Cuaca Ekstrem Mengintai Sumbar, BMKG Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan awan di layar pemantauan BMKG untuk mengamati dinamika atmosfer dan potensi hujan di wilayah Indonesia.

i

Pergerakan awan di layar pemantauan BMKG untuk mengamati dinamika atmosfer dan potensi hujan di wilayah Indonesia.

BANDASAPULUAH.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat dapat terjadi di sejumlah wilayah Sumatera. Selain itu, masyarakat juga perlu mengantisipasi angin kencang yang berpotensi menyertai hujan.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, dinamika atmosfer berperan dalam meningkatkan peluang hujan di wilayah Sumatera bagian utara. Kondisi tersebut berkaitan dengan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Khatulistiwa, dan Gelombang Kelvin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Guswanto, masyarakat perlu mengikuti perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi. Dengan begitu, warga dapat menyiapkan langkah antisipasi sesuai kondisi lingkungan masing-masing.

Sumbar Mulai Memasuki Musim Hujan

Berdasarkan prakiraan musim hujan 2026/2027, sebagian wilayah Sumatera Barat bagian utara sudah memasuki musim hujan. Wilayah tersebut juga berpotensi mengalami hujan signifikan akibat dinamika atmosfer yang terus berkembang.

Baca Juga :  Oknum Wali Nagari Bantah Tuduhan Selingkuh: Penggebrekan darimana? Saya di Luar Dekat Kedai Kopi

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori sedang pada periode pertama November 2026. Curah hujan kategori tersebut berkisar antara 50 hingga 150 milimeter.

Secara umum, potensi hujan kategori sedang mencakup Sumatera, Kalimantan, Papua, serta sebagian Jawa dan Sulawesi. Namun, aktivitas atmosfer tertentu dapat memicu hujan signifikan dalam skala harian.

BMKG juga memantau potensi terbentuknya sirkulasi siklon di sekitar Laut Andaman, sebelah utara Aceh. Sistem tersebut berpotensi membentuk daerah konvergensi atau pertemuan massa udara.

Kondisi itu dapat mendukung pertumbuhan awan konvektif dan meningkatkan peluang hujan sedang hingga lebat. Dampaknya berpotensi terasa di sebagian wilayah Sumatera bagian utara.

Baca Juga :  Aceh kembali dilanda hujan lebat, BMKG meminta warga meningkatkan kewaspadaan

BMKG Pantau Perkembangan Siklon Tropis ARNAB

BMKG menegaskan bahwa hujan lebat yang mengguyur Aceh dan Sumatera Utara dalam beberapa hari terakhir bukan dampak langsung Siklon Tropis ARNAB.

Siklon tersebut terbentuk di perairan Teluk Benggala pada 26 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. Sistem ini berkembang dari bibit siklon tropis 98B yang terpantau sejak 19 Oktober 2026.

Berdasarkan analisis pada 27 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, ARNAB berada di sekitar Teluk Benggala. Sistem tersebut memiliki kecepatan angin maksimum 90 knot atau sekitar 166 kilometer per jam.

BMKG memperkirakan siklon bergerak ke arah barat hingga barat laut dan mulai memasuki daratan India. Selanjutnya, sistem tersebut diperkirakan melemah dalam dua hari berikutnya.

Meski tidak berdampak langsung terhadap Indonesia, BMKG tetap memantau perkembangan siklon tersebut. Pemantauan juga mencakup sirkulasi siklon di sekitar Laut Andaman.

Baca Juga :  Gelombang Rossby Penyebab Angin Kencang di Sumbar

Masyarakat Diminta Mengikuti Informasi Resmi

BMKG mengimbau masyarakat Sumbar agar meningkatkan kewaspadaan ketika hujan lebat terjadi. Warga juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan dan mengikuti arahan pihak berwenang.

Selain itu, masyarakat sebaiknya tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang belum terverifikasi. Informasi resmi BMKG dapat menjadi acuan untuk menentukan langkah antisipasi.

Masyarakat dapat memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui aplikasi InfoBMKG, situs resmi BMKG, serta akun media sosial @infobmkg.

Dengan mengikuti informasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengantisipasi potensi cuaca buruk secara tepat. BMKG akan terus memantau perkembangan atmosfer dan menyampaikan pembaruan apabila muncul kondisi signifikan yang berpotensi memengaruhi Indonesia.

 

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tinjau Kelompok Dasawisma di Lunang, Oktarina Risnaldi Dorong Program PKK Berdampak Nyata
Hadiri Puncak WSYF 2026, Fadly Amran Dorong Kreativitas Generasi Muda
Hadiri Apel Operasi Patuh Singgalang 2026, Bupati John Kenedy Azis Dukung Keselamatan Berlalu Lintas
Tinjau Dasawisma Pasir Pantai 3 Silaut, Oktarina Risnaldi Tekankan Manfaat Nyata bagi Keluarga
Angkat Nuansa Kemaritiman di Carocok Painan, Wabup Risnaldi Ajak Sukseskan MTQ XLII Pessel
Reses di Sago Salido, Teguh Dehalsa Turun Langsung ke Petani Serap Aspirasi
Karang Taruna Sumbar Hadir di Pessel, Perkuat Kepedulian terhadap Anak Yatim
Di HUT ke-66 Karang Taruna, Nasrul Ajak Pemuda Pessel Bersatu dan Berkontribusi untuk Pembangunan Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Cuaca Ekstrem Mengintai Sumbar, BMKG Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Tinjau Kelompok Dasawisma di Lunang, Oktarina Risnaldi Dorong Program PKK Berdampak Nyata

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Hadiri Apel Operasi Patuh Singgalang 2026, Bupati John Kenedy Azis Dukung Keselamatan Berlalu Lintas

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:18 WIB

Tinjau Dasawisma Pasir Pantai 3 Silaut, Oktarina Risnaldi Tekankan Manfaat Nyata bagi Keluarga

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Angkat Nuansa Kemaritiman di Carocok Painan, Wabup Risnaldi Ajak Sukseskan MTQ XLII Pessel

Berita Terbaru