Tidak etis jika Cak Imin menyinggung pertobatan Nasuha saat masyarakat sedang berduka

Selasa, 2 Desember 2025 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak etis jika Cak Imin menyinggung pertobatan Nasuha saat masyarakat sedang berduka

i

Tidak etis jika Cak Imin menyinggung pertobatan Nasuha saat masyarakat sedang berduka

BANDASAPULUAH.COM -Ajakan taubat yang disampaikan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kepada menteri dalam konteks bencana alam Sumatera dinilai tidak bijaksana.

Pernyataan tersebut sangat tidak tepat dan tidak bijaksana, apalagi jika disampaikan di depan umum dalam suasana yang menyedihkan. “Kita harus lebih fokus pada upaya membantu masyarakat yang terkena bencana,” kata Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Firman Soebagyo, Selasa, 2 Desember 2025.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Sebagai menteri, Cak Imin seharusnya berkonsentrasi membantu presiden menyelesaikan permasalahan bencana yang menimpa masyarakat di berbagai daerah. Hal ini lebih bijak dibandingkan saling menyalahkan sesama rekan di kabinet.

“Kerusakan hutan bukanlah permasalahan yang terjadi dalam waktu singkat, namun merupakan akibat dari kebijakan yang telah berlangsung lama,” kata Firman.

Oleh karena itu, dia berharap para pejabat di kementerian lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan, apalagi di situasi menyedihkan seperti saat ini.

Baca Juga :  Pedoman Kesehatan Jantung Saat Ini Gagal Menangkap Pembunuh Genetik yang Mematikan

Meski pernyataan pertobatan Nasuha hanya sekedar lelucon, namun tak pantas diucapkan di depan publik dan media dalam suasana sedih, kritiknya.

Pernyataan taubat Nasuha disampaikan Cak Imin saat memberikan sambutan dalam acara Workshop Kepala Sekolah Program Vokasi Go Global, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 1 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Cak Imin mengaku sudah mengirimkan surat kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Isinya meminta evaluasi total terhadap seluruh kebijakan pemerintah dan langkah ke depan.

Baca Juga :  Gempa 5.7 SR Guncang Sukabumi, BMKG Pastikan Tidak Ada Potensi Tsunami

“Bahasa NU adalah nasuha taubat. Nasuha tobat itu satu kuncinya, evaluasi kebijakan total, semua aspek dimulai dari memikirkan apa yang kita lakukan dan apa yang kita lakukan. Kiamatnya belum dekat, kiamat sudah terjadi karena kelalaian kita sendiri,” kata Cak Imin.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor

Berita Terbaru