BANDASAPULUAH.COM – Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim mengimbau seluruh mahasiswa STAI YPI Al Ikhlas Painan untuk tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kapasitas diri sebagai bekal menghadapi perubahan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Risnaldi saat memberikan kuliah umum bertema “Kuliah Bukan Sekadar Lulus; Membangun Kompetensi, Karakter, dan Masa Depan” di STAI YPI Al Ikhlas Painan, Senin (21/9/2026).
Di hadapan puluhan mahasiswa, Risnaldi mengatakan, pendidikan di perguruan tinggi tidak semestinya hanya berorientasi pada memperoleh ijazah. Masa kuliah harus dimanfaatkan untuk membangun kompetensi, mengasah keterampilan, melatih kemampuan berpikir serta membentuk karakter yang kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, mahasiswa harus mempersiapkan diri sejak sekarang karena perkembangan zaman akan menghadirkan persaingan yang semakin kuat.

“Sejauh mana kita mempersiapkan diri menghadapi zaman yang akan datang, itulah yang menentukan masa depan. Untuk mengejar mimpi masa depan yang gemilang, cemerlang dan terbilang, kita harus mempersiapkan diri,” ujar Risnaldi.
Ia mengatakan, salah satu kunci menghadapi perubahan adalah kemauan untuk terus menambah ilmu pengetahuan. Ia bahkan menyebut dirinya hingga saat ini masih terus belajar dan membaca.
“Saya sampai hari ini masih belajar, membaca. Harus mempersiapkan diri,” katanya.
Risnaldi berpesan agar mahasiswa menjadikan setiap pertemuan, kesempatan dan posisi sebagai ruang untuk menunjukkan kualitas diri. Menurutnya, penghargaan dan kepercayaan dari orang lain akan tumbuh ketika seseorang terlebih dahulu membangun kapasitas dan memberikan manfaat.
“Dalam setiap pertemuan, jadikan kita yang terpenting. Penghargaan dan pujian tidak datang dari siapa-siapa, tetapi datang dari diri kita. Tanamkan itu,” ujarnya.
Ia juga mengajak mahasiswa melihat keberadaan mereka dari sejauh mana mampu menjadi solusi bagi orang lain, baik bagi rekan, saudara maupun masyarakat.
“Sejauh mana kita menjadi solusi bagi rekan-rekan dan saudara. Siapa yang tidak menambah ilmu, akan tertinggal,” katanya.
Menurut Risnaldi, mahasiswa tidak boleh merasa cukup dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Mereka harus terus belajar, memperluas wawasan dan mengembangkan keterampilan agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Kalau kita biasa-biasa saja, kita pasti ditinggal, tetapi jadi orang luar biasa pasti dicari orang,” tegasnya.
Risnaldi juga memberikan motivasi kepada mahasiswa STAI YPI Al Ikhlas Painan agar tidak merasa minder karena menempuh pendidikan di kampus tersebut. Ia menegaskan bahwa tempat seseorang menempuh pendidikan bukan alasan untuk membatasi cita-cita.
“Jangan hari ini berpikir, hari ini kita kuliah di STAI ini kita kampungan, tertinggal, itu salah. Salah besar,” ujarnya.
Ia mempertanyakan anggapan bahwa ijazah dari STAI YPI Al Ikhlas Painan tidak dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi ternama.
“Apakah ijazah di sini tidak laku di kampus ternama? Itu salah. Kita bisa melanjutkan ke kampus ternama,” katanya.
Risnaldi menegaskan, masa depan akan tetap terbuka, tetapi mahasiswa harus mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. Menurutnya, masa depan tidak menunggu seseorang siap sehingga persiapan harus dilakukan melalui proses belajar dan pengembangan kemampuan.
“Masa depan tidak menunggu ananda, akan tetapi masa depan itu pasti ada,” ujarnya.
Ia meminta mahasiswa membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, kemampuan berpikir dan karakter yang kuat. Kemampuan tersebut dinilai perlu berjalan beriringan agar mahasiswa tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu menghadapi persoalan nyata di tengah masyarakat.
“Harus bisa berpikir. Ilmu pengetahuan, skill dan keterampilan harus dipersiapkan mulai dari sekarang,” katanya.
Selain kompetensi, Risnaldi menekankan pentingnya pembentukan karakter. Nilai, etika, moral dan sopan santun, menurutnya, harus menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa karena menjadi dasar dalam membangun masa depan.
“Karakter, nilai, etika, moral dan sopan santun menjadi dasar masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar dan spiritualitas. Mahasiswa diajak untuk senantiasa mengingat Allah SWT, menjaga salat dan memperbanyak doa dalam menjalani proses pendidikan serta mengejar cita-cita.
Risnaldi menyebut, investasi terbaik selama masa kuliah adalah mengasah hard skill dan soft skill sekaligus membangun kapasitas untuk terus belajar serta menyelesaikan masalah.
“Jangan hanya menjadi lulusan, jadilah pembelajar, pemimpin, dan pemberi manfaat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan YPI Al Ikhlas Painan Benny Jovial mengatakan, mahasiswa merupakan bagian penting dalam melanjutkan estafet generasi. Menurutnya, mahasiswa menjadi salah satu jembatan menuju tercapainya generasi emas 2045.
Benny menyebut, pemberian kuliah umum oleh pimpinan daerah di STAI YPI Al Ikhlas Painan menjadi catatan tersendiri bagi kampus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada anggota DPR RI dari Partai NasDem Lisda Hendrajoni atas dukungan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) yang membantu mahasiswa mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
“Dari 40 mahasiswa baru, 20 di antaranya merupakan penerima PIP usulan dari Bunda Lisda,” katanya.
Sementara itu, Ketua STAI YPI Al Ikhlas Painan Rika Sasralina menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim di kampus tersebut.
“Kehadiran Wakil Bupati ke kampus kita bukan sekadar pemateri, tetapi juga suatu kebanggaan kita karena sudah datang Wakil Bupati ke kampus kita,” ujarnya.
Menurut Rika, kehadiran Wakil Bupati memberikan motivasi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa baru yang tengah memulai perjalanan pendidikan tinggi.
Ia berharap mahasiswa yang menyelesaikan pendidikan di STAI YPI Al Ikhlas Painan nantinya tidak hanya membawa pulang ijazah, tetapi juga mampu membawa manfaat bagi masyarakat.
“Kita tamat di kampus sejauh mana membawa manfaat masyarakat,” katanya.
Kuliah umum tersebut turut dihadiri Ketua STAI YPI Al Ikhlas Painan Rika Sasralina dan jajaran pimpinan kampus. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong mahasiswa memandang pendidikan sebagai proses panjang dalam membangun kompetensi, karakter dan kesiapan menghadapi masa depan.






