BANDASAPULUAH.COM – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus menggencarkan Program Nagari Kanyang melalui gerakan tanam padi sawah serentak di berbagai wilayah.
Setelah sebelumnya dilaksanakan di Kecamatan Bayang, kegiatan serupa kembali digelar di Kelompok Tani Tuah Sakato, Nagari Duku, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kamis (4/6/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir Plt Kepala Dinas Pertanian Hamdi dan jajaran, Camat Nurlaini, unsur forkopimca, Wali Nagari, KTNA, Petani Milenial, Brigade Pangan, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Risnaldi menegaskan, gerakan tanam serentak merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi padi dan mempercepat terwujudnya ketahanan pangan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Menurutnya, Program Nagari Kanyang yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah.
“Melalui Program Nagari Kanyang, kita ingin memperkuat basis agrikultur dan menjadikan Pesisir Selatan sebagai daerah yang mampu menopang kebutuhan pangan masyarakat secara mandiri. Tanam serentak ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Risnaldi.
Ia menjelaskan, sektor pertanian saat ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dampak perubahan iklim global yang menyebabkan cuaca ekstrem, hujan berkepanjangan, banjir hingga longsor di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut turut memengaruhi aktivitas pertanian dan produktivitas petani.
Meski demikian, Risnaldi menyebutkan bahwa capaian produksi padi Kabupaten Pesisir Selatan masih menunjukkan tren yang positif. Pada tahun 2025, produksi padi mencapai 174.986 ton dengan luas tanam 37.777,85 hektare dan luas baku sawah mencapai 22.782,47 hektare.
Dengan luas baku sawah tersebut, Kabupaten Pesisir Selatan masuk dalam tiga besar daerah dengan lahan sawah terluas di Sumatera Barat bersama Kabupaten Solok dan Kabupaten Agam.
“Potensi yang kita miliki sangat besar. Karena itu, kita harus terus meningkatkan produktivitas pertanian agar Pesisir Selatan semakin kokoh sebagai salah satu lumbung pangan Sumatera Barat,” katanya.
Risnaldi juga menyoroti pentingnya dukungan program pemerintah pusat, termasuk pembentukan Brigade Pangan yang bertujuan meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas lahan pertanian.
Menurutnya, program tersebut sangat relevan dengan kondisi geografis dan potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan. Kehadiran Brigade Pangan diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa gerakan tanam serentak bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses budidaya padi sehingga berdampak langsung terhadap peningkatan hasil panen dan pendapatan petani.
“Pencanangan tanam serentak ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem pertanian. Kita berharap petani semakin berdaya, produksi meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Risnaldi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, kelompok tani hingga masyarakat untuk terus bersinergi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian.
Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada petani, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, terutama dalam memastikan ketersediaan sarana dan prasarana produksi pertanian.
“Kita harus bahu-membahu membantu petani, mengawal ketersediaan sarana produksi, serta memastikan program-program pertanian berjalan dengan baik. Dengan kerja sama yang kuat, saya optimistis Pesisir Selatan dapat menjadi lumbung pangan yang semakin maju dan mandiri,” pungkas Risnaldi.






