunaan zat, seperti perampokan, pembunuhan, tawuran, dan kejahatan jalanan. Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat berperan aktif dalam pemberantasan narkoba.
“Kalau ada informasi yang saya sampaikan tadi, jangan pernah berkecil hati, jangan pernah ragu, laporkan, keluhkan,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat melaporkan pihak-pihak yang melindungi pengedar narkoba. Bahkan, masyarakat perlu berani menyampaikan informasi jika dugaan keterlibatan itu mengarah kepada anggota kepolisian.
Suyudi menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan adil. Menurutnya, setiap pelanggaran harus mendapat penindakan tanpa diskriminasi.
Kapolri Ingatkan Bahaya Hoaks
Selain pemberantasan narkoba, Suyudi mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman Indonesia. Ia mengingatkan bahaya penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian melalui media sosial.
Menurutnya, perilaku tersebut berpotensi memecah belah masyarakat jika tidak mendapat perhatian serius.
“Dulu istilahnya mulutmu macanmu. Sekarang jarimu juga bisa jadi macanmu,” tuturnya.
Karena itu, Suyudi mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial. Ia meminta setiap orang memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Selain itu, ia mengajak ulama, tokoh masyarakat, dan keluarga membangun budaya komunikasi yang santun. Mereka juga perlu saling mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045
Lebih lanjut, Suyudi mengajak Muhammadiyah memperkuat semangat amar makruf nahi munkar melalui kerja sama Polri, ulama, umara, dan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi tersebut tidak hanya penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Sinergi itu juga diperlukan untuk membangun lingkungan sosial yang sehat bagi generasi mendatang.
Suyudi mengaitkan pemberantasan narkoba dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menilai masa depan bangsa bergantung pada kemampuan seluruh elemen masyarakat mengatasi berbagai persoalan yang merusak kehidupan sosial.
Ia pun mengajak masyarakat mengesampingkan perbedaan dan bersama-sama memberantas narkoba tanpa diskriminasi.
“Kalau kita bisa bersama-sama memberantasnya tanpa diskriminasi, bisa dipastikan Indonesia Emas 2045 akan terwujud. Tapi kalau sebaliknya kita tidak bersatu, maka Indonesia 2045 akan khawatir. Kita pilih yang mana, mau Emas atau Kecemasan?” ujarnya.








Komentar