BANDASAPULUAH.COM — Kebakaran melanda satu unit rumah semi permanen yang berada di tengah kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan Taratak Tangah Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.50 WIB.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik lantaran lokasi rumah yang terbakar berada di lingkungan padat penduduk sehingga dikhawatirkan api cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Plt Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pesisir Selatan, Dongki Agung Pribumi, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima petugas dari anggota BPBD sekitar pukul 14.55 WIB.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Begitu menerima laporan, petugas Damkar Regu A dibantu Regu Off Piket langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan,” ujar Agung.
Ia menjelaskan, petugas menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 18 kilometer menggunakan satu unit armada pompa berkapasitas 5.000 liter.
Setibanya di lokasi, personel Damkar langsung melakukan upaya pemadaman secara cepat agar kobaran api tidak meluas ke rumah warga lainnya.
Selain pemadaman, petugas juga melakukan pendinginan dan overhaul guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
“Alhamdulillah api berhasil dikendalikan dan tidak sampai merambat ke rumah warga di sekitar lokasi,” jelasnya.
Objek yang terbakar diketahui merupakan rumah semi permanen milik Efridal, seorang petani yang beralamat di Bukit Parit, Taratak Tangah Lumpo, Kecamatan IV Jurai.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Sementara itu, penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang.
Dongki Agung Pribumi mengapresiasi kesigapan petugas di lapangan serta bantuan masyarakat yang turut membantu proses penanganan kebakaran.
“Berkat respons cepat petugas Damkar bersama dukungan masyarakat sekitar, tempat kejadian kebakaran dapat ditangani dan dikendalikan sesuai prosedur operasional standar (SOP),” tutupnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan pemukiman padat penduduk, serta memastikan instalasi listrik dan sumber api di rumah dalam kondisi aman.






