Ray Rangkuti Kecam Pernyataan Tito Karnavian Soal Bantuan Malaysia yang Tak Banyak: Memalukan dan Sombong!

Kamis, 18 Desember 2025 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ray Rangkuti Kecam Pernyataan Tito Karnavian Soal Bantuan Malaysia yang Tak Banyak: Memalukan dan Sombong!

i

Ray Rangkuti Kecam Pernyataan Tito Karnavian Soal Bantuan Malaysia yang Tak Banyak: Memalukan dan Sombong!

BANDASAPULUAH.COM – Pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian terkait besaran bantuan Malaysia untuk korban bencana banjir di Sumatera menuai kritik keras.

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti menilai pernyataan tersebut tidak tepat, penuh arogansi, dan berpotensi merusak hubungan baik antar negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ray mengatakan, membandingkan bantuan kemanusiaan negara tetangga dengan kewajiban pemerintah Indonesia terhadap rakyatnya sendiri adalah hal yang salah dan tidak relevan.

Bukan hanya memalukan, tapi menunjukkan arogansi dan kurang menghargai niat baik negara tetangga, kata Ray dalam keterangan tertulisnya kepada Kontak.co.id, Rabu, 17 Desember 2025.

Mempermalukan Indonesia di Mata Internasional

Menurut Ray, pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bukan hanya bersifat pribadi, namun mencerminkan sikap pemerintah Indonesia di mata internasional. Oleh karena itu, dia menilai Mendagri harus segera mencabut pernyataannya tersebut.

“Pernyataan-pernyataan yang bersifat menghina seperti itu sangat tidak pantas untuk diucapkan oleh Mendagri, apalagi disampaikan kepada negara tetangga,” imbuhnya.

Baca Juga :  Panas! KIP Cecar UGM Tak Libatkan Kaji Konsekuensi Eksternal Terkait Ijazah Jokowi

Ray menegaskan, kedudukan Mendagri sebagai wakil utama presiden dalam urusan pemerintahan dalam negeri membuat setiap pernyataan publik mempunyai bobot sebagai kedudukan resmi negara.

“Nada merendahkan negara lain sama sekali tidak bisa dibenarkan. Lebih tidak dibenarkan lagi karena dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri yang merupakan wakil utama presiden dalam urusan pemerintahan dalam negeri,” ujarnya.

Atas dasar itu, Ray mendesak Menteri Dalam Negeri tidak hanya mencabut pernyataan tersebut, tapi juga meminta maaf secara terbuka kepada pemerintah dan masyarakat Malaysia.

Perbandingan yang Tidak Relevan

Ia menilai perbandingan yang dilakukan Mendagri sangat tidak relevan karena mencampuradukkan kewajiban negara dengan bantuan sukarela pihak lain.

“Bagaimana mungkin bantuan negara lain dibandingkan dengan kewajiban pemerintah terhadap rakyatnya sendiri? Jelas sangat tidak relevan. Sama tidak relevannya membandingkan bantuan sukarela warga dengan apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap korban banjir bandang di Sumatera,” kritik Ray.

Mantan aktivis 1998 ini menambahkan, cara berpikir seperti ini menunjukkan kegagalan dalam memahami perbedaan mendasar antara kewajiban negara dan empati sukarela pihak lain.

Baca Juga :  Mickey Mouse Memiliki Beberapa Kata untuk Bob Iger Tentang Sora

“Perlu disampaikan bahwa bantuan itu bersifat sukarela. Karena bersifat sukarela, jangan dilihat dari besarnya. Hanya bisa dinilai dari aspek kesediaannya,” ujarnya.

Ray menegaskan, kehadiran negara dalam situasi bencana merupakan kewajiban mutlak, bukan sekedar bantuan.

“Agar masyarakat lain punya empati dan ikut ambil bagian dalam mengurangi penderitaan para korban. Peran pemerintah bukan membantu. Tapi wajib,” tegas Ray.

“Wajib terlibat dalam memperbaiki kondisi Sumbar pasca banjir, wajib memberi makan warganya, wajib menyediakan rumah bagi pengungsi, wajib memastikan kejadian yang sama tidak terulang kembali. Jelas ada perbedaan yang sangat jauh antara tindakan yang bersifat sukarela dan kewajiban yang harus dilakukan,” imbuhnya.

Mendagri Sebut Bantuan Malaysia Tidak Banyak

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengomentari bantuan Malaysia yang diberikan kepada korban bencana di Sumatera.

Ia mengatakan, nilai bantuan tersebut relatif kecil dan tidak berarti jika dibandingkan dengan kemampuan pemerintah Indonesia.

Tito mengaku mendapat informasi mengenai rencana pengusaha Malaysia mengirimkan bantuan medis kepada korban banjir di Aceh.

Baca Juga :  Sosok Mahyeldi, Gubernur Sumbar yang mendapat bantuan luar negeri meski pemerintah belum mengeluarkan izin

Namun setelah dilakukan penilaian, nilai bantuan tersebut dinilai tidak besar.

“Setelah dilihat (jenis obatnya), dikaji berapa jumlah obat yang dikirim, nilainya kurang dari Rp 1 miliar, kurang lebih Rp 1 miliar,” kata Tito dalam video wawancara seperti dikutip Selasa, 16 Desember 2025.

Mantan Kapolri ini menegaskan, pemerintah Indonesia memiliki anggaran yang jauh lebih besar untuk penanggulangan bencana.

“Kita ini negara, kalau Rp 1 miliar, kita cukup (mampu), kita punya anggaran yang jauh lebih besar dari itu. Bantuan yang kita galang (kerahkan) juga jauh lebih besar dari itu,” tuturnya.

Menurut Tito, bantuan luar negeri dalam jumlah kecil berpotensi menimbulkan persepsi negatif di kalangan masyarakat, seolah-olah pemerintah tidak hadir maksimal dalam penanganan bencana, padahal anggaran dan sumber daya yang dikerahkan negara jauh lebih besar. ***

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru