BANDASAPULUAH.COM –
GIANYAR, NusaBali.com – Rombongan Komisi diterima Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Gianyar, dengan pembahasan meliputi sektor pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Wakil Ketua Komisi Menurutnya, informasi dari pemerintah daerah dan pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat bahan diskusi dalam pengambilan keputusan di tingkat pusat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil rapat ini selanjutnya akan menjadi bahan acuan dalam proses pengambilan keputusan pada rapat kerja dan dengar pendapat dengan pemerintah pada sidang berikutnya, kata Lalu Hadrian.
Ditambahkannya, guna memperkuat fungsi pengawasan, Komisi X DPR RI telah membentuk lima panitia kerja (Panja). Kelima Satgas tersebut antara lain Panitia Pendidikan Daerah 3T dan Marginal, Panitia Pendidikan Tinggi Kementerian/Lembaga (PTKL), Panitia Pelestarian Cagar Budaya (PCB), Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), dan Panitia Perlindungan dan Pemanfaatan Cagar Budaya (PPCB).
Kemudian Hadrian berharap Pemkab Gianyar dan pemangku kepentingan dapat memberikan informasi menyeluruh mengenai kondisi aktual dan kebutuhan di lapangan. Sehingga, hasil kunjungan tersebut dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan membahas alokasi anggaran dengan pemerintah.
“Kami berharap Pemkab Gianyar dan pemangku kepentingan yang hadir dapat memberikan informasi menyeluruh mengenai kondisi aktual dan kebutuhan di lapangan, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan Komisi X DPR RI dalam proses perumusan kebijakan dan alokasi anggaran bersama pemerintah,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Agung Mayun mewakili Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan kunjungan ini penting sebagai ruang komunikasi dan koordinasi untuk menyampaikan kebutuhan dan tantangan pembangunan daerah kepada pemerintah pusat.
“Kami memaknai kehadiran KPU
Ia mengatakan Pemkab Gianyar terus mendorong penguatan sektor pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Gianyar memiliki kekayaan seni, tradisi dan kreativitas yang merupakan potensi strategis bagi pembangunan daerah sehingga perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
Pembangunan sektor ini, lanjutnya, perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Tidak hanya unggul secara akademis, generasi muda juga diharapkan memiliki karakter, kreativitas, keterampilan dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Selain menjaga warisan budaya sebagai identitas daerah, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif juga diharapkan dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi UMKM, seniman, generasi muda, desa, dan masyarakat lokal.
“Pemerintah Kabupaten Gianyar terus berupaya mengembangkan kebijakan yang mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. *nvi
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






