BANDASAPULUAH.COM –
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jakarta, CNBC Indonesia – Sejumlah pemimpin teknologi menyerukan agar laju pertumbuhan AI diperlambat. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria pun buka suara soal fenomena tersebut.
Menurut Nezar, kekhawatiran terhadap AI merupakan bagian dari dinamika pertumbuhan industri AI global. Salah satu isu utama yang sering muncul dalam diskusi AI adalah model bisnis.
“Saat ini mereka harus mencari model bisnis yang lebih tepat. Lalu mereka juga melihat perkembangan data center, mungkin skala ekonominya tidak seimbang,” kata Nezar saat ditemui dalam Digital Infrastructure Summit 2026, di Jakarta, Senin (10/12/2026).
Mengenai desakan untuk mengerem AI, ia yakin hal ini tidak menghentikan teknologi otomasi. Namun perusahaan teknologi perlu mengatur ulang strategi mereka.
Sementara itu, Indonesia juga sedang menyusun peraturan mengenai AI. Peraturan ini akan mengatur adopsi teknologi di sejumlah sektor.
“Kami tidak peduli dengan keadaan mereka kemunduran ya, tapi kami sedang mengurus bagaimana hal itu diadopsi di sejumlah sektor,” katanya.
Permintaan untuk memperlambat pengembangan AI diminta oleh bos Anthropic Dario Amodei. Dalam esainya, dia mengatakan risiko AI sangat serius dan perlu ditangani oleh perusahaan dan pemerintah.
Ucapan Amodei juga didukung oleh Sam Altman dan Elon Musk, pemimpin dua perusahaan AI terbesar dunia, yakni OpenAI dan xAI. Tak hanya itu, peneliti yang keluar dari Anthropic juga mengatakan hal serupa.
“Jika kita tidak memperlambat laju kemajuan saat ini, kemungkinan besar kita akan mati dalam waktu dekat,” jelasnya, dikutip dari BBC.
(hsy/hsy)
(Gambas: Video CNN)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






