Viral Warga Aceh Pasang Bendera Malaysia di Tenda Pengungsi, Dimana Negaranya?

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Warga Aceh Pasang Bendera Malaysia di Tenda Pengungsi, Dimana Negaranya?

i

Viral Warga Aceh Pasang Bendera Malaysia di Tenda Pengungsi, Dimana Negaranya?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Sebuah video yang memperlihatkan bendera Malaysia berkibar di tenda pengungsian di Aceh mendadak viral di media sosial. Rekaman tersebut menarik perhatian publik karena menggambarkan situasi memilukan para pengungsi pasca bencana melanda wilayah tersebut.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Dalam video tersebut terlihat bendera asing berdiri tegak di atas tiang kayu atau bambu yang cukup tinggi. Keberadaannya menimbulkan pertanyaan di kalangan netizen terkait kondisi penanganan darurat di wilayah terdampak.

Bendera Malaysia berkibar

Video tersebut diunggah pemilik akun Instagram @doniherdaru pada 10 Desember 2025 asal Aceh Tamiang. Ia membagikan potret kehidupan para pengungsi yang masih bertahan di bawah tenda dalam kondisi terbatas.

Baca Juga :  Perserikatan Bangsa-Bangsa: Kekeringan membuat jutaan warga Somalia terpapar berita kelaparan dan pengungsian

“Di tengah tenda kumuh dan jemur pakaian, di antara tanah rusak dan wajah lelah menunggu, ada bendera yang berkibar. Tapi bukan bendera negara ini,” tulis akun yang di unggah.

Dalam penuturannya, ia menggambarkan para pengungsi hanya berharap kehadiran negara di situasi sulit ini.

“Karena masyarakat di sini tidak meminta keajaiban. Hanya kehadiran. Hanya kepedulian. Hanya tangan negara yang harus ada sebelum dunia luar menyadari luka ini,” dia menulis lagi.

Ia juga menyinggung lambatnya respon pemerintah terhadap kondisi para korban bencana.

“Tetapi daratan itu datang bagaikan bayangan petang, larut malam, samar-samar, seolah-olah musibah ini hanya sekilas berita, bukan kenyataan yang mengguncang daratan basah,” kata akun itu.

Baca Juga :  Eropa Barat tidak lagi memimpin dunia, jadi mereka malah mengancamnya — BANDASAPULUAH.COM

Dalam unggahan tersebut, ia menyebut bendera asing yang berkibar di tenda pengungsi seolah menjadi simbol pahit atas ketiadaan suatu negara. Menurutnya, kehadiran bendera tersebut merupakan sebuah ironi di tengah situasi darurat yang memerlukan perhatian serius.

“Di Aceh Tamiang hari itu, bendera asing mengajarkan sebuah kenyataan pahit: bahwa luka terdalam bukan datang dari luar, melainkan dari ketiadaan sebuah negara di saat rakyatnya sangat membutuhkannya,” dia menulis.

“Nasionalisme terkoyak bukan karena pengkhianatan, tapi karena kerinduan terhadap negara yang tak kunjung muncul.”

“Fyi, aku mengetik ini sambil menitikkan air mata. Dalam diam. Bertanya, mau kemana negara ini?” lanjutnya di kolom komentar.

Komentar warganet

Hingga saat ini, lokasi pasti video tersebut dan kebenaran informasinya belum dapat dipastikan oleh pihak berwenang. Namun video tersebut mendapat banyak tanggapan dari netizen yang mempertanyakan lambatnya penanganan bencana di Aceh.

Baca Juga :  Bintang 'Weird Science' itu sudah jarang muncul sejak meninggalkan Hollywood

“Saya tetap cinta Indonesia, tapi hanya dengan pemerintahannya, pejabatnya, dan wakil rakyatnya,” kata @hnugraheni.

“Kekayaan alam bagi oligarki, bencana bagi rakyat,” tulis @sbrinarirrar dengan emote sedih.

“Giliran saya yang muak disebut separatis,” kata @churro_zz3.

“@prabowo, @gibran_rakabuming sedih lihat? Sedih gak? Jangan serakah pak. Jangan tutup mata pak. Dimana harga mati NKRI?” tulis @soemilat.

“Mereka bukan pengkhianat, mereka merasa tidak ada keadilan di negaranya sendiri,” ucap @triansyahputraa_.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru