BANDASAPULUAH.COM — Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) sekaligus Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Pesisir Selatan, Oktarina Risnaldi, mendorong perempuan pelaku usaha di Pesisir Selatan untuk mampu menguasai digital marketing dan mengembangkan produk kreatif agar dapat bertahan dan bersaing di era modern yang serba digital.
Hal tersebut disampaikan Oktarina saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Perempuan melalui Penguatan Mindset Bisnis, Digital Marketing, dan Pengembangan Produk Kreatif dalam Mendukung Kemandirian Ekonomi Keluarga di Grand Basko Hotel Padang, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Mei 2026, itu diikuti seluruh anggota Ikatan Keluarga Anggota Dewan (IKAD) Kabupaten Pesisir Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Oktarina Risnaldi menyampaikan, saat ini peran perempuan dalam pembangunan semakin nyata dan penting. Perempuan tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam keluarga, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Ia mengatakan, banyak perempuan mampu menjadi penggerak ekonomi keluarga melalui usaha kecil, usaha rumahan, maupun produk-produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Namun di sisi lain, tantangan dunia usaha saat ini dinilai semakin kompleks. Persaingan semakin ketat, perkembangan teknologi berlangsung cepat, dan pola pemasaran telah berubah ke arah digitalisasi.
“Kalau dulu pemasaran dilakukan secara langsung dan terbatas pada lingkungan sekitar, sekarang pemasaran bisa dilakukan melalui media sosial, marketplace, dan berbagai platform digital yang menjangkau pasar lebih luas,” katanya.
Karena itu, ia menegaskan perempuan pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut. Menurutnya, perempuan harus memiliki keberanian untuk memulai usaha, kemampuan untuk mengembangkan usaha, serta kemauan untuk terus belajar agar usaha yang dijalankan dapat bertahan dan berkembang.
Oktarina berharap melalui pelatihan tersebut para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan motivasi, inspirasi, dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam pengembangan usaha masing-masing.
Ia menilai penguatan mindset bisnis menjadi salah satu hal paling penting dalam membangun usaha. Banyak usaha, katanya, tidak berkembang bukan karena kekurangan modal, melainkan karena kurang percaya diri, kurang berani mengambil peluang, atau belum memiliki perencanaan usaha yang baik.
“Oleh sebab itu, pola pikir yang positif, kreatif, inovatif, dan pantang menyerah harus terus dibangun dalam diri setiap perempuan pelaku usaha,” ungkapnya.
Selain mindset bisnis, kemampuan digital marketing juga disebut menjadi kebutuhan utama saat ini. Oktarina menegaskan media sosial bukan hanya tempat berbagi informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana promosi yang efektif dan murah.
Dengan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, produk yang dihasilkan pelaku usaha dinilai akan lebih mudah dikenal luas dan memiliki peluang pasar yang lebih besar.
“Saya berharap melalui pelatihan ini para peserta dapat memahami bagaimana cara mempromosikan produk dengan menarik, membangun branding usaha, serta meningkatkan pemasaran melalui platform digital,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan produk kreatif untuk meningkatkan daya saing usaha. Produk yang unik, menarik, berkualitas, dan memiliki ciri khas dinilai lebih mudah diterima masyarakat.
Menurutnya, kreativitas perempuan merupakan potensi besar yang harus terus didorong agar mampu menghasilkan produk-produk unggulan bernilai ekonomi tinggi sekaligus mendukung peningkatan pendapatan keluarga.
Lebih lanjut, Oktarina menyebut kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi keluarga. Ketika perempuan memiliki kemampuan dan kesempatan berkembang dalam bidang usaha, maka akan berdampak positif terhadap kesejahteraan keluarga, pendidikan anak, hingga ketahanan ekonomi rumah tangga.
Ia optimistis perempuan-perempuan yang hadir dalam kegiatan itu memiliki potensi luar biasa untuk menjadi pelaku usaha yang tangguh, mandiri, dan mampu bersaing di era modern.
Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jaringan, memperkuat kerja sama, dan menumbuhkan semangat kebersamaan antaranggota IKAD maupun sesama perempuan pelaku usaha.
Kepada seluruh peserta, Oktarina berpesan agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh serta memanfaatkan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan menggali ilmu sebanyak mungkin dari para narasumber.
“Jangan takut untuk memulai usaha dan jangan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan. Kesuksesan selalu diawali dari keberanian untuk mencoba dan terus belajar,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Pesisir Selatan Darmansyah, Wakil Ketua DPRD Dani Sopian dan Ermizen, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOSPPrPA) Ilham Rachmadsyah, Sekretaris DINSOSPPrPA Isman, Kabid PPrPA Yulia Novita beserta jajaran, serta narasumber dari Balai Diklat Koperasi Dinas Koperasi UMKM Provinsi Sumatera Barat, Budiman.






