BANDASAPULUAH.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
Potensi hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera. Selain itu, masyarakat juga perlu mengantisipasi angin kencang yang berpotensi menyertai hujan.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, dinamika atmosfer berperan dalam meningkatkan peluang hujan di wilayah Sumatera bagian utara. Kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Khatulistiwa, dan Gelombang Kelvin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Guswanto, masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi. Dengan begitu, warga dapat menyiapkan langkah antisipasi sesuai kondisi lingkungan masing-masing.
Sumbar Mulai Memasuki Musim Hujan
Berdasarkan prakiraan musim hujan 2026/2027, sebagian wilayah Sumatera Barat bagian utara sudah memasuki musim hujan. Wilayah tersebut juga berpotensi mengalami hujan signifikan akibat dinamika atmosfer yang terus berkembang.
BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori sedang pada periode pertama November 2026. Curah hujan kategori tersebut berkisar antara 50 hingga 150 milimeter.
Secara umum, potensi hujan kategori sedang mencakup Sumatera, Kalimantan, Papua, serta sebagian Jawa dan Sulawesi. Namun, aktivitas atmosfer tertentu dapat memicu hujan signifikan dalam skala harian.
BMKG juga memantau potensi terbentuknya sirkulasi siklon di sekitar Laut Andaman, sebelah utara Aceh. Sistem tersebut berpotensi membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara.
Kondisi itu dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat. Dampaknya berpotensi terasa di sebagian wilayah Sumatera bagian utara.
BMKG Pantau Perkembangan Siklon Tropis ARNAB
BMKG menegaskan bahwa hujan lebat yang mengguyur Aceh dan Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir bukan dampak langsung Siklon Tropis ARNAB.
Siklon tersebut terbentuk di perairan Teluk Benggala pada 26 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Sistem ini berkembang dari bibit siklon tropis 98B yang terpantau sejak 19 Oktober 2026.
Berdasarkan analisis pada 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, ARNAB berada di sekitar Teluk Benggala. Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 90 knot atau sekitar 166 kilometer per jam.
BMKG memperkirakan siklon bergerak ke arah barat hingga barat laut dan mulai memasuki daratan India. Selanjutnya, sistem tersebut diperkirakan melemah dalam dua hari berikutnya.
Meski tidak berdampak langsung terhadap Indonesia, BMKG tetap memantau perkembangan siklon tersebut. Pemantauan juga mencakup sirkulasi siklon di sekitar Laut Andaman.
Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi
BMKG mengimbau masyarakat Sumbar agar meningkatkan kewaspadaan ketika hujan lebat terjadi. Warga juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan pihak berwenang.
Selain itu, masyarakat sebaiknya tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang belum terverifikasi. Informasi resmi BMKG dapat menjadi acuan untuk menentukan langkah antisipasi.
Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, serta akun media sosial @infobmkg.
Dengan mengikuti informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi potensi cuaca buruk secara tepat. BMKG akan terus memantau perkembangan atmosfer dan menyampaikan pembaruan apabila muncul kondisi signifikan yang berpotensi memengaruhi Indonesia.








Komentar