Prabowo Setujui Anggaran Rp 60 Juta per Rumah untuk Korban Bencana

Senin, 8 Desember 2025 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prabowo Setujui Anggaran Rp 60 Juta per Rumah untuk Korban Bencana

i

Prabowo Setujui Anggaran Rp 60 Juta per Rumah untuk Korban Bencana

BANDASAPULUAH.COM -Presiden Prabowo Subianto menyetujui anggaran sebesar Rp60 juta per rumah untuk membantu warga yang terkena dampak banjir bandang dan tanah longsor membangun kembali rumahnya yang rusak atau hancur di sejumlah wilayah.

Kebijakan tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi penanggulangan bencana di Posko Terpadu Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Minggu malam, 7 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Prabowo mendapat laporan dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto terkait kondisi ribuan rumah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga :  Texas Longhorns Mungkin Hampir Membuat Keputusan Kepelatihan yang Besar

Hingga kemarin, tercatat 37.546 rumah warga di lokasi bencana mengalami kerusakan berat, antara lain hilang terendam banjir, rusak sedang, dan rusak ringan.

Suharyanto mengusulkan agar pembangunan rumah sementara (huntara) dilakukan oleh personel TNI dan Polri yang tergabung dalam gugus tugas penanggulangan bencana, sedangkan pembangunan rumah permanen (huntap) menjadi tanggung jawab Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Bagi warga yang tidak perlu direlokasi namun rumahnya rusak, perbaikannya akan ditangani langsung oleh gugus tugas BNPB.

Lalu yang tidak pindah, karena mungkin terendam banjir, dampaknya bagi keluarga tidak terlalu besar sehingga tidak perlu pindah, tapi rumahnya rusak, akan kami perbaiki oleh gugus tugas BNPB, kata Suharyanto.

Baca Juga :  5 layanan berlangganan untuk hadiah liburan menit terakhir

Terkait besaran anggaran, BNPB mengusulkan kebutuhan sebesar Rp60 juta untuk setiap unit hunian tetap.

Presiden menanyakan kecukupan nilai nominalnya. Kemudian Suharyanto menjawab cukup, namun peluang penambahannya jauh lebih baik.

“Sejauh ini cukup, tapi kalau Pak Presiden memang mau tambah lagi, kami akan lebih senang,” ujarnya.

Kepala BNPB menambahkan, bantuan tidak diberikan secara tunai untuk mencegah penyalahgunaan.

“Rp 60 juta kalau tidak direlokasi pak. Nanti penerimanya bisa tambah dengan uangnya sendiri. Mungkin dia punya keluarga di desa, punya anak yang ingin dinaikkan gajinya, itu bisa saja. Tapi (kami) tidak (memberikan) dalam bentuk uang, karena khawatir uangnya dalam bentuk lain,” jelasnya.

Baca Juga :  Netanyahu mengatakan Rubio meyakinkannya bahwa Arab Saudi tidak akan menerima F-35 yang setara dengan Israel

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan agar dilakukan perhitungan yang lebih komprehensif.

Oke, mungkin tentu kita akan menghitung kenaikan harga, inflasi, dan sebagainya, tegasnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru