BANDASAPULUAH.COM –
Langgam.id – Banjir, longsor, dan pohon tumbang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026). Ranah Ampek Hulu Kabupaten Tapan merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak banjir cukup luas.
Berdasarkan laporan sementara BPBD Sumbar hingga Minggu (10/11/2026) dini hari, pendataan di wilayah Ampek Hulu Tapan mencatat akumulasi 4.240 unit data dari sembilan desa terdampak. Sedangkan satu nagari dilaporkan nihil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sembilan nagari yang melaporkan dampak banjir adalah 243 di Sako, 522 di Limau Prut Tapan, 647 di Binjai, 200 di Talang Balarik, 2.390 di Kampung Tengah, 60 di Tebing Tinggi, 28 di Sungai Pinang, 100 di Kubu Tapan dan 50 di Simpang Gunung Tapan. Nagari Talang Koto Pulai dilaporkan nihil dalam pendataan sementara.
Banjir juga berdampak pada fasilitas umum. Data awal menunjukkan 12 sekolah, tujuh perkantoran, dan empat masjid terdampak. Selain itu, dua rumah dilaporkan hanyut, sedangkan jalan lintas di Nagari Talang Balarik rusak sekitar 100 meter.
Pemerintah daerah masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan jumlah warga terdampak, kondisi rumahnya, kerusakan infrastruktur, dan kebutuhan mendesak masyarakat.
Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, serta perangkat daerah lainnya juga dilibatkan dalam penanganan sesuai tugas masing-masing.
Akses Jalan Tapan-Bengkulu Terendam Banjir
Banjir juga mengganggu arus lalu lintas di jalan Tapan-Bengkulu, tepatnya di kawasan Alang Ramba, Tapan.
Arus lalu lintas mulai diterapkan dengan sistem buka-tutup. Pengguna jalan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain banjir, tanah longsor juga terjadi di jalan provinsi di Nagari Setara Nanggalo, kawasan Mandeh, Kecamatan Koto XI Tarusan. Material longsor menutupi badan jalan sehingga kendaraan roda empat tidak bisa melintas, sedangkan kendaraan roda dua masih bisa melintas.
Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan Zainal Arifin menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan mempercepat pembersihan jalan sesuai kewenangan masing-masing.
Dinas PUPR melaporkan, alat berat dari pusat telah disiapkan di lokasi. Namun penanganan masih terkendala banjir dan kondisi jalan yang tidak memungkinkan alat berat mencapai titik longsor.
Longsor di sejumlah lokasi lain, seperti Bukit Putus di Kecamatan IV Jurai, Nagari Koto Nan Duo di Kecamatan Batang Kapas, dan Nagari Sungai Gambir di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, juga memerlukan dukungan alat berat dan koordinasi antarlembaga.
Banjir juga menggenangi sejumlah fasilitas pendidikan di Ranah Ampek Hulu Tapan. Laporan awal Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mencatat lima sekolah terdampak yakni SDN 10 Pasar Melintang, SDN 02 Padang Kejai, SMPN 2 Ranah Ampek Hulu Tapan, SMPN 3 Ranah Ampek Hulu Tapan, dan SDN 09 Sungai Gambir, ujarnya.
Sementara pendataan BPBD yang diperbarui Minggu dini hari mencatat total ada 12 sekolah yang terdampak.
Di tengah banjir tersebut, kegiatan Perkemahan Sabtu dan Minggu (Persami) yang digelar Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Ranah Ampek Hulu Tapan di Bumi Perkemahan Panadah Tapan juga ikut terdampak. Seluruh siswa SD dan SMP, pengawas dan panitia dilaporkan selamat.
Dari bidang kesehatan, laporan awal mencatat 74 rumah terdampak di Nagari Limau Putu dan Talang Balarik. Rinciannya, 35 rumah di Limau Putu dan 39 rumah di Talang Balarik.
Sebanyak 63 orang juga dilaporkan berada di pos pengungsian, terdiri dari Nagari Limau Putu 31 orang dan Nagari Talang Balarik 32 orang.
Dua fasilitas kesehatan yakni Pustu Limau Purut dan Pustu Talang Balarik disiagakan dengan dukungan dua petugas kesehatan. Ketersediaan obat dilaporkan mencukupi berdasarkan laporan awal.
Petugas juga mendata kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan warga yang membutuhkan layanan khusus. Dalam laporan awal, tidak ada korban jiwa di kedua nagari tersebut yang tercatat oleh petugas kesehatan.
Zainal mengatakan Pemkab Pesisir Selatan terus berupaya memenuhi kebutuhan pokok warga terdampak. Dinas PUPR melaporkan, UPTD wilayah Tapan bertugas menyalurkan bantuan berupa beras kemasan, mie instan, telur, dan air mineral.
“Kebutuhan logistik yang menjadi perhatian antara lain beras, mie instan, telur, roti, air mineral, makanan siap saji, minyak goreng, gula pasir, susu bayi dan anak, serta biskuit dan makanan tambahan,” ujarnya.
Penyaluran bantuan akan disesuaikan dengan hasil pendataan dan prioritas kebutuhan warga, terutama masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat, kelompok rentan, dan warga yang membutuhkan hunian sementara.
Untuk penanganan infrastruktur, Dinas PUPR juga berkoordinasi dengan Dinas Pengembangan Sumber Daya Air dan Konstruksi (SDA-BK) dan Kanwil Sungai Padang V Sumatera terkait permasalahan tanggul sungai dan kerusakan lainnya.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang untuk tetap waspada. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah dan BPBD serta tidak memaksakan diri melewati jalan yang tidak aman. (LEMAH)
Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. Redaksi tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini. Agregator artikel oleh JetMedia Digital Agency






