WNA China Ditangkap Saat Selundupkan Nikel di Bandara PT IWIP, Maluku Utara

Sabtu, 6 Desember 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WNA China Ditangkap Saat Selundupkan Nikel di Bandara PT IWIP, Maluku Utara

i

WNA China Ditangkap Saat Selundupkan Nikel di Bandara PT IWIP, Maluku Utara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Satuan Tugas Terpadu (Satgas) yang bertugas di PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) Bandara Khusus Weda Bay, Maluku Utara, menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Republik Rakyat Tiongkok berinisial MY yang hendak menyelundupkan bahan mineral ilegal.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Penangkapan MY dilakukan pada Jumat (5/12/2025). Dia kedapatan membawa lima bungkus nikel campuran dan empat bungkus nikel murni.

Baca Juga :  Bos Perumda Tirta Patriot Tidur Nyenyak Saat Kinerja Rapat Kasar Netizen Dilaporkan ke Kejaksaan Agung

“Saat ini pelaku sedang dalam proses (pemeriksaan) lebih lanjut oleh instansi terkait, dan bahan mineral yang akan diselundupkan akan dilakukan penelitian lebih lanjut oleh instansi terkait,” kata Komandan Satgas Pengendalian Kawasan Hutan (PKH) Halilintar, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, dalam keterangan pers, Jumat.

Bandara PT IWIP tidak memenuhi standar

Bandara khusus PT IWIP beroperasi sejak 2019 setelah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan.

Namun berdasarkan penilaian pemerintah, bandara tersebut belum sepenuhnya memenuhi standar minimal perlengkapan negara yang harus ada pada fasilitas penerbangan yang melayani lalu lintas orang dan barang.

Baca Juga :  Saat berkunjung ke Langkat, Prabowo mengklaim kondisi pascabencana sudah membaik

Menindaklanjuti evaluasi tersebut, pemerintah telah menempatkan Satgas Terpadu di bandara PT IWIP sejak 29 November 2025.

Satgas Terpadu ini merupakan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Polri, Badan Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan, BMKG, AirNav Indonesia dan Avsec.

Febriel menegaskan, kehadiran Satgas Terpadu merupakan langkah strategis untuk memperkuat keamanan, pengawasan, dan penegakan hukum di bandara khusus.

Hal ini penting karena bandara khusus memiliki aktivitas mobilitas tinggi. Mulai dari sebagai tempat akses tenaga kerja asing hingga distribusi logistik industri.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Kenakan Kaos Bergambar Tokoh GAM Sayed Adnan Saat Meninjau Bencana

Penggerebekan penyelundupan ini menekankan pentingnya penempatan pejabat negara dalam pengelolaan bandara khusus, serta membuktikan efektivitas koordinasi lintas lembaga dalam menjaga kedaulatan negara atas sumber daya alam dan mencegah aktivitas ilegal lainnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru