BANDASAPULUAH.COM – Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, membuka kegiatan Lomba Gebyar Ketangkasan dan Kreasi Pramuka (Gempra) Season 1 tingkat penggalang SD/MI se-Kabupaten Pesisir Selatan. Kegiatan tersebut berlangsung di MTsN 3 Pesisir Selatan, Kecamatan Bayang, Rabu (4/11/2026).
Pembukaan kegiatan itu turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pesisir Selatan, Yufrizal, Kadis Perkimtan LH Roli Buchari, unsur Forkopimca, jajaran kepala sekolah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Risnaldi menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Apresiasi itu disampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Pesisir Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Risnaldi, kegiatan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh. Selain itu, Pramuka menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, kedisiplinan, dan karakter peserta didik.
Siapkan Generasi Menuju Indonesia Emas 2045
Pada kesempatan tersebut, Risnaldi juga mengajak para pelajar mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Terlebih, Indonesia tengah menyiapkan generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia mengingatkan bahwa para siswa yang saat ini menempuh pendidikan akan menjadi bagian dari generasi penentu arah pembangunan bangsa.

Karena itu, pelajar harus membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, kemampuan berpikir, serta karakter yang kuat.
“Sejauh mana kita mempersiapkan diri menghadapi zaman yang akan datang, itulah yang menentukan masa depan. Untuk mengejar mimpi masa depan yang gemilang, cemerlang dan terbilang, kita harus mempersiapkan diri,” ujarnya.
Risnaldi menilai perkembangan zaman akan menghadirkan persaingan yang semakin ketat. Generasi yang memiliki kemampuan dan keunggulan akan lebih siap menghadapi perubahan.
“Yang luar biasa akan dicari, yang biasa akan tertinggal. Maka daripada itu, persiapkan diri kita,” tegasnya.
Selanjutnya, ia meminta para pelajar tidak berhenti belajar dan terus memperluas pengetahuan. Menurutnya, kemampuan akademik harus berjalan seiring dengan penguasaan keterampilan.
“Harus bisa berpikir. Ilmu pengetahuan, skill dan keterampilan harus dipersiapkan mulai dari sekarang,” katanya.
Selain kemampuan intelektual, Risnaldi menekankan pentingnya pembentukan karakter. Nilai, etika, moral, dan sopan santun harus menjadi bagian dari kehidupan setiap pelajar.
“Karakter, nilai, etika, moral dan sopan santun menjadi dasar masa depan,” ujarnya.
Manfaatkan Teknologi dan Perkuat Nilai Spiritual
Di tengah perkembangan teknologi digital, Risnaldi mengingatkan para pelajar agar memanfaatkan teknologi untuk kegiatan produktif. Ia juga meminta mereka menjauhi narkoba dan membiasakan hidup disiplin.
“Di zaman digital ini, manfaatkan teknologi dan jadilah orang yang produktif, jauhi narkoba dan harus disiplin,” pesannya.
Tidak hanya itu, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara usaha dan spiritualitas. Para pelajar diminta menjaga salat, memperbanyak doa, serta senantiasa mengingat Allah SWT.
“Jangan tinggalkan salat. Doa menembus langit. Mimpi dan masa depan kita, mintalah kepada Allah,” tuturnya.
Risnaldi juga berpesan agar para siswa selalu menghormati orang tua. Menurutnya, doa dan dukungan orang tua merupakan kekuatan penting dalam perjalanan meraih cita-cita.
“Jangan sesekali melawan orang tua. Mereka selalu mendoakan yang terbaik untuk ananda,” katanya.
Kepada para guru, Risnaldi turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda. Ia mengajak para pelajar menghormati guru sebagai orang tua di sekolah sekaligus tempat menimba ilmu.
Pramuka Madrasah Bentuk Karakter dan Akhlak
Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Pesisir Selatan, Yufrizal, menyampaikan bahwa sekolah dan madrasah bukan sekadar tempat memperoleh ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, sekolah merupakan miniatur kehidupan yang membentuk kepribadian peserta didik.
Ia menjelaskan, madrasah menjadi tempat berpaduanya ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Dalam hal ini, kegiatan Pramuka menjadi wadah untuk mengaktualisasikan nilai-nilai agama melalui pembentukan karakter dan akhlak mulia.
Menurut Yufrizal, melalui kegiatan Pramuka, para siswa belajar menjadi pribadi mandiri, disiplin, berani, sekaligus religius.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda madrasah tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Mereka juga harus memiliki ketangguhan mental dan spiritual.
Melalui kegiatan kepramukaan, peserta didik ditempa untuk mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka. Nilai tersebut sejalan dengan ajaran Islam, seperti ketakwaan kepada Tuhan, cinta alam, kasih sayang terhadap sesama, serta sikap bertanggung jawab dan dapat dipercaya.
Selain itu, Yufrizal berpesan agar Gempra Season 1 menjadi momentum memperkuat moderasi beragama. Para peserta diharapkan mampu saling menghargai perbedaan, memupuk toleransi, dan menumbuhkan semangat cinta tanah air.
Ia berharap Pramuka madrasah dapat menjadi pelopor kebaikan, agen perdamaian, serta teladan bagi remaja di lingkungan masing-masing.








Komentar