Viral Video Bantuan Warga Terdampak Bencana Sumut Hanya Kardus Kosong, Ini Penjelasan TNI

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Video Bantuan Warga Terdampak Bencana Sumut Hanya Kardus Kosong, Ini Penjelasan TNI

i

Viral Video Bantuan Warga Terdampak Bencana Sumut Hanya Kardus Kosong, Ini Penjelasan TNI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

– TNI menanggapi video yang beredar dan menyatakan hanya menyalurkan bantuan berupa kardus kosong kepada warga terdampak bencana di Sumatera.

Komandan Batalyon Perbekalan Angkut (Perbekang) 5 ARY Letkol CBA Supriyanto membantah narasi dalam video yang beredar.

Supriyanto mengatakan, setiap helibox yang dikerahkan telah melalui pemeriksaan setelah diisi, diperiksa anggota, dan disaksikan petugas.

Baik sebelum dimuat ke truk maupun sebelum dimuat ke pesawat. Diperiksa isinya, tali dan lakban dipastikan kuat, kata Supriyanto mengutip Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, di Jakarta, Selasa 23 Desember 2025.

Ditegaskannya, bantuan yang dijatuhkan menggunakan prosedur standar dengan muatan yang valid sesuai aturan keselamatan airdrop.

Baca Juga :  Israel membunuh enam warga Palestina di Gaza, dan membakar seluruh keluarga hidup-hidup di tenda-tenda di zona 'aman'

Komandan Tim Rigger Airdrop Satgas Udara mengatakan, tidak mungkin helibox kosong bisa dikerahkan.

Konsep helibox airdrop dikirimkan ke wilayah terdampak bencana Sumatera yang sulit dijangkau melalui pendaratan langsung.

Helibox tersebut, lanjutnya, tingginya sekitar 73 sentimeter (cm). Sedangkan muatan logistik di dalamnya berkisar 30 cm.

Dengan ukuran sebesar itu, terdapat rongga di bagian atas sekitar 35-37 sentimeter. Oleh karena itu, secara kasat mata juga terlihat seolah-olah kosong meskipun muatannya telah diikat dan dipasang di bagian dalam.

“Batas berat maksimal helibox adalah 5 kilogram. Jika terisi penuh beratnya bisa mencapai 9 kilogram dan berisiko rusak saat airdrop,” ujarnya.

“Karena itu muatannya tidak terisi sampai atas, hal inilah yang sering menimbulkan kesalahpahaman,” imbuhnya.

Baca Juga :  “Ini pertama kalinya kamu bisa melihatnya.” Bertujuan untuk terobosan dalam negosiasi

Sedangkan muatan logistik yang dikemas dalam bentuk kebutuhan logistik, seperti beras atau mie instan, disusun dengan perhitungan khusus agar tidak tenggelam atau hancur di udara saat dikeluarkan dari pesawat.

Selanjutnya tali pengikat disusun membentuk kipas dan sesuai standar terjun payung untuk menjaga keseimbangan helibox saat terbang menuju daratan.

Supriyanto menjelaskan, terdapat empat lapisan penyaringan dalam setiap proses airdrop. Pertama, pemeriksaan oleh tim rigger pada saat packing.

Kedua, pemeriksaan ulang terhadap tim rigger dan personel hanggar TNI AU pada saat memuat truk.

Ketiga, pengecekan oleh awak pesawat sebelum proses pemuatan. Terakhir, berkoordinasi dengan satuan teritorial di darat untuk memastikan hasil airdrop aman, utuh, dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Pajak Harus Dikurangi Saat Masyarakat Bayar Zakat!

“Kalau helibox kosong maka filter pertama gagal. Sampai saat ini alhamdulillah belum ada laporan dari bawah bahwa helibox kosong, seperti dugaan sebagian oknum atau netizen,” ujarnya.

Dengan penjelasan tersebut, TNI berharap misinformasi yang disebarkan dapat dipahami oleh masyarakat.

Dimana, setiap bantuan yang dijatuhkan melalui udara telah melalui proses yang tertib, hati-hati dan berlapis, untuk memastikan logistik benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Semoga memberikan pemahaman kepada kita semua, agar tidak terjadi salah tafsir atau asumsi yang menyimpang dari kenyataan,” ujarnya.***

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru