Kepala BNPB Menangis Melihat Langsung Dampak Bencana Sumut, Minta Maaf Karena Sebut Hanya Mengerikan di Media Sosial

Senin, 1 Desember 2025 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Menangis Melihat Langsung Dampak Bencana Sumut, Minta Maaf Karena Sebut Hanya Mengerikan di Media Sosial

i

Kepala BNPB Menangis Melihat Langsung Dampak Bencana Sumut, Minta Maaf Karena Sebut Hanya Mengerikan di Media Sosial

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengaku menangis dan kaget melihat dampak langsung bencana di Sumatera. Padahal, sebelumnya dia menyebut bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh hanya menakutkan di media sosial.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Suharyanto turun ke lapangan di Desa Aek Garoga, Batangtoru, Tapsel, Sumatera Utara, Minggu (30/11). Kunjungan itu dilakukan setelah enam hari bencana.

Baca Juga :  Gunakan toilet karena tidak punya, remaja 13 tahun diperkosa berulang kali oleh orang lanjut usia hingga ia melahirkan

Sebelumnya, pernyataan Kepala BNPB yang menyebut bencana hanya menakutkan di media sosial menuai reaksi kemarahan masyarakat karena dianggap tidak punya empati terhadap korban.

Dalam peninjauan lokasi, Suharyanto harus melewati dua desa lain yang terdampak banjir, yakni Desa Batu Godang dan Aek Ngadol, sebelum sampai di lokasi yang mengalami kerusakan terparah, yakni Desa Aek Garoga. Ia menggeleng melihat kerusakan akibat banjir dan tanah longsor di sana.

Baca Juga :  Polisi memburu YouTuber Resbob yang diduga menghina suku Sunda

“Saya kaget di Tapanuli Selatan, saya tidak menyangka akan seperti ini. Mohon maaf Pak Bupati.

Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan banjir dan tanah longsor di Sumut, Sumbar, dan Aceh masih berada pada tingkat provinsi. Ia menilai bencana di tiga provinsi di Sumatera itu tampak menakutkan karena banyak pemberitaan yang beredar di media sosial.

Baca Juga :  Kasus Pencemaran Nama Baik, Mantan Gubernur Babel Laporkan Akun Media Sosial Tiktok ke Polda Babel

“Kemarin terkesan tegang karena media sosial, tapi saat kami tiba langsung di lokasi, banyak wilayah yang sudah tidak hujan lagi. Yang paling parah di Tapanuli Tengah, tapi wilayah lain relatif lebih baik,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (28/11/2025).

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru