Kepala BNPB Suharyanto hanya meminta maaf kepada Bupati Tapsel, bukan kepada korban terdampak bencana

Selasa, 2 Desember 2025 - 03:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Suharyanto hanya meminta maaf kepada Bupati Tapsel, bukan kepada korban terdampak bencana

i

Kepala BNPB Suharyanto hanya meminta maaf kepada Bupati Tapsel, bukan kepada korban terdampak bencana

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

–Kepala BNPB Suharyanto baru saja meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu saat kunjungan pertamanya ke lokasi bencana banjir bandang di Desa Aek Garoga, Batangtoru, Minggu (30/11/2025).

Belum ada pernyataan permintaan maaf Kepala BNPB kepada warga terdampak banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi terkait pernyataannya yang menyebut bencana di tiga wilayah tersebut hanya menakutkan di media sosial.

Suharyanto mengaku kaget dan tak menyangka dampaknya bisa seperti itu di Aek Garoga, Batangtoru.

“Tasel saya kaget, saya tidak menyangka akan seperti ini. Mohon maaf Pak Bupati. Bukan berarti kami tidak peduli,” ujarnya di lokasi banjir bandang di Desa Aek Garoga, Batangtoru, Minggu.

Baca Juga :  Tiongkok meminta AS untuk 'segera' berhenti mempersenjatai Taiwan setelah Washington menyetujui paket senjata tersebut

Kepala BNPB baru saja berkunjung ke Desa Aek Garoga pada Minggu kemarin pasca bencana banjir bandang yang terjadi Selasa (25/11) lalu di desa tersebut.

Suharyanto yang merupakan perwira tinggi TNI AD berpangkat Letjen Jenderal ini mengatakan, dalam perjalanan menuju lokasi di Desa Aek Garoga, ia mengaku sedih hingga meneteskan air mata atau menangis.

Diketahui, dalam perjalanan menuju lokasi, Suharyanto harus melewati dua desa terdampak lainnya, yakni Desa Batu Godang dan Desa Aek Ngadol.

Baca Juga :  Buronan Sabu Jaringan Internasional Senilai Rp 5 Triliun Dewi Astutik Ditangkap di Kamboja

Kehadirannya di lokasi ini, kata Suharyanto, untuk membantu langsung wilayah tersebut dalam menghadapi bencana yang mengubah lanskap ketiga desa terdampak.

“Kami di Tapanuli ini, untuk membantu. Tidak ada bedanya antara utara, selatan, tengah. Semua sama saja bagi kami, apapun suku, agama, ras. Sama saja bagi kami. Jadi kami turun dengan kekuatan penuh,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan banjir dan tanah longsor di Sumatera sebagai bencana nasional.

Menurut dia, banjir dan tanah longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh masih berada di tingkat provinsi.

Baca Juga :  Saat terjadi bencana ekologi, sebenarnya Prabowo ingin mengubah tanah Papua menjadi perkebunan kelapa sawit

Ia menilai bencana di tiga provinsi di Sumatera itu tampak menakutkan karena banyak pemberitaan yang beredar di media sosial.

“Kemarin terkesan tegang karena ramai di media sosial, namun saat kami tiba langsung di lokasi, banyak wilayah yang sudah tidak hujan lagi. Yang paling parah Tapanuli Tengah, tapi wilayah lain relatif lebih baik,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025). ***

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru