Ketua Harian DPP PSI Ungkap Sosok Jokowi Seorang Tukang Kayu, Tapi Bisa Jadi Presiden

Minggu, 30 November 2025 - 12:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Harian DPP PSI Ungkap Sosok Jokowi Seorang Tukang Kayu, Tapi Bisa Jadi Presiden

i

Ketua Harian DPP PSI Ungkap Sosok Jokowi Seorang Tukang Kayu, Tapi Bisa Jadi Presiden

BANDASAPULUAH.COM – Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali menyinggung pola pikir politik lama yang masih menganggap lahirnya pemimpin adalah hasil pembentukan kelompok tertentu. Ahmad Ali menegaskan, tidak ada pihak yang berhak mengklaim sebagai penentu lahirnya seorang pemimpin.

“Kalau ada yang bilang ‘bisa jadi pemimpin karena saya, karena partai ini’, itu bohong besar. Tidak ada manusia yang bisa menentukan itu. Pemimpin lahir karena kehendak Tuhan, bukan karena ego siapa pun,” kata Ahmad Ali dalam rapat kerja daerah (Rakerwil) PSI Malut, Minggu (30/11).

Ia mencontohkan perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang lahir dari profesi sederhana namun mampu memimpin Indonesia.

“Pak Jokowi itu tukang kayu. Tapi dia bisa jadi Presiden RI. Jadi jangan pernah ada orang yang merasa dirinya paling berjasa atau paling berhak menentukan siapa yang bisa memimpin,” tegasnya.

Ahmad Ali menilai narasi yang menempatkan partai politik atau keluarga sebagai pabrik penghasil pemimpin adalah pola pikir yang harus ditinggalkan.

Untuk itu, Ahmad Ali menegaskan PSI bukanlah partai milik keluarga atau elite tertentu.

“Di PSI tidak ada pemilik tunggal. Pemegang saham PSI adalah seluruh ketua umum, pengurus, dan kader yang bekerja siang malam membesarkan partai ini. Kalau mau klaim, klaim kerja keras, bukan klaim yang tidak berdasar,” ujarnya.

Baca Juga :  Macaulay Culkin Mengatakan Dia Meninggalkan Akting di Masa Remajanya ke 'Berkencan dengan Gadis dan Bergaul dengan Orang Seusiaku'

Ia menambahkan, PSI didirikan untuk memberikan ruang politik baru bagi generasi muda, bukan untuk mengulangi pola-pola lama yang dianggapnya sudah ketinggalan zaman.

“Kami bukan partai yang ingin mengulangi politik lama. Kami di sini untuk menghancurkan tembok itu, bukan untuk mewarisinya,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem ini mengatakan, PSI mempunyai tujuan besar untuk melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang dekat dengan rakyat dan berani membawa perubahan.

Baca Juga :  Presiden Filipina Marcos mengatakan tujuh orang ditangkap karena skandal korupsi | Berita Korupsi

PSI harus melahirkan Jokowi-Jokowi muda, pemimpin rakyat, untuk rakyat, yang berani mengambil tindakan bila diperlukan. Negara ini butuh keberanian baru, bukan warisan lama, jelasnya.

Lebih lanjut, Ahmad Ali mengajak seluruh struktur PSI di Maluku Utara untuk menjadi garda terdepan dalam melawan praktik politik lama.

“Kami tidak maju hanya untuk ikut pemilu. Kami maju untuk mengubah permainan. Dan siapa pun yang mencoba menghambat kemajuan PSI, kami akan menghadapinya,” tutupnya.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru