Bahlil mengatakan, sebelumnya negara-negara maju juga kembali mengalami virus deforestasi setelah banjir bandang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar

Minggu, 30 November 2025 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahlil mengatakan, sebelumnya negara-negara maju juga kembali mengalami virus deforestasi setelah banjir bandang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar

i

Bahlil mengatakan, sebelumnya negara-negara maju juga kembali mengalami virus deforestasi setelah banjir bandang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BANDASAPULUAH.COM – Video Bahlil yang mengatakan bahwa negara-negara maju biasa menebang hutan kembali menjadi viral setelah banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Video klip tersebut memperlihatkan Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI saat menyampaikan pemaparan terkait program hilirisasi Indonesia di Jakarta Geopolitik Forum IX/2025 pada 4 Juni.

Video yang diposting Muhammad Said Didu di akun @msaid_didu mendapat beragam komentar dari netizen.

Salah satu netizen August Hnedri dengan akun @Hnedri menuliskan komentar, ‘Pak Bahl, kami menerapkan Ihsan tidak hanya pada sesama manusia seperti yang bapak katakan’.

“Tapi sebagai manusia yang cerdas, kita juga menerapkan Ihsan pada makhluk lainnya. Terapkan Ihsan pada rumah gajah, harimau, dan burung-burung cantik yang hidup di hutan. Salam cerdas pak,” tulisnya.

Baca Juga :  Prabowo Kritik Bupati di Aceh yang Umrah Saat Bencana, Minta Mendagri Mundur

Pernyataan Bahlil saat itu terkait bagaimana negara memanfaatkan sumber daya alam, mulai dari hutan hingga pertambangan.

Bahkan dalam keterangannya Bahlil mempertanyakan alasan Indonesia ingin mengeksploitasi sumber daya alamnya, ada pula yang merasa terganggu.

“Negara-negara lain di tahun 40an, 50an, dan 60an juga banyak hutannya, banyak tambangnya, banyak semuanya,” jelas Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia pada Jakarta Geopolitik Forum IX/2025 pada 4 Juni.

Bahlil menambahkan, saat itu negara mereka belum berkembang seperti sekarang.

Jadi mereka ambil sumber daya alamnya, hutannya ditebangi, tambangnya diambil, dan mungkin lingkungan mereka saat itu tidak lebih baik dari yang kita lakukan sekarang, ujarnya.

“Pertanyaan saya adalah, siapa yang memprotes mereka saat itu.”

“Sekarang negara kita, negara berkembang yang punya sumber daya alam, baru mulai berpikir untuk mendapatkan nilai tambah untuk kemudian mensejahterakan rakyatnya, untuk bisa berkembang, kok ada yang merasa terganggu, ada apa dibalik itu?” tanya Bahlil.

Baca Juga :  Seorang pria didakwa setelah kemacetan lalu lintas di Seneca Falls

Bahlil mengatakan, pembangunan hilir dalam 5-6 tahun terakhir belum sempurna.

Salah satu netizen menyatakan ketidaksetujuannya dengan pernyataan Bahlil yang menyebutkan negara maju mengeksploitasi sumber daya alamnya.

“Negara maju mana yang mengeksploitasi alam? Negara maju mengeksploitasi negara lain yang pemimpinnya bodoh,” tulis Pak Taka dengan akun X@ardianTaka.

“Serakah, alam negara dirusak tanpa ada rasa malu. Yang penting dapat kekayaan. Orang mati, bukan urusan saya yang susah!?,” imbuh Machmud Yahya dengan akun X@MachmudYaha.

Pada kesempatan lain, Bahlil saat Talkshow Aksi Nyata Bumi Lestari di DPP Partai Golkar, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat 28 November menyampaikan belasungkawa kepada para korban banjir yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Selain itu, Bahlil juga mengumumkan akan menata ulang peraturan terkait pengelolaan lingkungan hidup.

“Khusus di sektor pertambangan, saya akan mengambil tindakan, langkah-langkah terukur, untuk menjaga pengelolaan tambang yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga :  Bagaimana AI dan BNPL Menulis Ulang Belanja Liburan

Bahlil juga mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait dugaan banjir akibat aktivitas penambangan liar.

Diketahui, Aceh, Sumut, dan Sumbar dilanda banjir bandang beberapa hari lalu akibat tingginya intensitas curah hujan.

Akibatnya, tak hanya air, lumpur, dan kayu pun turut menerjang perkampungan dan rumah warga.

BNPB mencatat, jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar mencapai 174 orang hingga Jumat 28 November sore.

Korban tewas di Aceh 25 orang dan 25 lainnya masih hilang, di Sumut 116 orang dan 42 orang masih dalam pencarian.

Sementara di wilayah Sumbar, 23 orang meninggal dunia dan 12 orang lainnya masih dalam pencarian.

Konten di atas dibuat oleh pihak ketiga. bandasapuluah.com tidak bertanggung jawab atas isi maupun akibat yang ditimbulkan oleh konten ini.

Follow WhatsApp Channel bandasapuluah.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions
Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus
Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday
Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik
Kementerian Agama Rejang Lebong
Kabupaten Pesisir Selatan Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Dilanda Banjir dan Longsor
Bupati M. Syukur Tegaskan Transparansi Pengelolaan Dana BOSP dan Melepaskan Kepentingan Pribadi
Cetak Sejarah di Kampar, Koperasi Plasma Berkat Lestari Dapatkan Hibah PSR untuk Peremajaan Kelapa Sawit — Sawit Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:01 WIB

Calvin Verdonk berpeluang mengukir sejarah sebagai WNI pertama di Liga Champions

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Komnas HAM Dalami Alasan Komdigi Blokir Konten 486 Saat Demo Agustus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Siswa SMAN 1 Taman Ubah Rumus Matematika Menjadi Batik Berbasis AI – monitorday

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Tinjauan Lengkap – BMKG: Titik Panas di Sumatera Capai 3.663, di Lampung Ada 471 Titik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Kementerian Agama Rejang Lebong

Berita Terbaru