Masuk Akpol Pakai Jatah, Mau Naik Pangkat Harus Bayar?

Senin, 22 Desember 2025 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masuk Akpol Pakai Jatah, Mau Naik Pangkat Harus Bayar?

i

Masuk Akpol Pakai Jatah, Mau Naik Pangkat Harus Bayar?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

– Praktik ‘insider channel’ dan dugaan penyetoran uang untuk jabatan di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali mendapat sorotan tajam.

Kali ini, suara keras datang dari anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP), Mahfud MD yang blak-blakan mengakui persoalan rekrutmen dan promosi menjadi salah satu persoalan yang diusut serius.

Berbicara di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Senin (22/12/2025), Mahfud menegaskan permasalahan klasik tersebut menjadi salah satu fokus utama komisi dalam upayanya memajukan lembaga Bhayangkara.

Rekrutmen, promosi, rotasi, dan sebagainya menjadi bagian dari pembahasan, kata Mahfud dilansir Antara.

Baca Juga :  Bobby potong anggaran bencana Sumut dari Rp. 843 miliar menjadi Rp. 70 Miliar, Warga Rugi Saat Banjir Datang!

Salah satu permasalahan kronis yang ia catat adalah ketidakadilan dalam proses promosi jabatan.

Menurutnya, ada fenomena anggota yang berprestasi dan memenuhi syarat kariernya mandek, sedangkan yang belum lolos bisa naik pangkat dengan cepat.

“Kami mencatat ada orang yang pangkatnya ‘belum’ naik, ada pula yang belum memenuhi syarat tiba-tiba naik pangkat,” ujarnya.

Yang lebih mengejutkan lagi, Mahfud mengungkap adanya dugaan praktik transaksional di luar mekanisme resmi.

Dia mencontohkan ‘biaya’ yang harus dikeluarkan anggota untuk bisa mengikuti pendidikan tertentu agar mendapat kenaikan pangkat ke jabatan strategis, seperti pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Baca Juga :  Pajak Harus Dikurangi Saat Masyarakat Bayar Zakat!

“Malah masyarakat bayar ikut Sespim (Sekolah Staf dan Pimpinan Polri) dapat Brigjen dan sebagainya. Bayar ke siapa? Ya bayar ke temannya yang ngurus,” ucapnya.

Mahfud menjelaskan, praktik penipuan ini sulit dideteksi karena dilakukan secara ‘curang’ dan tidak akan pernah tercatat di rekening resmi lembaga.

“Kalau ditanya rekening Polri tidak ada kan, tidak bisa dibayar,” sambung Mahfud.

Kritik tajam tak berhenti sampai disitu. Jalur masuk menjadi polisi melalui Akademi Kepolisian (Akpol) juga tak luput dari sorotan.

Mahfud mengatakan, proses rekrutmen calon taruna kini diwarnai dengan sistem penjatahan yang mengabaikan prinsip meritokrasi.

Baca Juga :  Bahlil Kembali Suruh Cak Imin Bertaubat Nasuha: Semua Harus Evaluasi Diri

Jadi, rekrutmen yang mau masuk Akpol sekarang juga menggunakan kuota. Jadi produk beberapa tahun terakhir sebenarnya tidak selektif, tapi karena kedekatan, karena hubungan politik, dan sebagainya, jelasnya.

Menurut dia, berbagai temuan mengkhawatirkan tersebut bukan hanya sekedar catatan saja, namun kini dalam proses penyelidikan intensif oleh tim KPRP untuk mencari solusi permanen.

“Ini semua akan dibahas cukup mendalam, nanti akan diputuskan melalui masukan,” kata Mahfud.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor

Berita Terbaru