Warga mengeluhkan tumpukan sampah di Ciputat, Tangsel yang sudah 4 hari tidak tertampung

Sabtu, 13 Desember 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengeluhkan tumpukan sampah di Ciputat, Tangsel yang sudah 4 hari tidak tertampung

i

Warga mengeluhkan tumpukan sampah di Ciputat, Tangsel yang sudah 4 hari tidak tertampung

Tangsel –

Kawasan Ciputat, Tangsel (Tangsel) dipenuhi tumpukan sampah di sejumlah titik. Tumpukan sampah ini muncul karena sudah empat hari tidak ada dinas yang mengangkut sampah di kawasan Ciputat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Hal itu diungkapkan seorang warga bernama Sarman saat ditemui detikcom di sekitar jalan layang Ciputat, Tangsel. Sarman mengaku sempat melihat tumpukan sampah yang sudah empat hari tidak dipungut.

“Di sini selama 3-4 hari terakhir tidak ada yang mengangkut,” kata Sarman di lokasi, Sabtu (13/12/2025).

Baca Juga :  FT memasukkan pemimpin redaksi RT dalam daftar pemimpin tertinggi tahun 2025 — RT Rusia & Bekas Uni Soviet

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Warga mengeluhkan tumpukan sampah di Ciputat, Tangsel. Foto: Kurniawan Fadilah/detikcom

Sarman mengatakan fenomena ini luar biasa. Sebab, kata dia, dalam kondisi normal selalu ada dinas lingkungan yang rutin mengangkut sampah warga.

“Biasanya dari DLH ambillahsudah 3 hari sejak aku pergi. Katanya, tidak ada armada untuk itu diambil,” kata Sarman.

Hal serupa juga diungkapkan warga lainnya, Eko. Namun, jelas Eko, sepengetahuannya sampah tersebut tidak pernah terangkut sehingga menimbulkan penumpukan akibat terkendala penutupan TPS Ciputat dan permasalahan di TPA Cipeucang, Serpong.

“Yang saya dengar, tapi belum tahu benar atau tidak, TPS pertama di Pasar Ciputat ditutup. Lalu yang kedua, TPA di Serpong bermasalah, juga ramai diperbincangkan di media,” jelas Eko.

Baca Juga :  Yayasan Kemanusiaan Gaza yang didukung AS mengakhiri misinya setelah 9 bulan – BANDASAPULUAH.COM

Terlepas dari sejumlah permasalahan yang ada, Eko mengatakan tumpukan sampah ini sangat mengganggu aktivitas warga, apalagi karena baunya yang menyengat. Di sisi lain, ia mengatakan sudah ada pertemuan masyarakat terkait permasalahan tumpukan sampah.

Baunya busuk banget, apalagi kalau hujan, air sampai ke jalan, baunya makin menyebar. Apalagi kalau habis hujan panas, baunya langsung bertambah ya?” bawa itu “Anginnya semakin kencang,” kata Eko.

Baca Juga :  Kebenaran Trump yang Belum Diposting Kata-kata kasar Sosial Terungkap Sebagai Foto Kantor Oval yang Bocor 'Mengatakan Semuanya'

“Sudah dua hari sekarang datang ada yang dari dinas, ngobrol dengan warga, dengan RW, ada juga yang dari lurah, camat, DLH, Dishub. Informasi finalnya akan dirilis malam ini, ujarnya.

Tumpukan sampah di kawasan Ciputat banyak ditemui mulai dari trotoar dekat kampus UIN Jakarta, hingga kolong flyover Ciputat, hingga berlanjut hingga trotoar menuju Pamulang. Bau yang dikeluarkan dari tumpukan sampah ini sangat menyengat.

(dwr/dwr)

Agensi Digital JetMedia

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru