Misi tersebut dijalankan atas perintah langsung Presiden Soekarno dan berhasil dilaksanakan dengan sukses, menandai kembalinya Papua ke pangkuan Ibu Pertiwi.
Setahun setelah peristiwa itu, Jafri Syair ditugaskan membina taruna di Akademi Militer. Di antara taruna yang pernah dibinanya terdapat sejumlah tokoh penting nasional, salah satunya Sintong Panjaitan.
Pada tahun 1964, almarhum juga pernah bertugas mengawal Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, yang saat itu masih menempuh pendidikan di SMA Polonia Jakarta, ketika ayahnya Sarwo Edhie Wibowo menjalani pendidikan militer di Australia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tahun 1965, Jafri Syair ditugaskan sebagai guru militer di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, menggantikan instruktur militer dari Jepang dan Belanda.
Di tahun yang sama, ia menempuh pendidikan Jump Master (pelatih terjun payung) dan melatih taruna yang kelak menjadi perwira tinggi TNI.
Berbagai penugasan penting terus dijalaninya, termasuk melatih satu batalyon Tentara Diraja Malaysia pada tahun 1970, mengikuti pendidikan intelijen bersama Mobile Training Team (MTT) Angkatan Bersenjata Amerika Serikat pada 1975, serta membina taruna Akmil Magelang pada 1976.
Sejumlah nama besar TNI seperti Luhut Binsar Pandjaitan, Prabowo Subianto, dan Susilo Bambang Yudhoyono pernah menjadi anak didiknya.
Setelah 31 tahun mengabdi di dunia militer, Jafri Syair purna tugas pada tahun 1991.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






