BANDASAPULUAH.COM –
Sidoarjo, GELORAJATIM.COM – Pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya menghasilkan peserta didik yang berprestasi secara akademis, tetapi juga harus mampu menggali bakat, kreativitas, dan memberikan ruang yang setara bagi setiap anak untuk berkembang. Penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta penerapan pendidikan inklusif menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat meresmikan gedung baru SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman atau SD Mumtaz, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Senin (12/10/2026). Dalam kesempatan tersebut beliau menekankan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang mampu mengembangkan potensi siswa secara keseluruhan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Abdul Mu’ti menjelaskan penguatan Science, Technology, Engineering dan Mathematics (STEM) menjadi salah satu fokus kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika perlu ditanamkan sejak dini agar anak mampu menghadapi perkembangan saat ini.
Ia menambahkan, pembangunan pendidikan hendaknya tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik. Dalam konsep sekolah nasional terpadu, pemerintah juga memasukkan unsur seni dan olahraga untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
“Sehingga anak-anak kita mempunyai kemampuan di berbagai bidang,” kata Abdul Mu’ti.
Selain mendorong penguatan STEM, Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakat khusus setiap anak. Katanya, hal itu sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 5 Ayat 4 yang mengatur hak warga negara yang memiliki kecerdasan dan potensi bakat khusus untuk memperoleh pendidikan khusus.
Abdul Mu’ti juga mengapresiasi pengembangan pendidikan berbasis riset di lingkungan Muhammadiyah. Ia mencontohkan adanya sekolah berbasis riset yang mendorong siswa mengembangkan semangat meneliti, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis sejak dini. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga komitmen dan kreativitas dalam mengembangkan proses pembelajaran.
Pemerintah, lanjut Abdul Mu’ti, menyambut baik kontribusi Muhammadiyah yang selama ini turut membantu memberikan layanan pendidikan bagi masyarakat. Peran lembaga pendidikan swasta dinilai penting dalam memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih banyak anak mendapat kesempatan belajar yang layak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah yang selalu memberikan dukungan untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Dalam peresmian tersebut, Abdul Mu’ti juga memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan pendidikan inklusif di SD Mumtaz yang juga merupakan tempat pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus. Ia menegaskan, setiap anak berhak memperoleh kesempatan pendidikan yang layak tanpa terhalang oleh keterbatasan atau kondisi fisik.
Menurut Abdul Mu’ti, rasa percaya diri dan semangat belajar perlu terus dikembangkan pada anak berkebutuhan khusus agar dapat mengembangkan potensinya secara maksimal. Dengan lingkungan sekolah yang mendukung, pendidikan inklusif diharapkan dapat memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, berprestasi, dan mempersiapkan masa depan sesuai dengan kemampuan masing-masing. (rif)
Tampilan Postingan: 5
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency







