Zulhas ke Warga Lampung Minta Hutan Dilindungi, Seolah Lupa Siapa yang Lama Meninggalkannya Telanjang

Kamis, 4 Desember 2025 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zulhas ke Warga Lampung Minta Hutan Dilindungi, Seolah Lupa Siapa yang Lama Meninggalkannya Telanjang

i

Zulhas ke Warga Lampung Minta Hutan Dilindungi, Seolah Lupa Siapa yang Lama Meninggalkannya Telanjang

BANDASAPULUAH.COM — Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan menegaskan, perhutanan sosial harus menjadi tulang punggung upaya menjaga ketahanan ekologi Indonesia di tengah meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.

Pesan tersebut disampaikannya saat meninjau kegiatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Way Kalam di lereng Gunung Rajabasa, Lampung Selatan, Selasa (2/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas menyerahkan 3.000 bibit kopi dan kakao kepada warga pengelola perhutanan sosial.

Ia menilai kedua komoditas tersebut tidak hanya menjadi sumber pendapatan, tetapi juga bagian dari strategi ekologi jangka panjang untuk memperkuat struktur tanah dan meningkatkan tutupan vegetasi di kawasan hutan.

Baca Juga :  Rekaman Otak Dalam Mengungkap Bagaimana Moujaro Menekan Nafsu Makan

Zulhas mengatakan pola pemanfaatan hutan yang mengutamakan tanaman tahunan merupakan instrumen penting dalam mitigasi risiko bencana, khususnya banjir bandang dan tanah longsor yang semakin banyak terjadi di berbagai daerah.

Ia menyinggung rangkaian bencana yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar, dimana curah hujan ekstrem memperburuk kondisi lingkungan yang rapuh.

Menurutnya, pendekatan perhutanan sosial yang memberikan akses pengelolaan kepada masyarakat justru mendorong kesadaran menjaga hutan secara lestari.

Baca Juga :  Ketua PBNU Gus Ulil Tolak Wacana Penghentian Aktivitas Tambang: Bagi Saya Itu Bodoh!

Ketika masyarakat mempunyai ruang untuk mengelola hutan, mereka didorong untuk menanam dan merawat vegetasi yang memiliki nilai ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas ekosistem.

Di Way Kalam, manajemen berbasis kelompok telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

Anggota KUPS memanfaatkan lereng Gunung Rajabasa untuk membudidayakan kopi Robusta, kakao, dan sejumlah tanaman berkayu.

Bagi Zulhas, pola ini merupakan contoh nyata bagaimana pemberdayaan bisa dibarengi dengan konservasi.

Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memperluas program perhutanan sosial sambil memastikan bahwa kelompok pengelola menerima bantuan teknis, akses pasar dan dukungan modal.

Baca Juga :  Deforestasi Hilangkan 18 Lapangan Sepak Bola Hutan Per Menit ‎ - Tribun Rakyat

Dalam kunjungan singkat yang berlangsung di tengah lebatnya vegetasi hijau Rajabasa tersebut, Zulhas kembali mengingatkan bahwa hutan tidak hanya menjadi ruang ekonomi, namun juga menunjang kehidupan.

Menanam kopi atau kakao, kata dia, bukan sekedar kegiatan bercocok tanam, melainkan investasi ekologis untuk masa depan daerah dan masyarakat yang bergantung padanya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru