Bikin Susno Duadji Marah Gara-gara Pernyataannya Soal Banjir Sumatera, Ini Sosok Menteri Kehutanan Raja Juli

Senin, 8 Desember 2025 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bikin Susno Duadji Marah Gara-gara Pernyataannya Soal Banjir Sumatera, Ini Sosok Menteri Kehutanan Raja Juli

i

Bikin Susno Duadji Marah Gara-gara Pernyataannya Soal Banjir Sumatera, Ini Sosok Menteri Kehutanan Raja Juli

– Mantan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Polisi (Purn) Susno Duadji melontarkan kritik tajam terhadap pernyataan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni yang sebelumnya menyebut banjir besar di Sumatera murni peristiwa alam.

Menurut Susno, bencana ini tidak lepas dari aktivitas perusakan hutan yang sudah berlangsung lama dan masif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam acara Kompas TV On Point, Jumat (5/12/2012), Susno menegaskan, rusaknya hutan menjadi faktor utama yang memperparah banjir.

“Tetapi menjadi bencana karena ulah manusia, karena hutan ditebang oleh orang-orang yang tamak,” ujarnya dengan nada emosional.

Susno mengaku terpancing amarah saat mendengar penjelasan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat menanggapi panggilan DPR.

Ia menilai Menteri Kehutanan menunjukkan sikap tidak transparan karena enggan menyebutkan nama 20 perusahaan yang akan dicabut izinnya.

Menurut dia, tindakan tersebut tidak mencerminkan tanggung jawab seorang menteri.

“Tidak lumrah kalau seorang menteri berkata seperti itu. Kenapa tidak lumrah? Itu tanggung jawab teknisnya. Jangan lemparkan tanggung jawab ke presiden,” ujarnya.

Susno menambahkan, Presiden Prabowo telah memberikan kewenangan penuh kepada Menteri Kehutanan terkait pengurusan izin kehutanan.

Karena itu, dia mempertanyakan mengapa menteri harus menunggu arahan presiden soal teknis.

Baca Juga :  Ramalan bintang Anda untuk minggu depan: Singkirkan rasa tidak aman Anda dan lihat apa yang terjadi

“Presiden punya banyak tugas. Urusan teknis kehutanan sudah diserahkan ke menteri. Dia yang menandatangani, dia yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Mendesak Menteri Kehutanan bertanggung jawab

Melihat banyaknya korban jiwa dan besarnya kerugian akibat banjir, Susno menilai wajar jika DPR meminta data lengkap kepada Menteri Kehutanan.

Korbannya sudah ribuan. Wajar kalau DPR minta data itu ke Menteri Kehutanan. Jawabannya, tidak perlu izin presiden dulu, ”ujarnya.

Ia bahkan mempertanyakan integritas Raja Juli.

“Menteri macam apa dia? Kalau semua menteri seperti itu, kita akan kesusahan. Kasihan presiden.”

Susno menegaskan, seorang menteri tidak boleh melimpahkan tanggung jawab.

“Pokoknya Presiden, jangan lempar masalah ke presiden. Dia pembantu presiden dan harus bertanggung jawab. Dia harus bertanggung jawab,” jelasnya.

Bahkan, dia menilai mundur bisa menjadi pilihan jika Menteri Kehutanan merasa gagal menjalankan kewajibannya.

“Jika Anda merasa bersalah, mundurlah. Anda lihat dengan bencana yang terjadi, mundur adalah jawabannya.”

Ia menambahkan, selain tanggung jawab sosial, kemungkinan pelanggaran hukum juga harus diusut.

“Tanggung jawab sosialnya salah satunya adalah mundur. Lalu ada tanggung jawab hukum. Kalau ada pelanggaran hukum ikuti sesuai norma hukum yang berlaku,” kata Susno.

Baca Juga :  2.880 Guru Ikuti UTBK-UKPPPG Tahap 3 di USK

Soroti Izin Kehutanan dan Dugaan Penyimpangan

Susno juga menyinggung komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Makanya ini perlu ditelusuri apakah izinnya benar atau tidak.

Dia mempertanyakan apakah izin yang dikeluarkan memenuhi persyaratan teknis dan tidak membahayakan masyarakat.

“Memang secara formal izinnya ada, tapi pemberian izin itu sesuai ketentuan atau tidak ya?”

Menurut dia, tidak jarang rekomendasi staf teknis diabaikan.

“Misalnya ada anjuran dari staf ‘Pak, jangan keluarkan izin di sana’. Bahaya tapi bapak tetap ngotot mengeluarkannya. Bapak harus bertanggung jawab,” kata Susno.

Karena banyak aspek yang bisa ditelusuri, mulai dari pemberian izin kepada pihak-pihak terkait, Susno meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas.

“Pencuri tidak selalu membawa kayu. Pencuri bisa bersembunyi di balik izin. Itu semua bisa dilacak,” jelasnya.

Ia mengajak seluruh institusi mulai dari Polri, Kejaksaan, KPK hingga PPATK untuk bersatu.

“Jangan hanya jadi satgas. Ini ‘korban nasional’. Ribuan nyawa hilang. Jangan hilang begitu saja seperti kasus-kasus sebelumnya,” ujarnya.

Sosok Raja Juli Antoni

Mengutip dari Tribunnewswiki, Raja Juli Antoni merupakan politisi muda Indonesia.

Baca Juga :  Sri Lanka mencari bantuan asing karena jumlah korban tewas Topan Ditwah mencapai 123 | Berita Banjir

Ia menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia.

Sebelum bergabung dengan PSI, ia aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan organisasi sayap Muhammadiyah lainnya.

Ia lahir di Pekanbaru pada tanggal 13 Juli 1977.

Beliau memperoleh gelar sarjana dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun 2001.

Antoni kemudian melanjutkan pendidikan di The Department of Peace Studies, Bradford University, Inggris dengan beasiswa Chevening Award.

Ia kemudian melanjutkan studi doktoralnya di Queensland University, Australia.

Ia menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Mahasiswa Muhammadiyah (PP IPM) periode 2000-2002.

Ia juga salah satu pendiri Maarif Institute.

Ia kemudian dipercaya sebagai Direktur Eksekutif lembaga ini. (1)

Pada tahun 2009, ia menjadi calon anggota DPR RI dari PDIP.

Namun, dia belum terpilih.

Pada tahun 2015, ia menjadi salah satu calon Ketua Umum PP Muhammadiyah.

Namun, ia mengundurkan diri karena ingin konsentrasi mengurus partai yang baru ia dirikan, PSI.

Ia mendirikan PSI pada tahun 2014.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia