Pemprov Jabar Gelar LSM Summit, Dorong Kerjasama dengan Ormas Asing

Kamis, 11 Desember 2025 - 21:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Jabar Gelar LSM Summit, Dorong Kerjasama dengan Ormas Asing

i

Pemprov Jabar Gelar LSM Summit, Dorong Kerjasama dengan Ormas Asing

Jakarta –

Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Pemotda) Jawa Barat menyelenggarakan LSM Summit 2025 sebagai forum koordinasi strategis antara pemerintah pusat, perangkat daerah, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/ormas asing). Forum ini merupakan upaya memperkuat sinergi pembangunan sekaligus mengatasi tantangan di Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Asisten Pemda Jabar Faiz Rahman mengungkapkan, keberadaan LSM dalam banyak hal lebih militan dalam menjangkau masyarakat dibandingkan pemerintah daerah sendiri. Untuk itu, Pemprov Jabar menginisiasi forum ini untuk memperkuat kolaborasi.

Bahkan, kehadirannya lebih militan dibandingkan pemerintah daerah itu sendiri. “Jadi kami dari Provinsi Jawa Barat hari ini mengambil inisiatif,” ujarnya di gedung UID Learning Center, Jakarta Selatan, Kamis, (11/12/20250).

GULIR UNTUK MELANJUTKAN ISI

Lebih lanjut dia menjelaskan, forum ini merupakan salah satu bentuk fasilitas dari pemerintah untuk mengakomodir supply dan demand. Dimana, pemerintah menyediakan data yang dibutuhkan LSM, sedangkan kabupaten/kota menyediakan data kebutuhan daerah sehingga kedua belah pihak dapat menemukan kesesuaian program masing-masing.

Baca Juga :  Gedung Putih mengancam pendanaan Smithsonian dalam tinjauan konten secara menyeluruh

“Makanya kita anggap (ini) marketplace. Supply dan demand kita fasilitasi di satu tempat, bapak dan ibu dari LSM bawa produknya apa, datanya apa yang dibutuhkan. Lalu dari kabupaten kota kita bawa datanya juga. Ini untuk memenuhi kebutuhannya,” sambungnya.

“Jadi hari ini kita dalam semangat kolaborasi, kita bekerja sama, mudah-mudahan semua bisa berpartisipasi, dan embrio-embrio yang kita lakukan hari ini, kedepannya bisa kita lakukan secara rutin,” tambah Faiz.

LSM Summit Menjadi Forum Sinergi Pemerintah Daerah dan LSM untuk Mendorong Program di Daerah Fiskal Rendah

Salah satu anggota Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tasikmalaya, Rudi menjelaskan, daerah di selatan Jabar seperti Tasikmalaya yang kapasitas fiskalnya rendah berdampak pada rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut, memerlukan kehadiran program LSM.

“Di wilayah Selatan (Jawa Barat) indeks desentralisasi fiskalnya rendah, IPM juga di bawah, Tasikmalaya, Cianjur, itu saja Pak. Kita di Tasikmalaya urutan ketiga paling bawah, dari bawah, dari 27, ya, posisi terbawah. IPM rendah ini, tentu kalau kita bicara program dari LSM, ini sangat membantu, ditambah dengan kondisi saat ini, rendahnya kemandirian fiskal, berkurangnya TKD, kita rugi Rp 312 miliar,” dia menjelaskan.

Baca Juga :  Dengan sambutan meriah, Kapolda Babel meninjau pelaksanaan tugas kepolisian di Bangka Barat

Lebih lanjut, Rudi menekankan perlunya arahan bagaimana menjalin kerja sama dengan LSM di wilayahnya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapannya agar LSM dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata kepada masyarakat.

“Kita tunggu LSM, LSM bisa berkontribusi lebih besar untuk kemaslahatan masyarakat kita. Kemiskinan di negara kita 10,32% pak, jadi masih sangat terbuka. Ada persoalan lingkungan hidup, persoalan sosial dan sebagainya. (Tapi) bagaimana kita memulainya, dimulai dari masyarakat kita mana saja,” pintanya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota LSM Rikolto Ratna mengatakan perlunya koordinasi dari Kementerian Dalam Negeri untuk mengetahui permasalahan, data dan dukungan yang bisa diberikan LSM sekaligus menyesuaikan dengan jangka waktu pendanaan yang tersedia.

Baca Juga :  Tunisia menangkap pemimpin oposisi terkemuka untuk menegakkan hukuman penjara

“Pak Tasikmalaya pak, menarik sekali. Memang kami setuju dengan apa yang bapak sampaikan, bahwa harus ada koordinasi dengan Kemendagri untuk mengusulkan permasalahannya apa, lalu datanya seperti apa, bagaimana kami bisa membantu, kemudian perlu juga dikoordinasikan ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan dari LSM SNV, Nisa, menyambut baik respon pemerintah daerah yang menginginkan program LSM tersebut hadir di wilayahnya. Menurutnya, forum strategis ini membantu mempertemukan daerah dan ormas di luar negeri mengenai kebutuhan dan prioritasnya secara lebih terkoordinasi.

“Kami sangat senang jika ada pemerintah daerah yang mau membawa program seperti itu ke daerahnya, karena ketika kami khususnya saya berkeliling Indonesia seperti itu melanjutkan perjanjian ini, dari pembuatan RKT Satu Indonesia banyak kita temui pemerintah daerah yang responnya berbeda-beda,” tutupnya.

(akn/ega)

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru